
" Apa ?? aku tidak mau !! pokoknya tidak mau ma !! " Ucap intan sembari berteriak.
" Mama juga tidak setuju ,tapi papa mu yang menyetujuinya ." Ucap Imelda menahan geram .
" Maa , tapi intan tidak mau . kenapa harus intan kan kak Andini ada ! lagi pula intan sudah punya pacar ." Ucapnya lagi lalu melangkah mendekat ke arah ibunya.
" Nanti kita bicarakan saja dengan papa mu . Ini semua gara-gara Andini ." Ucapnya memancing sang anak .
" Kurang aja dia , awas saja kalau kita ketemu ." Tuturnya dengan penuh percaya diri.
Dengan wajah yang hampir sama , nampak anak dan ibu yang kini tengah duduk di atas ranjang dengan nuansa penuh berwarna kuning gading , hiasan lampu mewah nampak menggantung di atas balkon kecil yan menjadi hiasannya. Ya semua atas kehendak intan , menata ulang semua susunan dalam kamar yang kini menjadi miliknya. Tida cukup luas memang dari milik Andini namun siapa sang isinya mampu menggambarkan betapa sombong juga angkuhnya gadis dengan postur tubuh besar tinggi seolah tidak menyamakan berapa umurnya.
Di dalam rumah megah nampak Lala sibuk menata koper kecil yang akan ia bawa berkunjung menemui orang tuanya , beberapa potong baju ia selipkan yang hampir penuh dengan pakaian sang suami.
" Kau begitu banyak menyusun baju ku sayang , nanti punya mu kurang ." Ucap Daniel sembari mengeringkan rambut dengan handuk kecil di tangannya.
__ADS_1
" Baju ku sudah banyak di sana , sengaja aku perbanyak baju kamu supaya nanti kita tidak perlu repot membawa baju jika mau berkunjung ." Ucap Lala dengan lembut .
" Baik lah , terserah bagaimana kamu mengaturnya . Aku ikut kemana istri ku akan membawa ku ."
" Kenapa jadi terbalik ?"
" Terbalik ? apanya ? "
" Iya ,, ucapan mu terbalik , seharusnya aku yang bicara begitu." ucap Lala memprotes.
Hmmm
Ceekk
" aku ikut kemana istri ku membawa ku . Seharusnya aku ya g bicara begitu kak. " Ucapnya lagi mengulang kata-kata Daniel.
__ADS_1
" Ohh itu , iya benar kan . aku akan ikut kemana pun istri ku pergi asalkan dia tetap bersama ku dan tidak pergi dari hidupku." Ucap Daniel mendekat ke arahnya.
Senyumnya terkulum sengaja tak ingin terlihat atau terdengar debar jantungnya . Namun sayang seribu sayang Daniel lebih dahulu melihat lalu mengusap lembut pipi cabi yang kini merona bak buah tomat yang hampir matang sempurna.
" Sudah kak , aku tidak selesai selesai melipat bajunya ." Ucap Lala lalu memutar tubuhnya membelakangi wajah Daniel yang tengah menatapnya dalam.
Senyum nya nampak mengembang begitu sang istri membalikkan badan lalu memeluk erat dari belakang sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang kini menjadi candu untuk nya.
Di usapnya lembut begitu lembut lengan Lala dengan terus bercerita mengenai apa yang akan terjadi sesuatu hari nanti. Kadang tersenyum lalu tertawa terbahak kadang juga di selingi air mata di antara cerita mengenai perjalanan hidup mereka jika sesuatu buruk terjadi di salah satu antara mereka.
Ccuupp
" Selamat tidur istri ku , istirahat lah , semoga lekas bersemayam bayi kecil di rahim mu ." Ucap Daniel lirih sembari mengusap lembut perut rata yang sampa kini tak berani ia bahas.
Bukan Lala tak mau atau belum siap ! Daniel hanya menghawatirkan jika kata-katanya nanti bisa melukai hati wanita yang cukup membuatnya gila jika ia bersedih.
__ADS_1
Di tutupnya tubuh kecil sang istri , merangkak pelan agar tak membangunkan istrinya yang baru saja berlabuh di alam mimpi , ya beranjak sejenak menuju ruang kerja yang terhubung dari dalam kamarnya , menyelesaikan tugas yang belum sempat ia kerjakan .
__________