
" Lala ? dimana Andini?"
Tanya Alex mengenai keberadaan istri yang tak terlihat , kepala yang menoleh ke kiri dan kanan berharap ia menangkap sosok wanita yang ia cari dari pandangannya.
" Lohh, kak Andini belum kembali ! tadi dia bilang mau ke toilet."
Ucap Lala , meletakkan gelas dari tangannya .
Raut wajah Alex berubah dengan sekejap , seolah ada bahaya yang akan mendatangi sang istri.
" kakak cari dulu . Kamu tetap disini ya !"
Ucap Alex berlalu meninggalkan Lala yang terlihat bingung.
Alex dengan tergesa menekan beberapa angka di ponselnya , menempelkan benda pipih itu tepat di telinga dengan wajah yang entah bagaimana ekspresi nya.
Acara resepsi yang belum seluruhnya pulang justru sang pengantin wanita menghilang tanpa jejak.
" Hmm".
Ucapnya sing lalu pergi meninggalkan kerumunan.
*
*
*
" Kau lihat sayang , mama berhasil membawa harta Karun untuk kita!"
Tutur imelda dengan tangan mengusap wajah Andini yang terlelap.
" Silahkan nyonya." Ucap salah satu bodyguard yang membukakan pintu untuk mereka.
Flashback
" La , kakak mau ke toilet sebentar ya ."
Pamit Andini pada Lala juga beberapa teman yang turut hadir di acara resepsi pernikahan nya .
__ADS_1
" Perlu kita antar kak?"
Ucap Keyla dengan tangan memegang gelas.
" Tidak perlu , ini kamu tolong bawakan dulu gelas ku."
Kata Andini menyerahkan gelas bertangkai kepada Keyla.
" Jangan lama-lama ! ".
" Iya , nanti kalau pak Alex tanya bagaimana."
Ucap Ayu yang di jawab Keyla dan di anggukan kecil oleh Andini.
Di angkatnya sedikit gaun yang terlihat begitu mengembang , berjala sembari menahan sesuatu.
Selesai dengan keperluan nya , Andini berdiri didepan cermin besar , mencuci kedua tangannya lalu sedikit membereskan anak rambut yang masih tersusun rapih .
Bruukk
" Maaf ."
" Tidak apa, lain kali hati-hati ya! "
Ucap Andini membantu memasukkan beberapa peralatan makeup nya.
" Maafkan aku !"
Ucapnya berbisik sembari menancapkan jarum suntik tepat di lengan Andini.
" Kau !"
Ucap Andini memegang lengan yang nyeri akibat tusukan tanpa aba-aba.
" Maafkan aku kak . Akan ku beri tahu suami mu , dan akan ku berikan kunci cadangan untuk mu ."
Ucap Intan berbisik tepat di telinga Andini byang mulai tertidur akibat obat bius yang di suntikkan intan.
Bruukk
__ADS_1
" Haloo!"
Serunya saat benda pipih ia tempelkan telinga , menghubungi ibu untuk membantunya membawa Andini.
Di selipkannya kunci cadangan sesuai dengan janji . jujur saja , setelah tau bagaimana perlakuan ibu terhadap ayah sambungnya , serta bagaimana Imelda memperlakukan Andini kini intan lebih memilih untuk hidup sendiri dan berdamai dengan saudara tirinya .
selesai
*
*
*
Derap langkah intan semakin cepat , serta Imelda yang dengan ekspresi bahagia membayangkan pundi-pundi uang mengalir deras saat ia berhasil membawa Andini pada Pras , laki-laki yang begitu menginginkan anak sambungnya.
" Ma , aku tunggu disini."
Ucap intan sedikit mencari alasan.
" Baiklah sayang , tunggu mama ya ! kau pasti lelah!".
Ucap imelda dengan wajah sumbringah .
" Kak Andini ada di lantai 20 , aku sudah memberinya kunci dia akan bangun dalam 30 menit kedepan. kemari lah cepat jangan ganggu ruangan itu ,mereka masih ada di lantai 30 . Aku akan mengalihkan perhatian mereka."
pesannya pada Alex yang sebelumnya sudah ia tulis menggunakan ponsel milik Prayogo.
kluntingg
" Baiklah kalau begitu ,mati kita selesaikan urusan kita . Prass !".
Ucap Alex dengan geram setelah pesan yang di berikan intan terbaca dengan jelas.
" Tenanglah sayang , aku datang !".
Ucap Alex lagi memacu lebih cepat mobil yang ia bawa .
__________
__ADS_1