Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 32


__ADS_3

Waktu terus berjalan, Alex mengulurkan tangannya keatas mengangkat tiga jarinya . Tak berselang nampak sepasang pelayang datang dengan tersenyum di bibir mereka .


" Selamat malam tuan nona , ada yang bisa saya bantu ." Ucapnya sopan dengan sedikit menunduk.


" Sayang , kau mau makan apa malam ini?" Tanya Alex pada Andini.


" Apa saja , yang penting jangan terlalu pedas." Ucap Andini sedikit malu.


Alex mengangguk lalu beralih pada sepasang pelayan yang kini berdiri dengan tegap di sisi kanannya.


" Bawakan semua menu spesial milik kalian , jangan terlalu pedas calon istri saya tidak suka." Ucapnya dengan menatap pupil cantik penuh binar milik Andini.


" Tidak perlu seperti itu kak ." Ucap Andini berbisik dengan sedikit mencondongkan badannya.


Senyum Alex kian mengembang , di genggamnya erat kedua tangan Andini dengan penuh kelembutan. Sembari menunggu pesanan datang nampak mereka saling berbincang membicarakan bagaimana kegiatan masing-masing seperti biasanya.


Dari kejauhan nampak gadis dengan masker hitam menutup hampir seluruh wajahnya, menggenggam erat ponsel dengan beberapa aksesoris yang tergantung di bawahnya.


" Lihat saja , apa yang akan aku lakukan untuk mu ." Ucapnya lalu beranjak meninggalkan tempat persembunyian nya.


Tak butuh waktu lama, semua pesanan datang dengan berbagai macam , steek dengan daging yang di matang sempurna dengan saus lada hitam nampak masih mengepulkan asapnya . Aroma khas daging panggang mampu membuat semua orang yang menghirup aromanya tak sabar untuk melahapnya. Di bagian sisi lain nampak French fries dengan saus utuh kekuningan bertabur hijaunya bubuk matca nampak memanggil untuk di santab.


Cairan berwarna merah menyala dengan gelas sedikit mengembun nampak begitu menyegarkan saat masuk ke dalam tenggorokan.


" Kita makan dulu saja , setelah ini ada makanan spesial yang sudah menunggu ." Ucap Alex dengan senyum mengembang.


" Kak , ini saja banyak sekali makanan yang di siapkan, lalu untuk apa kakak meminta makanan lagi ." Ucap Andini yang masih belum mengerti dengan pikiran Alex.


" Yang ini berbeda , akan ada hidangan penutup setelah ini ." Ucap Alex lalu menyodorkan potongan daging panggang untuk Andini.


Dengan malu Andini menyuapkan apa yang telah di sodorkan, tak ingin membuat pria di depannya kecewa maka ia juga ikut memberi potongan pertamanya untuk laki-laki yang membuatnya nyaman.

__ADS_1


" Sekarang giliran mu ." Ucapnya dengan mulut yang ikut menganga.


Aaaaa


Semua berjalan baik , makanan telah habis dan berpindah ke dalam perut , lalu Alex mengangkat tangan kanannya, tiga orang pelayan napak masuk dengan satu pelayan membawa nampan berisi makanan penutup sesuai janji.


Di kemasnya piring juga peralatan yang sudah terpakai lalu menaruh dua buah cup dengan cokelat yang berbentuk cangkang dengan coklat panas dalam teko lucu.


" Silahkan tuan nona ." Ucap pelayan mengundurkan diri.


" Terima kasih." Andini menjawab dengan senyum ramahnya.


Di pandangnya gelas cantik dengan coklat yang berbentuk telur , di tambah hiasan berwarna hijau menambah cantik bentuknya.


" Tuang lah selagi panas ." ucap Alex lalu masuk pria dengan setelan jas hitam membawa biola lalu memainkannya tak jauh dari tempat mereka.


" Ini kakak yang menyiapkan?" Ucap Andini dengan kagum.


Di tuang nya coklat panas dalam teko kecil , perlahan coklat panas menembus cangkang namun tak mengotori isi di dalamnya. Andini tercengang lalu menatap ke arah dengan kedua tangan menutup mulutnya .


Alunan musik biola seolah menambah kesan romantik dengan lilin yang menyala, matanya berkaca tak mampu berucap membuatnya terdiam membisu.


Alex bangkit mendekat ke arah andini lalu berjongkok sembari menyodorkan kotak dengan cincin kristal yang nampak menawan.


" Sayang , menikahlah dengan ku ." Ucapnya masih dengan posisi yang sama.


Andini semakin tercengang , matanya tak mampu berbohong , luluh sudah air mata yang mengalir tanpa aba-aba. Cukup lama Alex menunggu lalu di angguki Andini sembari mengulurkan tangannya.


Begitu cincin terselip di jari manisnya , Andini di buat tercengang lagi dengan lampu yang tiba-tiba menyala lebih terang bersamaan dengan kemunculan Anna juga David yang telah menunggu sejak tadi.


" Mommy , Daddy." Ucap Andini dengan wajah yang entah bagaimana ekspresi nya.

__ADS_1


'' Selamat sayang , maaf sudah mengganggu waktu kalian ." Ucap Anna sembari memberi pelukan hangat pada calon menantunya.


" Selamat kak ." Teriak dari arah belakang dengan suara yang tak asing.


" Lala , pak Daniel."


" Kak dini selamat ya ." Ucap Nanda yang berdiri dari kursi tak jauh dari posisinya .


" Selamat calon kakak ipar." Kata Allena yang ikut serta dalam acara.


" Kalian semua ." Ucap Andini dengan air mata yang mengalir.


" Kita semua keluarga , sekali lagi selamat ya nak ." Kini David ikut memberi ucapan kepada calon menantunya.


" Terima kasih dad." Ucap Andini juga Alex bersamaan.


Acara berjalan dengan lancar , malam pun semakin larut namun dari luar pintu kaca nampak seorang gadis masih diam mengamati.


" Sialan ." Ucapnya lalu menempelkan benda pipih tepat di telinganya dengan senyum penuh arti.


_________


Haii semuanya !!


Bagaimana kabar hari ini ? author harap kita semua dalam keadaan baik-baik saja ya.


Dukung terus karya author dengan menyertakan like juga komentar.


Beri masuk jika masih ada yang kurang mengerti.


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


Tertanda : Mama kecil 🤍


__ADS_2