Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 59


__ADS_3

Di rebahkan nya tubuh mungil Andini dengan tangan yang masih memeluk , dengan bibir yang masih saling membelit, menukar Saliva yang mungkin masih terasa asing bagi Andini.


Turun , kini leher jenjang tak luput dari sentuhannya . Dengan mata yang tertutup Andini menikmati setiap sentuhan yang baru pertama kali ia rasakan, menikmati hangatnya di bawah dinginnya pendingin ruangan di dalam kamar pria yang kini menjadi suaminya.


Eemmmmhhh ."


Di sedapnya perlahan sesuatu yang nampak begitu menggiurkan.


Jari tangan yang ikut menari memberi sensasi yang .


" Aahh ."


Lenguhan bebas keluar dari mulut Andini lalu dengan cepat menutup mulutnya.


" Mmaaf mas ."


" Lepaskan saja sayang , kau tidak perlu menahannya." Bisik Alex di balik telinga Andini.


" Suara yang kau keluarkan begitu indah sayang , bersuara lah sesukamu ."


Ucap Alex lagi dengan satu tangan lincah memainkan benda kenyal yang nampak begitu menonjol.


" Mmmm mmmaaasss ."


" Aahh."


Satu ******* mempu membuat Alex semakin menggila.


" Aku , aku mau pipis ." Ucap Andini sembari menahan sesuatu yang seolah hendak meluncur dari dalam tubuhnya.


" Ya , bagus . Keluarkan sayang , lepaskan saja ." Tuturnya memandu dengan jari tangan yang masih nampak bergulat pada area sensitif sang istri.


Dan

__ADS_1


Kkkkrriiiinngggg


Dering ponsel milik Andini membuyarkan Lamunannya .


Gemericik air masih terdengar nyaring menandakan bahwa Alex belum menyelesaikan aktifitas nya.


" Astaga Andini, kau memimpikan apa?" Tuturnya bergegas mengusap wajah lalu mengulurkan tangan henda meraih ponsel yang tercharger di sisi tempat tidurnya.


" Halo ." Sapa Andini begitu ia menempelkan benda pipihnya .


Flashback


" mas , aku mau istirahat sebentar ya ." Ucap Andini sembari duduk di atas sofa.


" Kau yakin tidak ingin membersihkan tubuh mu dulu?" Tawar Alex pada istrinya.


" Emm, bagaimana lalu mas dulu yang mandi , biar aku yang menyiapkan pakaian ganti mas ? setelah itu baru aku yang mandi ." Ucap Andini memberi saran.


" Boleh , ya sudah istrahat lah di kamar ." tutur Alex lembut sembari mengusap pucuk kepala Andini dengan sayang , menggiringnya menuju tempat merek beristirahat.


" Baju apa pun akan ku pakai . Bahkan tidak memakai baju pun mas mau ."


Bblluuss


Ledek Alex mampu membuat rona wajah Andini tercetak jelas .


" Maass , sudah sana mas bau." Ucap Andini mendorong tubuh kekar Alex menuju pintu putih yang tertutup.


Senyum kecil terbit dengan malu-malu , rona wajahnya seolah tak mudah menghilang.


" Huuff, kenapa jantung ku jadi begini ya . Andini bagaimanapun juga dia sudah menjadi suami mu dan kamu harus siap melayaninya."


" Aaarrgg." Teriaknya di bawah bantal dengan geram.

__ADS_1


Sembari menunggu Andini merebahkan tubuhnya, menikmati ranjang yang begitu nyaman , memejamkan matanya sembari menunggu pria yang baru saja masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


Selesai


" Iya , baik terima kasih sus ." Ucap Andini dengan wajah yang berbinar .


Ya kabar yang begitu membuat ia senang mampu menghilangkan sedikit memori di kepalanya.


" Papa , tunggu Andini ya ." Tuturnya sungguh sembari mendongak dengan kedua tangan yang saling memeluk.


Ceklekk


Suara pintu terbuka nampak Alex keluar hanya berbalut handuk sampai batas pinggang . Rambut basah dengan tubuh yang masih sedikit menyisahkan air yang nampak mengalir dengan tenang.


Glek


" Ya Tuhan , godaan apa ini ?" Ucapnya dalam hati dengan mata tak lepas dari tubuh yang kini semakin mendekat ke arahnya.


" Kenapa ?" Tanya Alex sedikit menunduk menyamakan posisi istri yang tengah duduk di atas ranjang dengan mata tak berkedip.


" Ehh , emm ... Sudah selesai ya ." Ucapnya gagu dengan canggung seolah tertangkap basah sedang mengagumi dalam diam.


" Ada apa hmmm?" Tanya Alex lagi kini tetesan air dari rambutnya sedikit membasahi wajah sang istri.


" Mas . Aku harus mandi , tadi aku mendapat kabar kalau papa sudah membaik." Ucap Andini cepat lalu segera melarikan diri.


" Eemmm , Aku mandi dulu ." Ucapnya sembari melangkah menjauh dari pria di hadapannya.


" Baiklah."


" Mengapa dia begitu menggemaskan." tuturnya begitu Andini hilang dari pandangannya.


__________

__ADS_1


Masih lanjut ?


__ADS_2