Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 12


__ADS_3

Tap


Tapp


Taaapppp


Suara sepatu yang bersentuhan dengan lantai keramik menggema di sepanjang jalan menuju meja dimana ia menerima undangan dari perusahaan yang selama ini ia tunggu.


" Silahkan masuk tuan meja Anda ada di sebelah sana ." Ucap hormat pelayan sembari sedikit membungkukkan tubuhnya.


" Terima kasih ." ucap Alex lalu mengikuti langkah pelayan wanita yang membawanya m Nunu ruangan private dengan nuansa cukup nyaman untuk membicarakan bisnis nya kali ini .


" Dalam waktu lima menit tuan Prayogo akan datang ." Ucapnya lagi lalu mundur dan pergi dari hadapan Alex saat dirinya mengangguk mengerti.


Sembari menunggu nampak Alex membuka layar ponselnya , mengetik beberapa pesan lalu mengirimnya dengan sedikit wajah tersenyum.


Sedang sibuk-sibuknya ponsel dangan case berwarna biru muda nampak bercahaya memamerkan deretan pesan dengan nama yang tak asing lagi baginya.


Sekali


Dua kali Andini berusaha mengabaikan pesan dan hanya membaca lewat tampilan luar saat ponsel menyala yang ke dua kalinya , hingga.


Senyum mengembang dengan rona pipi yang tak dapat ia sembunyikan , sesekali ia menahan tawa agar tak di ketahui atau mengganggu rekan kerjanya.

__ADS_1


{" Apa maksud mu Alex ?"} Tanya Andini dengan begitu ia tak tahan ingin membalas saat pesan ketiga yang mengisi layar ponselnya.


{" Apa yang aku lakukan ? Aku hanya bicara benar . Aku sedang memperjuangkan cinta agar segera mempersunting wanita jahil seperti mu .''} Balas Alex lagi dengan cepat.


{" Kau bertemu dengan papa ?"}


{" Menurut mu ?"} Kini terselip emotikon dengan satu mata nampak terpejam.


{" Aku takut papa akan menolaknya Alex !"} Kini dengan nada serius Andini membalas .


Satu dua menit berlalu Andini semakin penasaran.


Lama , Andini menunggu dengan gelisah . Berulang kali juga ia m ngecek takut ia tak melihat saat balasan di terima.


______


" Selamat siang tuan ." Sapa pria paruh baya dengan setelan jas yang senada dengan warna celana dasar yang ia kenakan.


Wajah lelah dengan rambut di tata rapih kebelakang namun tak menyurutkan penampilan jika ia memang sudah cukup lelah untuk menjalankan bisnis dengan permasalahan yang tak mudah.


" Maaf menunggu lama ." Ucapnya lagi begitu ia menjabat tangan muda Alex dengan sedikit senyum yang terselip di bibirnya.


" Tidak tuan , saya memang sengaja datang lebih awal ." Ucap Alex lalu mempersilahkan dengan gerakan tangan.

__ADS_1


Alex membenarkan posisi duduknya, menyandarkan sedikit punggung namun tak mengurangi sedikit tubuh tegapnya.


sama-sama mereka mengambil berkas yang hendak mereka bahas .


" Bagaimana tuan Alex . Perusahaan kami memang sedang membutuhkan suntikan dana yang cukup tinggi . Namun tuan jangan takut ! dalam waktu kurang dari satu tahun perusahaan kami pasti akan pulih ." Tutur Prayogo dengan rasa meyakinkan namun juga cemas.


Ya , hati ini mereka sama-sama bertemu tanpa di dampingi sekretaris masing-masing. Alex yang siap menugaskan Irfan untuk mengatur semua jika persyaratan yang di ajukan di terima.


Alex membolak-balik kertas dalam map merah seolah sedang memeriksa jeli setiap kata yang tertulis .


" Saya mengajukan satu syarat . Jika tuan menyetujuinya maka saya akan menyetujui dengan menanamkan modal kepada perusahaan tuan ." Ucap Alex dengan wajah serius namun tidak mengurangi kesopanannya pada pria yang akan menjadi ayah mertuanya.


" Syarat ?"


Alex mengangguk " Syarat apa tuan ? " Tanya nya lagi dengan sedikit memajukan tubuhnya.


____________


Mohon dukungannya dari teman-teman semua .


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


Beri saran dalam kolom komentar bila ada kata atau masukan untuk author sendiri 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2