Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 66


__ADS_3

" Lala ? dimana Andini?"


Tanya Alex mengenai keberadaan istri yang tak terlihat , kepala yang menoleh ke kiri dan kanan berharap ia menangkap sosok wanita yang ia cari dari pandangannya.


" Lohh, kak Andini belum kembali ! tadi dia bilang mau ke toilet."


Ucap Lala , meletakkan gelas dari tangannya .


Raut wajah Alex berubah dengan sekejap , seolah ada bahaya yang akan mendatangi sang istri.


" kakak cari dulu . Kamu tetap disini ya !"


Ucap Alex berlalu meninggalkan Lala yang terlihat bingung.


Alex dengan tergesa menekan beberapa angka di ponselnya , menempelkan benda pipih itu tepat di telinga dengan wajah yang entah bagaimana ekspresi nya.


Acara resepsi yang belum seluruhnya pulang justru sang pengantin wanita menghilang tanpa jejak.


" Hmm".


Ucapnya sing lalu pergi meninggalkan kerumunan.


*


*


*


" Kau lihat sayang , mama berhasil membawa harta Karun untuk kita!"


Tutur imelda dengan tangan mengusap wajah Andini yang terlelap.


" Silahkan nyonya." Ucap salah satu bodyguard yang membukakan pintu untuk mereka.


Flashback


" La , kakak mau ke toilet sebentar ya ."


Pamit Andini pada Lala juga beberapa teman yang turut hadir di acara resepsi pernikahan nya .

__ADS_1


" Perlu kita antar kak?"


Ucap Keyla dengan tangan memegang gelas.


" Tidak perlu , ini kamu tolong bawakan dulu gelas ku."


Kata Andini menyerahkan gelas bertangkai kepada Keyla.


" Jangan lama-lama ! ".


" Iya , nanti kalau pak Alex tanya bagaimana."


Ucap Ayu yang di jawab Keyla dan di anggukan kecil oleh Andini.


Di angkatnya sedikit gaun yang terlihat begitu mengembang , berjala sembari menahan sesuatu.


Selesai dengan keperluan nya , Andini berdiri didepan cermin besar , mencuci kedua tangannya lalu sedikit membereskan anak rambut yang masih tersusun rapih .


Bruukk


" Maaf ."


" Tidak apa, lain kali hati-hati ya! "


Ucap Andini membantu memasukkan beberapa peralatan makeup nya.


" Maafkan aku !"


Ucapnya berbisik sembari menancapkan jarum suntik tepat di lengan Andini.


" Kau !"


Ucap Andini memegang lengan yang nyeri akibat tusukan tanpa aba-aba.


" Maafkan aku kak . Akan ku beri tahu suami mu , dan akan ku berikan kunci cadangan untuk mu ."


Ucap Intan berbisik tepat di telinga Andini byang mulai tertidur akibat obat bius yang di suntikkan intan.


Bruukk

__ADS_1


" Haloo!"


Serunya saat benda pipih ia tempelkan telinga , menghubungi ibu untuk membantunya membawa Andini.


Di selipkannya kunci cadangan sesuai dengan janji . jujur saja , setelah tau bagaimana perlakuan ibu terhadap ayah sambungnya , serta bagaimana Imelda memperlakukan Andini kini intan lebih memilih untuk hidup sendiri dan berdamai dengan saudara tirinya .


selesai


*


*


*


Derap langkah intan semakin cepat , serta Imelda yang dengan ekspresi bahagia membayangkan pundi-pundi uang mengalir deras saat ia berhasil membawa Andini pada Pras , laki-laki yang begitu menginginkan anak sambungnya.


" Ma , aku tunggu disini."


Ucap intan sedikit mencari alasan.


" Baiklah sayang , tunggu mama ya ! kau pasti lelah!".


Ucap imelda dengan wajah sumbringah .


" Kak Andini ada di lantai 20 , aku sudah memberinya kunci dia akan bangun dalam 30 menit kedepan. kemari lah cepat jangan ganggu ruangan itu ,mereka masih ada di lantai 30 . Aku akan mengalihkan perhatian mereka."


pesannya pada Alex yang sebelumnya sudah ia tulis menggunakan ponsel milik Prayogo.


kluntingg


" Baiklah kalau begitu ,mati kita selesaikan urusan kita . Prass !".


Ucap Alex dengan geram setelah pesan yang di berikan intan terbaca dengan jelas.


" Tenanglah sayang , aku datang !".


Ucap Alex lagi memacu lebih cepat mobil yang ia bawa .


__________

__ADS_1


__ADS_2