Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 42


__ADS_3

Ditariknya kursi dengan sandaran mendekat ke arah sang ayah, begitu juga dengan Alex yang diam mendengarkan . Duduk dengan tenang sembari mendengarkan sang ayah yang mulai menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya .


" Kemarin,, sebelum pergi menemui Pras. ppa melihat intan yang sedikit aneh . Masker yang tidak pernah ia sentuh entah kenapa malam itu dia sibuk mencarinya. begitu dapat dia langsung pergi entah kemana.


Papa pergi menemui Pras, malam itu sedikit ada cekcok di antara kita, namun anehnya saat kita sedang berdebat , ponselnya berdering lalu ia pergi dengan wajah mencurigakan setelah menjawab nya ."


" Lalu pa ? anehnya dimana?" Tanya Andini menyela.


" Setelah itu papa ikut pergi menyusul di belakangnya karena dirasa kita sudah selesai. Namun saat sampai di dala mobil , papa mendengar percakapan seseorang yang menyertakan nama intan ikut terseret saat mereka menceritakan bagaimana Pras menyukai cara kerjanya dan menyuruh nya menyiapkan sejumlah imbalan." Kini Prayogo bercerita sedikit panjang dengan nafas tersenggal.


" Begitu papa sampai di rumah, ternyata benar intan tidak ada , padahal saat itu malam sudah sangat larut bahkan sudah hampir tengah malam. Lalu keesokkan paginya , papa berniat untuk beristirahat dan menyelesaikan pekerjaan via email namun saat pukul 5 sore mendapat kabar bahwa perusahaan tiba-tiba mengalami masalah yang membuat papa harus pergi papa tidak begitu curiga , tapi saat dalam perjalanan papa merasa ada yang tidak beres , beberapa mobil terus mengikuti dari belakang . Papa coba mengurangi kecepatan namun mereka selalu mengikuti , saat itu papa sudah tidak bisa berfikir jika ini baik-baik saja papa melaju dalam kecepatan tinggi dan tidak bisa mengontrolnya lagi dan entah dari mana asal mobil yang tiba-tiba berada di depan papa dan . Entah apa lagi , papa hanya bisa mendengar samar-samar orang yang memanggil papa , terasa sesak dan begitu papa bangun papa sudah disini ." Ucapnya lalu menatap lekat wajah putrinya.

__ADS_1


" Nak , papa boleh meminta sesuatu?" ucapnya kini beralih menatap Alex yang diam menikmati kesunyian.


" Selagi Alex bisa pa , pasti Alex lakukan." Ucapnya mantab.


" Menikahlah dengan Andini sekarang . Jadilah laki-laki yang menjadi pelindung untuk putri ku . Papa rasa papa sudah sangat lemah untuk menunggu terlalu lama." Ucapnya dengan mata tak berkedip sembari menahan sesuatu yang begitu menyakitkan.


Hening , tak ada sahutan nampak Alex menatap ke arah Andini yang telah menggenang di pelupuk matanya, menutup erat mulutnya agar tak menimbulkan suara isak nya sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Di peluknya tubuh Andini mengusap lembut punggung yang terlihat lemah , menguatkan nya seolah tau apa yang tengah ia pikirkan.


" Tenanglah sayang , semua akan baik-baik saja." Ucapnya begitu menenangkan.

__ADS_1


Begitu dirasa cukup Andini melonggarkan pelukannya , membenahi rambut juga menepuk-nepuk pipinya untuk lebih menenangkan.


" Terima kasih kak ." Ucapnya sembari sesegukan.


Waktu terus berjalan , detak jarum jam tak bisa dihentikan . Alex menekan-nekan layar ponselnya, sesekali percakapan lewat seluler pun ia lakukan.


____________


Mohon maaf buat semuanya, author beberapa hari ini tidak up dikarenakan author sendiri masih harus di rawat dan untuk beberapa hari ke depan masih dalam masa pemulihan.


Mohon do'a dan dukungannya buat semuanya 🤗

__ADS_1


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


__ADS_2