Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 49


__ADS_3

Di atas ranjang empuk dengan benerapa hiasan di bagian bawahnya , nampak Andini meringkuk menikmati hangatnya kasur yang hampir semua di taburi bunga.


" hhuuaaamm ." Lenguhnya saat tubuhnya terasa pegal dengan satu posisi.


Di rabanya sekitar tempatnya terbaring, dengan gerakan cepat , duduk Andini sembari meraba seluruh tubuh memastikan tidak ada satu pakaian yang terlepas dari tubuhnya.


" Dimana aku ? " Ucapnya tak menyadari kehadiran Alex.


" Aaaaarrrggg." Teriaknya lalu menutup tubuhnya dengan selimut tebal yang membuat bunga-bunga di atas ranjangnya terhempas keudara.


" Aaarrgg." teriaknya lagi saat sadar dengan situasi .


" Mmmm ,, mmaaf mas. Aaa aakkkuu terkejut." Tutur Andini dengan nada terbata.


" Tidak salah , mandilh jika tidak bersihkan saja tubuh mu lalu berganti pakaian dulu ." ucap Alex lembut .


Andini mengangguk patuh , tanpa ada perlawanan yang memang pakaiannya tidak nyaman untuknya tidur.


Sepeninggalan Andini, Alex kembali untuk mengganti pakaiannya pada tempat yang telah di siapkan. Di bukannya pintu pertama Ulya menyuguhkan deretan beberapa baju tidur miliknya juga jas berikut perlengkapan lainnya.


Setelah selesai ia berbalik menuju ranjangnya sembari menunggu istri kecilnya selesai membersihkan diri . Dengan tubuh yang bersandar pada dinding kasur jemarinya nampak lincah mengutak-atik layar ponselnya sembari tersenyum.


Beberapa deretan pesan masuk dari salah satu nomor kontak yang memberinya pesan . Beberapa gambar jepretan Yaang menampilkan dirinya juga Andini membuatnya mengulum senyum.


" Aku sudah menjadi suami sekarang . Aku tidak akan mengecewakan mu jika keluarga kita." tuturnya mengusap layar ponselnya yang masih menyala.


Ceklekk

__ADS_1


pintu kamar mandi terbuka , dengan Andini yang hanya berbalut handuk kimono tebar berwarna putih.


" Mas jangan lihat !" Titah Andini dengan cepat.


" Merem mas!"


" Kenapa?" Tanya Alex namun dengan mata terpejam sesuai instruksi.


" Pokoknya merem aja dulu . Dimana baju ku mas ? pasalnya aku tidak membawa baju ganti." Ucap Andini jujur.


Menagih ucapan Alex yang mengatakan jika semua sudah di siapkan termasuk baju juga perlengkapan make up nya.


" Disana." Tunjuk Alex pada salah satu ruangan di sisi ranjang.


" ohh, terima kasih kak . Ehh mas." Katanya salah menyebut.


Senyum Alex penuh kemenangan , nampak raih bahagia muncul bersama senyum Andini dengan pikirannya yang menunggu aksi berikutnya.


Seketika Saliva dalam mulutnya menggenang dan begitu susah untuk di telan , tenggorokan nya tiba-tiba terasa begitu sesak sekedar untuk menelan cairan bening itu.


" Astaga , ya tuhan bagaimana ini ? apa ini benar-benar pakaian ku ?" Ucapnya nampak tak percaya dengan semua yang ada di depan matanya.


" Kenapa seperti ini? ini ini tidak ada dalam daftar otak ku ." Tutur ya lagi dengan satu tangan menutup mulutnya.


Masih tertegun dengan pemandangan pada lari bajunya , merasa sangat lelah Andini nampak tak menyadari kedatangan Alex yang kini terpaku menatap kearah yang sama.


" Kenapa lama sekali ?"

__ADS_1


" Aarrghh." Teriak Andini lalu menutup cepat pintu dengan kaca transparan di depannya .


" Mas ! kau mengejutkan ku!" Ucap Andini sungguh kini tangannya beralih mengusap dada dengan jantung yang berdetak kencang.


" Ohh , maaf sayang aku hanya menghawatirkan mu . Hampir 30 menit kau berganti pakaian. Aku takut terjadi sesuatu makanya aku menyusul . Tapi ."


" Ssstttt , mas mas sengaja ya ?" tuduh Andini memotong ucapan Alex.


" Apa maksud mu?"


" Coba mas lihat ! "


" Ini?"


Tatap aneh bercampur penasaran Alex memandang semua deretan baju tidur yang menggantung anggun , berbagai warna menyala terpajang rapih , matanya kini memandang entah kemana.


Klinting


Dering ponsel Alex yang ia genggam membuyarkan semuanya. Satu pesan masuk nama tertera sangat familiar membuatnya melebarkan matanya.


" Mommy." Ucap Alex menyodorkan ponselnya, memamerkan isi pesan pada istrinya.


" Hah!" Ucap Andini yang hanya mampu menghela nafasnya.


" Mom , apa Andini harus menggunakan baju kurang bahan ini? bahkan ini tidak seperti baju ! ini jaring ikan mom bukan baju ." ucapnya tanpa sadar sembari membentangkan salah satu lengerie berwarna hitam dengan pita di pundaknya.


" Apa? " Ucap Andini sedikit meninggikan suaranya saat melihat tatapan Alex yang mengisyaratkan agar ia menurutinya.

__ADS_1


" Pakai saja sayang ,ini hadiah dari Mommy." Ucap Alex penuh rayu.


" Astaga Tuhan , bahkan aku melihatnya saja sudah malu , bagaimana kalau memakainya." Ucapnya lirih lalu menghela nafasnya dalam-dalam.


__ADS_2