
" Anehh , dasar pengantin baru ." Seru Daniel saat pesan singkat masuk ke ponsel nya.
" Kenapa sih mas , pagi-pagi udah marah." ucap Lala meletakkan teh dalam gelas putih beserta potongan Regal di piring kecilnya.
Senyum manis terpampang di bibir Lala , mengusap lembut pundak Daniel serta menarik lengannya. Bersandar pada dada bidang suami membuatnya begitu tenang.
" Selamat pagi sayang ." Ucapnya mengusap perut Lala.
" Celamat pagi juga Deddy." Jawab Lala meniru suara khas anak kecil.
" Jangan suka marah biarkan saja mereka menikmati waktunya berdua mas. Toh kita juga dulu begitu ." tutur Lala sembari mengangkat gelas untuk Daniel.
" Terima kasih sayang."
Cuupp.
Satu kecupan mendarat di kening sang istri.
" Aku tidak marah ! aku hanya sedikit kesal . Semalam sudah ku kerjakan berkas yang ia minta . Tapi sekarang tiba-tiba dia yang membatalkan pertemuannya."
Ucap Daniel lalu menyeruput teh di tangannya.
" Mas mau sarapan disini atau di meja makan?" tanya Lala dengan tubuh yang masih memeluk .
" Emmm , dimana saja asal bersama kalian ." Ucapnya menatap lembut pupil sang istri, mengusap perut dengan penuh kasih sayang."
" Ya sudah , ayo kita turun tadi aku sudah menyiapkannya ." Ucap Lala hendak bangkit dari duduknya.
" Tunggu sebentar ."
__ADS_1
Tahan Daniel lalu mendudukkan istri kesayangannya di atas pangkuannya.
" Ada apa ?" Tanya Lala diselingi senyum ceria seperti biasanya.
" Emmm , hari ini tidak ada Andini di kantor . Apa tidak sebaiknya kamu beristirahat sja di rumah !" Ucap Daniel begitu hari , sembari memainkan rambut mencoba membujuk ibu dari calon bayinya .
" Hmmm , bagaimana ya ? "
Ucap Lala menimbang nasehat Daniel.
" Baby , bagaimana ? kita di rumah saja atau!" ucapnya melirik sang suami.
" Iya iyaaa , kalian boleh ikut Daddy , nanti Daddy persiapan semuanya ya ." ucap Daniel mengerti dengan lirikan istri kecilnya.
Langkah ringan mengiringi dua insan yang saling menggenggam , langkah penuh hati-hati terlihat begitu Daniel sangat menjaga istrinya .
" Pagi buk pak ." sapa mbok nah yang berjalan melewati tangga tepat saat pemilik rumah hendak turun.
Dentingan sendok garpu mengiringi suasana pagi di keluarga kecil Daniel.
Satu mangkuk sup daging dengan nasi hangat kini telah tandas.
" Ok. Mommy bersiap lah dulu , sebentar lagi kita mau berangkat." Tutur Daniel penuh semangat.
" Ok Daddy ."
Ucapnya sembari mengangkat tangan memberi tanda ok menggunakan telunjuk juga jempolnya .
" Mbok ."
__ADS_1
Panggil Daniel begitu Lala menghilang secara perlahan.
" Iya pak ! ada bisa simbok bantu ."
Tutur mbok nah . Tubuh berisi serta rambut yang selalu tergulung khas seorang ibu di pedesaan membuat Daniel begitu tenang saat meninggalkan istri juga calon bayinya.
" Hari ini ibu mau ikut saya , jadi saya minta tolong simbok siapkan cemilan yang kemarin saya beli ya mbok "
" Oh , baik tuan . Apa perlu simbok bawakan bekal buah ya?"
" Emm , itu juga boleh."
Ucap Daniel ramah .
" Njeh pak , tunggu sebentar ya , simbok siapkan dulu ."
Ucap mbok nah dengan bahasa yang terdengar logat tanah Jawa.
Anggukan kecil serta ekspresi Daniel yang begitu ramah membuat mbok nah cepat mengerti dengan perintahnya.
Tap tap taappp..
Langkah terdengar dari arah tangga lantai dua .
Wanita cantik yang kini mengenakan setelan rok navy dengan tali sampai pundak yang berpadu dengan kaus putih serta rambut yang sengaja terikat setengah membuatnya terlihat seperti anak sekolah yang tengah berlibur.
" Cantik sekali istri ku ini ." Ucap Daniel yang kini duduk sembari memegang majalah .
" Siap mommy?"
__ADS_1
" ya Daddy , ayo kita berangkat , hari semakin siang." ucapnya dengan bahasa formal.
____________