
" Bukan ! yang ini saja bagus ."
" Ini lebih bagus sayang ." Tunjuk nya lagi pada gambar pilihannya.
" kenapa kita harus ribut lagi sih mas ? bukannya kita kemarin udah dapet 2 gambar di majalah yang lain ." Ucap Anna yang kini tersadar.
" iya ya , lagian kamu juga sih ngajak-ngajak pilih model ." Ucap David pada istrinya.
Malam tiba nampak pria wanita paruh baya sibuk membolak-balik majalah yang baru saja istrinya bawa dari salah satu butik temannya . Deretan gambar gaun-gaun cantik nampak terlihat begitu berkilau , gemerlap hiasan di seluruh gaun itu nampak begitu mengkilap seolah nyata di hadapan mereka.
" Mas , kamu sudah dengar belom kemarin Alex juga Daniel berusaha membujuk Prayogo." Ucap Anna dengan nada antusias.
" Iya , rekan bisnis papa semalam memberi tahu , katanya mereka melihat Prayogo datang menemui anak-anak ." Ucapnya lalu menyeruput teh hangat dengan aroma melati.
" Lalu apa jawabannya ?"
" Mana Daddy tau , kan teman Daddy tidak menguping ."
Pllaakk
" Aduuhh ."
" Mas ini ." Ucapnya kesal lalu memukul keras pundak sang suami.
" Mereka hampir setuju mom ." Ucap Alex tiba-tiba .
Ya sejak tadi Alex mendengar percakapan kedua orang tuanya , mendengar mereka yang saling melempar pujian juga olokan dalam memilih standar gaun yang kini masih di atas pangkuan sang Mommy.
" Alex . Sayang ." Ucap mereka dengan nada terkejut.
__ADS_1
" Eemm ... Sejak kapan kamu di sana ? sini duduk ! mana Andini ? kenapa kamu sendirian ?" Ucap Anna bertubi-tubi seolah mengalihkan pembicaraan.
Alex tersenyum , tau betul bagaimana sifat sang Mommy yang tak akan diam jika mendengar anaknya kini tengah berusaha meluluhkan hati gadis yang akan menjadi menantunya . Ralat bukan hati gadisnya ! tapi kini tengah berusaha mengambil restu dari orang tua gadis pilihannya.
" Sudah , Alex tau bagaimana Mommy."
" Benar kan dad." Ucapnya sembari mengangkat alisnya menghadap kearah sang Daddy.
Duduk ia bersebelahan dengan David yang kebetulan kini tengah duduk di atas sofa panjang berdampingan dengan Mommy nya.
" Mana calon menantu Daddy ?''
Tanya David menanyakan Andini.
" Dia tidak ikut dad , tadi sudah tidur . Mungkin dia lelah ." Ucap Alex dengan jujur.
Alex nampak ikut memilih gambar dalam majalah , sesi interogasi yang di selenggarakan Anna kini menampilkan rasa puas . Tidak ada lagi rencana lain kecuali fokus pada satu masalah yang akan ia hadapi.
" Makan dulu ya ?" Tawarnya begitu selesai dengan diskusi bersama sang Daddy.
Tidak ada penolakan dan kebetulan Alex pun rindu dengan masakan sang Mommy yang seperti biasanya akan di bantu oleh asisten rumah tangga nya.
" Bagaimana dengan Daniel juga Lala Lex ? apa semua berjalan baik !"
" Iya Mom , tapi Alex rasa ada perubahan terhadap Daniel ." ucap jujur Alex pada Anna.
" Perubahan ?" Tanya nya lagi.
" Ya ."
__ADS_1
" Begini , sebelumnya Daniel tidak pernah makan coklat bukan ? mommy sama Daddy tau lah bagaimana dia menjaga kesehatan." Ucapnya mulai di dengar serius oleh kedua orang tua nya.
" Sejak beberapa hari yang lalu Daniel lebih suka mengkonsumsi makanan juga minuman manis ."
" Apa itu tidak termasuk aneh ?" Ucapnya lagi kini sembari menyuapkan sesendok nasi beserta lauk di atasnya.
Satu dua detik Anna masih bingung , namun ia tersadar lalu menatap lekat ke arah sang suami. Senyum dengan bibir tertutup rapat sembari mengunyah makanan nampak jelas adanya , David yang m ngerti kemana arah perbincangan dengan kode yang di berikan sang istri lalu ikut mengangguk dan tersenyum bahagia . Tak ingin di ketahui Alex , mereka nampak menyembunyikan tebakan dalam benak mereka . Berpura-pura tidak tau dan hanya menunggu kabar menggembirakan ini dari anak juga menantunya.
" Sudah lanjutkan saja makannya . Masalah Daniel mungkin dia memang lagi ingin memakannya ." Ucap David memberi instruksi.
Begitu selesai dengan acara makan malam , Alex hendak pergi berpamitan mengingat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam , dengan kondisi Andini yang sendirian rasa tidak tega meninggalkannya terlalu lama.
" Sampaikan salam mommy pada Andini nak ." Ucap Anna lalu mencium pipi putranya.
" Baik mom . Jaga kesehatan ya mom." Ingat Alex pada Anna.
" Dad , Alex pamit dulu." Ki i beralih menyalami sang Daddy.
" Hati-hati di jalan ya ." Ucapnya dengan senyum mengembang.
Mobil mewah menghilang dari pandangan gerbang tinggi menjulang kini telah tertutup kembali , menyisakan beberapa petugas penjaga yang tengah duduk di pos khusus di dekat gerbang .
Anna masuk di susul David dengan wajah penuh kegembiraan.
" Mas sebentar lagi kita punya cucu." ucapnya dengan suara tertahan.
" iya . mirip siapa yang nanti ." Ucap David ikut merasakan kebahagiaan .
Sebelum beranjak menuju kamar Anna pergi ke dapur meminta bi Lastri untuk membereskan meja . Di bawanya buah dalam piring kecil beserta garpu mini ke dalam kamar untuk di santap nya bersama suami sebelum pergi ke alam mimpi.
__ADS_1
___________