Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 53


__ADS_3

Langkah Lala terlihat riang , berhasil membuat sang suami diam rupanya mampu ia lakukan dengan mudah.


" Aku akan memuaskan mu nanti kalau aku hari ini bebas pergi tanpa ada penjaga." Tuturnya berbisik tepat di belakang telinga suami yang kini tenga duduk pada sofa empuk di ruang kerjanya.


Lala melangkah menuju lantai bawah dengan lift khusus tentunya.


" Hii , Lala bisa-bisanya mulut mu manis dalam hal ini ." Tuturnya bergidik dengan senyum geli.


" Sudahlah yang terpenting hari ini aku bebas . Ya pergi dengan pengantin baru seperti nya seru." Ucapnya sembari melangkah menuju ruangan kakak ipar barunya.


Tapp


Ttaappp


Tttaaapppp


Langkahnya semakin dekat menuju pintu dimana Andini tengah berkutat pada kesibukannya .


" Dasar gadis nakal , sudah tau pengantin baru masih saja bekerja setelah malam pertama ." Tuturnya lirih cekikikan.


" Lala ."


Plakk


Yang sopan kau bisa di pecat karena tidak sopan padanya .


" Nyony . Buu k."


" Ehh , bagaimana ini? kita harus memanggilnya apa?" tanya ayu pada Doni.


" La , kamu mau kita panggil apa?" Tanya pak Heru yang ikut canggung.


Pasalnya ,di antara mereka Lala lah yang paling muda.


" Kalian ini kenapa? panggil nama saja ! seperti biasa aku . Claudia Ayunda. gadis cantik nan menggemaskan." Tuturnya dengan kedua jari telunjuk berada di pipi.


" Kau ini , sudah menjadi istri bos saja masih begini ." Ucap ayuq lalu mendekat memeluk hangat manta rekan kerjanya yang kini berubah menjadi atasnya.

__ADS_1


" Kak Andini kemana ya?" Tanya Lala tak melihat Andini di mejanya.


" Tuhh." Tunjuk Doni pada salah satu sudut ruangan dengan sofa dan juga meja bulat kecil di depannya .


" Kak Andini pingsan? astaga kak Alex mengerikan juga ya ! efeknya sampai seperti ini . Ihihiii." Ucap Lala lalu merogoh ponselnya.


" Oh Lala , kenapa kau jadi jahil seperti ini." Tuturnya pada diri sendiri.


Di sisi lain nampak Daniel tengah menandatangani sejumlah dokumen bersama Alex tentunya di ruang nya miliknya.


" Semua berjalan baik , beberapa anak cabang juga mulai ikut merangkak naik meski belum sempurna." Tutur Alex lalu menggeser kan laptopnya tepat kearah Daniel.


" Jangan terlalu terburu-buru, ini baru beberapa bulan . Pastikan semua aman dan upah para karyawan dan seluruh pekerja sesuai perekonomian sekarang . Bila perlu kau ."


Klinting


Pesan masuk , satu nama tertera pada layar ponsel milik Daniel yang membuatnya menghentikan kalimatnya.


Honey


Nama yang ia simpan di ponselnya.


" Gue tinggal dulu ." Ucap Alex bergegas menuju ruangan istri barunya.


Tap


Tapp


Ttaappp


Ceklek


Brraaakkkk


Langkah cepat juga lebar terdengar menggema serta gebrakan pintu yang tak sengaja Alex tutup meninggalkan suara nyaring .


" Apa separah itu ? Aku tidak mudah meminta pada Lala dulu , tapi . !" Ucap Daniel lalu tersenyum kecil .

__ADS_1


" Hebat sekali dia , sekali jajal langsung terkapar ." Katanya lalu menyusul kemana saudaranya pergi.


Huh


Hah


Hhhuuh


Hhhaaaahhh


" Andini." Panggil Alex begitu sampai ruang kerja Andini.


" Pak ." Sapa seluruh karyawan yang berada dalam ruangan . Namun sayang sapaan mereka bak angin yang tak terlihat .


Di dekati nya tubuh gadis cantik yang kini dengan mata terpejam menghadap kerah nya.


" Terima kasih la . Aku bawa Andini dulu keruangan ku ." Ucap Alex lalu membopong Andini ala bridal style.


" Iya kak hati-hati." tutur Lala lalu menatap Andini yang nampak tak terganggu dengan apa yang terjadi .


Sedikit gerakan yang dari tubuh Andini lalu diam kembali seolah menikmati hangat tubuh suami yang berusaha mengangkat dan membawanya ketempat yang lebih nyaman.


" La . romantis sekali mereka , belum menikah saja sudah seperti ini." Ucap Ayu dengan menutup mulutnya.


Tawa renyah Lala terdengar riang , lalu melangkah keluar setelah berpamitan pada semua penghuni divisi. Berlalu menuju ruangan suami yang sialnya telah berdiri tepat di depan pintu.


" Astaga mas ." Ucap Lala mengusap dadanya.


" Maafkan Daddy sayang mengejutkan Mommy mu ." Tutur Daniel mengusap perut rata Lala.


" Bagaimana? "


" Kak Alex sudah membawanya . Mereka nampak romantis ,kak Andini di gendong di depan teman-temannya." Ucap Lala tersenyum malu .


" Kau mau ? aku bisa melakukannya sekarang . Di depan semua rekan bisnis ku pun aku tidak masalah." Ucap Daniel cepat.


" Kau ini mas , tidak pernah mau kalah ." Ucap Lala mencubit gemas hidung suaminya.

__ADS_1


_____________


__ADS_2