Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 39


__ADS_3

Malam telah bergeser , cahaya mentari napak menyembulkan dirinya . Suasana sejuk menerpa wajah cantik Andini yang tersapu hembusan angin lewat alat yang terpasang di atas dinding. Detak jarum jam mengiringi rasa kantuk yang masih belum cukup untuk terlelap , mata sayu nampak tercekat di wajahnya.


" Hhhhuuaaammm ." Lenguh nya sembari menggulung kan tubuh lebih erat di bawah selimut seolah tak rela meninggalkan tempat ternyaman nya .


" Ayo lahh , kita harus bekerja." Ucapnya memaksakan diri untuk menyingkirkan hawa malas di tubuhnya.


Di seretnya paksa tubuhnya dari atas ranjang hangat dengan selimut tebal di atasnya , beberapa bantal serta guling nampak masih berserakan menghiasi kasur empuk miliknya.


" Andini ,, Andini , sayang ." Panggil Alex dari balik pintu.


Tokk tookk ttookkkk


" Andini ? kau baik-baik saja ?" Ucapnya sekali lagi memastikan.


Senyap , tak ada suara sedikit pun Alex menempelkan daun telinganya untuk memastikan ada atau tidak suara di dalam kamar milik tunangannya.


" Sayang ? Andini ? Kau masih tidur ?? " Tak ada jawaban Alex terus mengetuk pintu dengan nada khawatir.


Di dalam kamar mandi , nampak Andini tengah sibuk membaluri seluruh tubuhnya dengan busa tebal memenuhi hampir seluruh lantai.


Air hangat mengalir lewat benda yang menggantung di atas kepala , Aluna lagu juga nampak mengisi seluruh ruangan yang kini nampak berembun di antara dinding kaca pembatas.

__ADS_1


" Heheheemm , lalalaaaaa ." Senandung nya mengikuti alunan musik yang ia putar.


" Pagi yang indah ." Ucapnya sembari menyambar handuk yang di gantung di dekat pintu.


Di matikan ya musik yang sedari tadi menemaninya membersihkan diri lalu beranjak keluar dengan kepala tergulung handuk kecil berwarna putih.


" Sayang aku masuk ya ?" Ucap Alex berpamitan saat tak ada satu pun sahutan dari dalam kamar kekasihnya.


Ceklek


Pintu di buka , Alex menyembulkan kepalanya serempak dengan pintu kamar mandi yang di buka dengan riang.


" Hhhhaaaaaa ." Teriak mereka berbarengan dengan wajah yang terdiam sesaat.


" Aaaa , kakak keluarrr !" Ucap Andini sembari menutupi bagian tertentu dengan spontan nya.


" Tenang ,, kau memakai handuk jadi tidak akan terlihat ." Ucapnya lalu membalikkan tubuh seraya mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.


" Lihat ! aku bahkan tidak menghadap ke arah mu sedikitpun ." Ucapnya lagi menjelaskan.


" Tapi sekilas . Aku seperti melihat sesuatu yang sedikit berbentuk bulat ." Ucapnya menggoda.

__ADS_1


" Kak Alex . Kamu benar-benar ya ." Ucapnya terbirit-birit menarik selimut yang masih terserak d i atas ranjang empuk bersama bantal juga guling yang masuk bak kapal pecah.


" Kak , kakak pergi dulu , aku mau ganti baju ." Ucapnya mengusir Alex juga mengusir kegugupan yang yang sedari tadi berdegup kencang bersama desiran panas bercampur dingin yang tiba-tiba membuatnya salah tingkah .


" Kau ganti saja , aku tidak akan melihat mu kecuali jika kau mengizinkannya." Ucapnya lalu memutar tubuhnya dan.


Bbrruukkk


" Kak Alex pergi !!" Teriaknya nyaring sembari m lemparkan bantal tepat di depan wajah Alex. Namun sayang begitu ia mendorong dan memaksa Alex untuk meninggalkan tempat malah tawa riang yang terdengar begitu menggembirakan dari balik pintu .


" Ahahaaaa . Andini sayang wajah mu lucu sekali ." Ucapnya tak tahan menyembunyikan gelegar tawanya lalu terduduk sembari memegang bantal empuk yang sempat membuatnya sedikit gelagapan.


" Ahahaa , kau lucu sekali sayang ." Ucapnya sekali lagi lalu pergi meninggalkan pintu.


Sepeninggalan Alex Andini ber komat-kamit sembari memegangi kedua pipinya yang memanas.


'' Awas saja nanti , berani-beraninya mengerjai ku ." Ucapnya kesal bercampur malu dengan rona wajah yang tercekat di kedua pipinya.


" Jangan-jangan kak Alex tertawa karna pipi ku memerah ! Jangan sampa dia mengira aku berfikiran jorok !! Astaga Tuhan pagi ku sudah seperti ini." Keluhannya dengan kepala menengadah ke atas langit-langit kamarnya.


___________

__ADS_1


__ADS_2