Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 6


__ADS_3

" Selamat pagi Tuan ." Sapa para karyawan yang hendak menaiki anak tangga lobby gedung tinggi dengan kepala sedikit menunduk.


Sudah menjadi pemandangan biasa jika sapaan mereka tak mendapat jawaban namun tida mengurangi kehormatannya.


Daniel melangkah lebar sembari membenarkan jam tangan yang nampak semakin membuat siapa saja menginginkan nya.


Tak jauh dari langkahnya nampak Andini beserta rekan timnya berdiri tepat di depan lift hendak menuju ruang kerja.


" Paa."


" Panggilkan Alex untuk keruangan ku." Sela Daniel memotong ucapan Andini yang siap menyapa.


" Baik pak ." Ucapnya cepat tak berani protes .


Sepeninggalan Daniel nampak beberapa rekannya sedikit bergumam.


" Untung cakep." Celetuk wanita dengan bibir tebal.


" Ingat dia sudah nikah." Tukas Andini dengan sinis.


" Kau tidak lihat dengan Andini saja dia seperti itu, bagaimana dengan mu . "


Ahahaaa


Kini pak Heru ikut menyimbrung.


" Dasar kalian saja yang tak bisa mengambil hati ." Dengan nada tak terima ia masih membela diri.


" Kala kau bisa mengambil hatinya kenapa malah Lala yang menaklukkan nya."


Ahahaaaa


Task ingin membuatnya besar kepala Ayu pun ikut membubuhi.


Ahahaaa


" Sudah ayo , kalian kan tau tuan Daniel tidak suka menunggu ." Ucap Andini berusaha menyudahi obrolan yang pada akhirnya akan membawa keributan.

__ADS_1


Ting


Lift terbuka , kaki Daniel melangkah lebar , tatapan tegas dengan tubuh yang tegap nampak jelas melambangkan sosok pria yang begitu agung. Rambut hitam rapi dengan aroma parfum khas menambah karisma dari sosok pewaris dari keluarga Aditama *:*!$7$;";"! .


_____


Tok


Tokkk


Toookkk


Ketukan pelan dari balik pintu kokoh bercat coklat mengkilap , Alex meletakkan beberapa berkas yang sudah siap ia garap .


" Masuk ." Ucapnya mempersilahkan.


" Pagi pak ." Tegus Andini cengengesan.


" Kamu , kemari lah . Ada perlu apa sepagi ini ?" Tanyanya begitu Andini sampai di depan meja.


" Bukan aku sebenarnya yang perlu . Pria kaku kecuali dengan istrinya yang membutuhkan mu."


" Bos mu ." Imbuhnya kini suaranya hampir tak terdengar sama sekali.


Ppletakkk


Suara sentilan sedikit keras membuat gadis berkulit bersih meringis menahan sakit.


" Dia juga bos mu ." Ucap Alex dengan gemas.


" Iissshh kakak ini tidak bisa di ajak bercanda ." Ujar Andini pada Alex.


" Iya iya maaf , lagi pula kenapa bisa kamu bicara seperti itu. Jika terdengar di telinganya bagaimana . " Ucap Alex dengan sedikit lembut.


" Ya begitulah, kecuali kalau ada pawangnya. sudah sana Kakak sudah di tunggu ." Ucap Andini mengakhiri.


" Ya sudah , apa kamu juga ada perlu ?" Tanya Alex sebelum beranjak .

__ADS_1


Andini menggeleng pelan sembari tersenyum manis.


____________


Di dalam mansion utama , nampak Anna juga David tengah asik membolak-balik majalah yang menyuguhkan gambar gaun juga dekorasi pelaminan yang cantik.


Saling mengutarakan pendapat dan tak jarang saling melontarkan kesimpulan yang saling tak menyetujui.


" Jangan seperti itu lagi mas, Daniel juga Lala sudah memakainya ." Ucap Anna pada suaminya.


" Lalu , menurut mu yang mana yang bagus ?" tanya David pada sang istri.


" Yang ini , gaun ini sangat cocok di tubuh calon menantu kita , lihatlah model gaun ini sangat berbeda dengan yang satu ini. " ucap Anna dengan antusias membandingkan gambar satu dengan yang lain.


" iya bagus tapi . Apa Alex setuju dengan rencana kita ?" Tanya David dengan ragu.


" Dia terlalu lama mengambil keputusan , dan juga dia tidak bisa m nolak keputusan kita bukan . Aku sudah ingin menimang cucu dari Alex juga ." Ucap Anna memberi alasan.


" hhmmmm , yang kemarin saja belum ada kabar ." Ucap David lagi.


" nahhh justru itu , siapa tau dengan Alex menikah nanti kedua menantu kita bisa hamil bersamaan." Ucap Anna membayangkan dengan senyum sumbringah.


" Mas hanya ikut saja. Tentang setuju atau tidak Alex dengan masukan kita kita tidak bole memaksa ." Nasehat David pada Anna.


" Iya aku tau ." Ucap Anna masih dengan senyum mengembang.


Di balik nya lagi buku tebal di atas pangkuannya , membayangkan bagaimana bahagia nya k lak di hari tua , menimang cucu dari kedua anaknya.


Merebutkan mereka untuk bisa di gendong oleh kedua Omanya.


________


Jangan lupa like nya buat teman semua 🥰🥰


Beri saran jika menurut teman-teman semua ada yang tidak di mengerti.


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


Mama_Kecil 🤍


__ADS_2