Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 13


__ADS_3

" Kemana jadi begini ?" Ucapnya sembari memijit pangkal hidungnya dengan rasa entah bagaimana.


" Nak . maafkan papa ya ." Ucapnya lagi kini tangannya mengusap foto masa kecil sang anak seolah mengenang bagaimana bahagia keluarga kecilnya dulu.


" Mas ."


Panggil sang istri sembari membuka pintu ruang kerjanya.


" Ada apa ?" Ucap Prayogo dengan suara pelan .


Imelda mendekat dengan menyuguhkan secangkir kopi yang ia bawa . Senyumnya mengembang seakan ada maksud lain yang ingin ia sampaikan.


" Kamu capek mas ?" Tanya nya lagi kini ia beralih kebelakang punggung sang suami , tangannya terulur memijit pundak pria yang beberapa tahun ini menjadi suaminya.


" Kamu pasti lelah dengan urusan kantor ya mas." Ucapnya lagi sembari memeluk dari belakang.


" Iya . Kita harus pandai menyimpan sekarang, kamu tau kan kita harus berjuang mendapatkan suntikan dana yang tidak main jumlahnya." Ucap jujur Prayogo pada Imelda.


" Lohh ,, bukannya mas punya putri cantik yang sudah memikat lelaki itu." Tuturnya merayu .


Tau maksud siapa laki-laki yang di maksud , rasa tak rela mulai menyelimuti perasaannya. Bingung dengan kondisi perusahaan yang menyangkut kehidupan keluarga juga para karyawannya.


" Kenapa kita menggantinya dengan Intan ?" Ucap Prayogo memberi usul.


Rasa tak terima kini menyelimuti Imelda, matanya terbuka lebar dengan mulut sedikit terbuka , menggelengkan kepalanya cepat menandakan ia benar-benar tak setuju .

__ADS_1


" Bukankah itu sama saja . Sekarang kita tidak tau Andini dimana ,sedangkan perusahaan juga kita harus segera mendapat perusahaan lain untuk mengangkat kembali nama baik dari keluarga kita bukan.


Ucap Prayogo panjang lebar dengan suara cepat.


" Aku tidak setuju mas !"


" Intan masih terlalu kecil . Lagi pula dia juga masih kuliah dan belum pantas untuk menikah ." Ucap Imelda yang tak terima jika putri kesayangannya harus menggantikan posisi Andini.


____________


Alex tersenyum senang , membayangkan bagaimana nanti saat dimana hari yang ia tunggu tiba . Sembari mengemudikan mobil kesayangan nya Alex berhenti tepat di depan toko bunga . Di lepasnya jas hitam yang melekat pada tubuh besar nya , menggulung kemeja putih setinggi bawah siku lalu melangkah keluar dengan menggunakan kacamata hitam yang selalu ia bawa .


" Wahh , lihat pria tampan itu."


" Iya , beruntung sekali yang bisa menjadi kekasihnya." Ucap sala satu temannya.


" Benar . Jangankan kekasih , jadi selingkuhannya aja gue mau ."


Hihihiii


Celetuk gadis dengan rambut setengah terikat ke belakang.


" Huuu ,dasar otak mu ." Ucap mereka bersamaan.


Di sebuah bangunan rumah megah Lala masih berusaha melepas pelukannya Daniel yang tak ingin di lepaskan.

__ADS_1


" Sayanggg ,bukannya tadi kamu ada janji dengan kak Alex , ayolah bangun kasian kalau dia nunggu kelamaan ." Ucap Lala setengah merayu.


" Biarkan saja ,itu urusan dia dia yang paling membutuhkan , jadi kamu tidak perlu khawatir." Ucapnya sembari mengeratkan pelukannya.


" Tapi aku capek sayang lepasin dulu tangannya." Tutur Lala dengan cemberut.


" Kamu capek ? Sini biar aku pijitin mana yang sakit ? Ini ?ini? atau yang ini?" Tanya nya lagi sembari memegang bagian-bagian tubuh sembari terus bertanya.


" Danielllll ." Teriak kesal Lala pada suaminya.


Cupp


" Jangan marah ." Ucapnya gemas lalu melepas pelukan dan membiarkan istri kecilnya melarikan diri.


Lala beranjak cepat dari atas ranjang, membawa serta selimut tebal yang sedari tadi membungkus keduanya.


" Lepas saja selimut mu sayang , bahkan aku sudah hafal meski harus tutup mata ."


Ucap Daniel dengan usil.


Cceekk


" Dasar laki-laki , sekali dua kali tidak membuatnya cukup." Gerutunya lalu menghilang dari balik pintu kamar mandi.


____________

__ADS_1


__ADS_2