
" Bagaimana kabar mu nak ? " Tanya Anna pada menantunya.
" Baik mom , maaf mom Lala sama mas Daniel belum berkunjung." Ucapnya dengan menggenggam erat tangan Anna.
" Tidak masalah , tapi Daniel tidak membuat masalah kan?"
" Daniel tidak seperti itu mom ." Celetuknya sembari menarik kursi duduk tepat di sebelah istri kecilnya.
Senyum Lala terbit dengan kegaduhan yang kini tengah terjadi . Kehangatan yang sangat membuatnya nyaman , sama seperti saat ia bersama kedua orang tuanya.
" Kalian ini kalau bertemu selalu saja . Lala kamu jangan kaget ya ." Ucap David menyela yang di balas tawa renyah dari menantunya.
" Andini , kamu juga jangan kaget kalau nanti Alex dengan Daniel seka berdebat , dari kecil mereka memang suka begitu." Nasehat David pada calon menantunya yang kini tengah duduk dengan anggun.
" Iya dad , Andini mengerti." Jawabannya sopan lalu mereka larut dalam obrolan.
Ya malam spesial tanpa melibatkan orang tua Andini , bukan tak mau hanya saja malam ini tepat dimana Prayogo harus menemui pria yang sempat akan di jodohkan dengan dirinya.
Agar semua cepat teratasi maka Andini membiarkan sang ayah menyelesaikan tugas nya dan dia menjalankan semua rencana untuk kehidupan nya.
_________
Kembali pada Prayogo, setelah beberapa hari ini selalu mendapat kabar dari asistennya. kini ia menghadiri undangan makan malam bersama Pras yang sebelumnya ia jadikan calon menantu.
Tak jauh dari tempat tinggalnya , Pras menghubungi lagi mengirimkan lokasi yang akan ia jadikan tempat untuk pertemuannya dengan Prayogo.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Prayogo kini telah berdiri tepat pada meja bundar dalam ruangan private yang sengaja di pesan Pras malam ini.
'' Selamat malam tuan Prayogo, silahkan duduk." Ucapnya mempersilahkan .
" Terima kasih, maaf baru bisa menemui anda tuan Pras." Ucap Prayogo berbasa-basi.
" Hmmm .. Langsung saja pada intinya." ucap Pras kini dengan tatapan serius .
" Saya tidak suka di bantah , dan kenapa anda membatalkan semua rencana yang sebelumnya sudah di sepakati." Ucapnya dengan dingin.
Detak jantung tak bisa di bohongi seolah suara itu terdengar jelas di daun telinganya . Nafasnya tiba-tiba terasa sesak seolah semua oksigen telah di hirup habis oleh pria di hadapannya.
" Maaf sebelumnya tuan , tapi saya sudah menyiapkan beberapa kerugian yang tuan alami , kalau pun tidak saya masih mempunyai satu anak perempuan lagi agar hubungan kita tetap baik." Ucap Prayogo di buat tenang.
" Saya sudah mengaturnya jika tuan Pras bersedia , kita hanya butuh pertemuan keluarga untuk membahasnya." Ucao Prayogo lagi meyakinkan.
" Saya tidak berniat menikahi putri sambung mu tuan , saya hanya menginginkan Andini. Gadis yang menolak saya secara mentah-mentah." Ucap Pras dengan nada di tekan.
" Tapi , itu tidak mungkin tuan , Andini akan menikah dengan salah satu rekan bisnis saya." Ucapnya lagi dengan cepat.
" Saya tidak perduli ,jika tuan tidak bisa memberikannya maka tidak ada satupun yang bisa mendapatkan."
Deg.
Jantungnya seolah berhenti berdetak, kata-kata yang terdengar seperti ancaman untuk putrinya membuat Prayogo tak mampu berucap, darahnya seakan membeku dengan pikiran yang terus melayang.
__ADS_1
Cukup lama percakapan mereka berlangsung sampai mereka menyudahi pertemuan saat ponsel milik Pras berdering.
Dddrrrr...... Dddrrrr..... Ddrrrrrrrr...
Getar dalam sakunya menandakan sebuah panggilan masuk. Senyumnya terukir sembari menatap tajam ke arah Prayogo.
Di angkatnya ponsel miliknya tanpa menyapa.
" Kau bersiap , saya akan menyusul ." ucap nya lalu pergi meninggalkan Prayogo.
" Jika Anda tidak bisa memenuhi ,maka jangan menyesal jika saya memaksanya." ucapnya lalu beranjak dengan wajah yang entah menampilkan ekspresi apa .
Sepeninggalan Pras, Prayogo bergegas menyusul dimana putrinya kini berada.
" Dimana kamu sayang , kenapa tidak di angkat." Ucap nya sembari berjalan cepat .
Ponselnya terus menyala namun sayang tak ada satu panggilannya yang di terima.
" Apa kau meninggalkan ponsel mu sayang ." Ucap nya harap-harap cemas.
'' Maafkan papa sayang , sudah menyusahkan mu , dan sekarang nyawa mu ikut di pertaruhkan." Ucap Prayogo lagi dengan langkah semakin lebar.
" Kita ke restauran B ." Ucapnya menyebutkan salah satu nama restauran ternama di pusat ibu kota.
" Baik tuan ."
__ADS_1
Di pacu ya kendaraan dengan kecepatan sedang , membelah jalan yang kini cukup ramai dengan jemari yang terus berusaha mendapat jawaban dari dalam ponsel yang terus ia hubungi.
__________