Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 27


__ADS_3

Sungut intan begitu sampai di parkiran kampus , wajahnya tak seriang biasanya. Wajah kesal bercampur marah kini yang ia bawa dari rumah, beberapa temannya pun ikut menyadari, jika biasanya Intan di kenal dengan gaya glamor dengan sifat yang tak jarang membuat semua geleng-geleng kepala kini Intan dengan wajah tak karuan datang lalu duduk di kursi dekat taman.


" Pagi sayang ." Sapa pria dengan kemeja kotak-kotak.


" Pagi ."


" Kamu kenapa sih Hem ?" Ucapnya lagi dengan menoel hidung Intan .


" Iya , Lo kenapa sih Tan gak biasanya tau ." Ucap salah satu teman wanitanya.


" Nanti aku ceritakan di kantin saja . Sayang kamu sudah makan?" tanyanya dengan nada kemayu khas anak konglomerat.


Dengan langkah ringan , juga tangan yang bergelayut manja , Intan membawa Denata pria tinggi beserta teman-temannya menuju kantin kampus yang letaknya tak jauh dari pintu masuk.


Seperti biasa sebelum jam di mulai atau jam kosong saat dosen tak ada mereka sering menghabiskan waktu juga uang mereka di dalam kantin atau kafe kafe terdekat untuk menghabiskan waktu , setiap Sabtu malam pun mereka sering menghabiskan malam di dalam club malam hingga pagi dan pulang ke rumah masing-masing saat kesadarannya sudah mulai berkurang .


__________


Siang beranjak nampak Pras tak diam mengamati layar ponselnya, menunggu seseorang memberi informasi mengenai gadis yang akan ia jadikan alat perantaranya sebagai pancingan. Belum cukup puas untuknya menunggu beberapa hari untuk bertemu secra langsung pada pria tua yang sempat membuatnya marah.

__ADS_1


Tangan besarnya saling meremas membuat bunyian khas dari jari yang tertekan. Duduk dengan kedua kaki di atas meja memainkan jemarinya mengetuk sandaran tangan pada kursi kuasa berwarna hitam pekat.


Ddrrreeettt


Satu getaran dari atas meja membuatnya menyeringai di barengi dengan layar ponsel yang bercahaya . Ya satu pesan masuk berisikan beberapa angka yang ia tunggu-tunggu. Senyuman entah apa artinya itu muncul tiba-tiba lalu memutar-mutarkan pena yang kini berada dalam tangannya.


Tttuuuttttt


Tttuuuttttt


Tttuuuttttt


Suara panggilan tersambung namun belum terjawab sang pemilik. Pras duduk dengan satu kaki ia letakkan di atas kaca, membelakangi meja lebar dengan tumpukan berkas di atasnya.


" { Kau tenang saja , saya akan mengajukan beberapa penawaran menarik jika kamu mau melakukannya . } "


" { Apa yang bisa ku dapat kan?}" Tanya nya cepat tanpa berbasa-basi.


" Bagus ." Ucapnya lirih lalu melanjutkan rencana yang sekiranya cocok untuk ia lakukan juga peran yang akan di mainkan.

__ADS_1


Beberapa saat setelah itu , perbincangan selesai dengan beberapa macam syarat yang ia terima yang menurutnya cukup mudah untuk mendapatkan nya.


Ya , uang memang mengalahkan semuanya sedikit bujuk rayu saja mampu menyelesaikan semua masalah tanpa harus bersusah payah mencari cara halus untuk menutupi niat busuk seseorang.


Dengan senyum senang Pras membalikkan tubuhnya meletakkan ponsel di atas meja dengan gerakan tak terlalu terburu-buru .


Dengan posisi berbeda kini ia duduk dengan tenang mengambil sejumlah dokumen membolak-baliknya sejenak sebelum goresan tinta hitam mendarat di atas kertas putih dengan menyertakan nama di bawahnya atas kekuasaannya.


__________


" Sebentar gue ada telfon ." Ucapnya dengan mata menyipit.


" Kenapa ?"


" Nomor baru .Angkat enggak ?" Ucapnya lagi dengan menunjukkan layar monitor nya yang masih berdering .


" Angkat aja siapa tau penting ." Jawab gadis dengan jaket Levis tebal berwarna abu-abu dengan beberapa robekan di sebagian lengannya.


Dengan sedikit ragu di gesernya gambar telfon menuju warna hijau , di tempelkan pada daun telinga lalu menjawab siapa yang ada dalam sebrang telfon yang menghubungi nya .

__ADS_1


" Halo ." Ucapnya mengawali pembicaraan.


______________


__ADS_2