
Selesai dengan menenangkan dirinya , Andini masuk bersama Allena sembari menenteng beberapa makanan juga tas yang ia letakkan pada bahunya.
Di depan pintu masuk khusus pengunjung tak sengaja matanya menangkap sosok wanita yang sangat di kenal .
" Untuk apa dia kemari ?" Tanyanya sembari menahan emosi .
Tak butuh waktu lama , tetep matanya bertemu membuat mereka bertemu dengan tatap mata yang menyiratkan masing-masing.
" Hei anak ku ! bagaimana kabarnya selamat ya atas pernikahan mu ." Ucap Imelda mendekat di sisi telinganya.
Tak ada jawaban , nampak Andini hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.
" Tidak perlu kau sembunyikan niat mu , aku akan mengambil semua hak ku , aku masih sah menjadi istri papa mu ." Ucapnya lagi penuh penekanan.
" Apa maksud mu?"
" Kau tak perlu menyembunyikan nya Andini . Kau kan yang sudah meminta papa mu untuk memindahkan semua berkas penting di ruangannya ." Ucapnya tak tau malu.
" Dasar licik." imbuhan pada Andini.
" Jangan harap kau akan mendapatkan nya . Mama ." Tekan Andini lalu pergi meninggalkan Imelda juga intan .
Di susul Allena Andini mempercepat langkahnya sehingga membuat gadis di belakangnya menjerit kecil.
" Heii kakak ipar ! bisa kau pelan kan langkah mu ." tegur nya lalu menghentikan langkahnya dengan mulut monyong ke depan.
Andini berbalik lalu memamerkan deretan gigi putihnya sembari tersenyum kaku.
" Maaf ! Sini ." Ucapnya menyodorkan tangan kanannya.
__ADS_1
" Dasar pengantin baru ." Ucap Allena lalu menggandeng lengan Andini dengan riang.
Langkah kedua nampak ringan , membawa suara hentakan kaki khas sepatu wanita. Waktu terus berjalan malam pun semakin larut , Lala yang sudah sepenuhnya dalam kesadaran memutuskan untuk pulang dan beristirahat di kediaman saja . Rasa bahagia bercampur haru turut menyelimuti perasaan nya . Bagaimana dengan pernikahan teman baiknya juga karena kabar mengenai kehamilan nya , namun duka masih ada tatkala matanya menatap kaca kecil yang terdapat pada pintu ruangan yang menampakkan pria dengan beberapa alat bantunya.
Ceklek.
" Calon ibu , apa kau baik-baik saja ?" Tanya Andini begitu sampai di depan pintu kamar ayahnya.
" Kak Dini ." Balas Lala dengan senyum di bibirnya. Menutup pelan pintu kamar Prayogo membawa Andini untuk duduk tak jauh dari ruangan dengan bunyi monitor di sisi ranjang.
" Selamat ya . Sehat-sehat keponakan aunty ." Tutur Andini berjongkok sembari mengusap lembut perut rata Lala.
Senyum malu nampak menghiasi wajah cantik Lala , rona merah juga nampak menyala di kedua pipi wanita cantik yang kini tengah berdiri dengan senyum yang terus mengembang.
" Kakak juga selamat ya , jangan berteriak nanti ." Ucap Lala yang membuat Andini mengernyitkan dahinya.
" Heii ,, jangan bilang kau juga mulai meledek ku." Tutur Andini kini bersedekap dengan wajah di buat kesal.
" Ehehee , sudah kak jangan begitu nanti kakak akan ketagihan ." Ucap Lala , senyum jahil kini menghiasi wajahnya . Dengan gerakan cepat pula di tariknya lengan kekar sang suaminya yang baru saja keluar dari ruang Prayogo bersama Alex juga kedua orang tua Lala. membawanya lari secepat kilat tanpa menunggu hadiah dari Andini.
" Ayok mas cepett ." Ucapnya membuat semua tercengang dengan kecemasan tiba-tiba.
" Lala jangan lari ." Ucap semua meneriaki tingkah Lala . Langkah kedua orang tuanya pun tak kalah cepat menyusul anak dan menantunya yang tiba-tiba saja melarikan diri.
" Astaga anak itu ." Ucapnya takut terjadi sesuatu pada kandungannya.
" Nak , bilang sama Mommy mu ya , Tante pulang dulu ." Pamit Indah dengan cepat.
" Iya Tante , hati-hati." Balasnya.
__ADS_1
Tanpa di sadari semuanya kini Allena tengah mengamati momen saat keributan juga ejekan dari semuanya.
" Loh dimana semuanya." Tanya Anna yang baru saja datang bersama suami.
" Mereka sudah pulang mom."
" Ya sudah kamu pulang juga ya ! dimana Alex ? jangan khawatir nanti ada perawat khusus yang akan menjada papa mu ." Ucap Anna cepat sebelum menantu barunya berkomentar.
" Mommy panggilkan dulu perawatannya . Yuk mas ." Ajaknya pada David.
" Hemm , apa begini ya kalau pengantin baru." Ucap Allena dengan mata menatap polos.
" Ada apa ini? kemana semuanya ?" tanya Alex saat keluar dari pintu . Menatap kursi di depan kamar hanya terisi Allena .
" Semua pulang kak . Om Tante sedang memanggil perawat untuk papa kak Andini ."
" Oh iya kak , tadi Lala bilang kak Andini bisa ketagihan jadi dia harus tenang ."
" Hah !" Hela nafas Andini membuat Alex tertawa.
Klinting
suara dering ponsel milik nya terdengar . Dirogohnya dalam saku celana menampakkan satu pesan yang membuatnya mengerutkan keningnya lalu tertawa kecil.
" Sudah , kau ini bicara apa . Lala hanya bercanda ! sudah kita pulang saja , kakak juga mau beristirahat." Ucap Alex lalu menatap gadis cantik yang hari ini sudah sah menjadi istrinya.
" Astagaa , apa harus malam ini ? Ya Tuhan biarkan aku datang bulan dulu ." Batin Andini menjerit seolah sedang benar-benar memohon perlindungan .
____________
__ADS_1