
Bug brakk
Suara hantaman begitu terdengar , dengan tangan terkepal Alex menghabisi satu per satu pria dengan baju serba hitam yang menghalangi jalannya.
" Jangan halangi aku , atau kalian akan menerima akibatnya!"
Ucapnya dengan wajah menahan emosi.
" Silahkan saja kalau bisa ! aku tidak takut!!"
tuturnya dengan wajah yang sudah bermandikan keringat .
Bbrrakkk
" aaaarrgghhh ."
Sekali hentakan , dengan tubuh yang tertindih pria berotot kini nampak tak berdaya . Cucuran keringat kini berganti dengan warna merah , mengalir dengan sedikit deras melalui hidung juga telinganya.
" Aku sudah memberi mu kesempatan , Jangan salahkan aku jika kau harus meregang di depan ku!"
" Aaaarrggg!"
Terdengar begitu pilu , di jatuhkan ya tubuh pria yang kini menggantung di bibir jendela yang siap terjun bebas dengan beberapa serpihan kaca yang siap mengoyak kulitnya.
" Mas!"
Seru Andini begitu ia bejalan memandang punggung tegap sang suami.
" Kau tidak apa-apa sayang?"
Tanya Alex panik , di peluknya tubuh sang istri yang berdiri dengan kaki yang masih terasa lemah.
" Selamat kan intan ! dia yang menolong ku mas!"
" Tapi , dia juga yang membawa mu kemari sayang !".
" Intan tidak bersalah , aku yakin dia tidak bermaksud untuk melukai ku!".
Ucap Andini memohon kepada suami yang kini menatapnya dengan intens.
Cuupp.
" baiklah! tunggu disini , kunci rapat-rapat dan jangan membuka pintu kecuali aku yang meminta."
Pesan Alex begitu ia mengecup hangat bibir sang istri.
berjalan Alex dengan langkah lebar , tubuh kekar serta tatapan tajam begitu berbanding terbalik dengan sikap keseharian nya.
Sosok lembut dan ramah kini berubah menjadi buas bak harimau yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
Brraakkk
Di dobraknya pintu kayu yang terlihat kokoh. Satu tendangan dengan kekuatan kaki membuat pintu roboh hingga membuat semua yang ada di dalam tercengan.
" Alex !"
" Kak Alex !".
.Ucap Imelda dan intan hampir bersamaan, maju , langkah nya kian terasa menakutkan . Pras yang tengah duduk seketika berdiri dan mengambil semua ancang-ancang untuk melawan.
" Bagaimana kak Andini?".
Tanya nya lirih saat Alex berjalan melewatinya.
" Menyingkirkan !"
Brakk
Bagg
Buggg
Begitu keras suara hantaman bogem mentah yang mengenai wajah Pras .
" Brengsekk dasar bajingan !"
Teriak Alex dengan emosi yang memuncak.
Berbalik , memandang wanita paruh baya yang kini berdiri dengan wajah panik.
" Nyonya Imelda , sebelum kau menuntut ku , akan ku bocorkan semua kebusukan mu ! Percobaan untuk membunuh tuan Prayogo akan ku sebar luaskan hingga kau tersisihkan bahkan dari anak mu sendiri!"
Ucap alex lirih tepat di hadapan Imelda.
" Dasar licik!"
Umpat Imelda. Senyum penuh kemenangan kini terlihat begitu mengerikan saat kepribadian Alex muncul . Menyentuh sesuatu yang begitu berharga untuknya akan menjadi bumerang yang cukup mengerikan bagi siapa saja lawan mainnya.
" Kak Alex awass !!
Teriak Intan saat tangan Pras terayun ke udara . Mengangkat tinggi-tinggi balok berukuran cukup besar yang siap menimpa tubuh Alex .
Brakkkk !!!
" Aaarrggggghhh !!"
Ringis Pras saat pukulannya tak tepat sasaran , tangan yang di putar sebelum ia menjatuhkan balok di tangannya .
Memutar ke dua tangannya dengan gerakan kasar membuatnya merasakan pergelangannya yang terasa seperti terlepas dari engselnya .
__ADS_1
" Jangan coba-coba mengganggu ku juga semua yag berada di sekitar ku! ini peringatan terakhir ku ! akan ku perlihatkan bagaimana aku menghabisi mu jika berani mengusik ketenangan ku !
" Brrakk !
Di lempar nya tubuh yang kini bersimbah cairan berwarna merah , keluar dari beberapa bagian tubuh akibat pukulan serta tendangan Alex.
" Mama !"
Ucap intan saat beberapa polisi meringkus kedua tangan wanita paruh baya yang berjalan di hadapannya.
" Ayo ! jangan khawatir mereka tidak akan menyakiti ibu mu!"
Ucap Alex menggiring Intan yang cukup tercengang dengan kejadian yang baru saja di alami.
" Mas ! intan!".
Ucap Andini begitu mereka keluar melewati sorot cahaya dari belakang. Tangisnya pecah saat tubuh kekar itu memeluknya sembari mengusap pucuk kepala dengan begitu lembut.
" Kamu baik-baik saja mas!"
Tanya Andini dengan air mata yang terus mengalir .
" Aku tidak apa-apa, jangan terlalu menghawatirkan ku!"
Ucap Alex lembut terselip senyum hangat di bibirnya .
Intan tertegun saat begitu berbeda sifat yang ia lihat beberapa menit yang lalu. Sifat yang begitu buas bertemu dengan beberapa pria yang berusaha melawannya.
" Intan ! kau tidak apa-apa ?"
Tanya Andini bergantian , memeluk tubuh sang Adik yang berdiri mematung .
" Maafkan intan kak!"
Tuturnya sembari tertunduk , menyesali setiap kejadian yang merusak kebahagiaan kakak sambungnya.
" Sudah ! kau tidak bersalah ."
Ucapnya masih dengan memeluk sembari mengusap punggung intan yang terguncang oleh tangis.
___________
Tamat
Terima kasih atas support dan dukungannya, Author harap kita masih bisa bertemu walau hanya lewat tulisan di judul yang lain.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Salam sehat untuk kita semua and See you again at the stone story 🤗🤗
__ADS_1
Salam manis : Mama_kecil017
bye byeee 😘