Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 43


__ADS_3

Kediaman keluarga Mahesa di buat geger , Anna yang engah duduk sembari menikmati cemilan salad nya seketika tersedak setelah menerima telepon dari anak laki-laki nya.


" Mass , mass , biikk ." Teriaknya nyaring memanggil mencari orang-orang yang berada di kediamannya.


" Ada apa sayang ? kenapa malam-malam berteriak." Ucap David sembari menutup pintu disalah satu ruangan tak jauh dari posisi Anna berdiri.


" Iya nya ." Ucap bi Lastri tergopoh dari arah pintu dapur , yang m mang kebetulan ia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.


" Kenapa sih sayang ?" Tanya David lagi .


" Cepat kita pergi ke rumah sakit , dan untuk bi Lastri tolong pesankan makanan nanti siapkan di atas meja ya ? mas , tolong hubungi penghulu sekarang." Ucap Anna cepat membuat keributan.


" tapi sayang , kenapa ke rumah sakit membawa penghulu ? lagi pula siapa yang sedang sakit ?" Ucap David pada istrinya.


" Ihh , Mas ini. Tadi Alex telfon kalau Prayogo sedang di rawat dan minta malam ini untuk menikahkan anaknya." Ucapnya cepat sembari mengutak-atik ponselnya.


" Sakit? Bukanya ."


" Ayok mas , kita sudah di tunggu . Oh iya kita mampir di tempat Pricil dulu ." Ucapnya menyebutkan satu nama pemilik toko perhiasan langanannya.

__ADS_1


" Ya sudah ayo ." Ucapnya menyusul sang istri.


Anna berjalan lebih dahulu , sembari menengok ke arah meja panjang tempat biasa mereka menyantap makanan.


" Emm , bi saya jalan dulu ya . Nanti di siapkan saja kalau sudah mau pulang saya kabarin ya ." Ucap ana lembut pada bi Lastri.


" Iya nya , hati-hati dijalan ." Ucapnya lagi dengan sopan .


Bergegas mereka hendak meninggalkan rumah , namun sayang langkah mereka terhenti saat tiba-tiba panggilan datang dari lantai atas tepat di depan tangga.


" Om , Tante ? kalian mau kemana ? " . Tanya Allena dengan bingung . Berbalut baju tidur lengkap dengan penutup mata yang ia jadikan bandana berwarna putih di atas kepala.


" Allena ." Ucap Anna menengok .


" Tante ." Panggilnya.


" Yuk sayang , cepat ganti baju kamu ikut Tante sama om ." Ucapnya lembut menyadari pakaian apa yang tengah keponakannya kenakan.


" Kita mau kemana ?" Tanya Allena.

__ADS_1


" Kita harus ke rumah sakit sayang , ayo cepat kita sudah di tunggu nanti Tante jelasin ." Ucap Anna lalu bergegas Allena berbalik , mengganti semua pakaiannya yang melekat di tubuhnya dengan yang lebih sopan.


Perjalanan cukup senggang nampak keluarga David siap dengan semua yang di butuhkan , Anna menggenggam erat kotak perhiasan yang akan menjadi mahar dadakannya . Tak lepas dari itu Allena juga nampak gugup seolah dia yang berada di posisi Andini , sedih bercampur rasa bahagia namun terselip kecemasan saat sang ayah terbaring di atas ranjang rumah sakit yang seolah siap merenggut pria yang tak lain adalah ayahnya.


Di depan pintu putih , Alex duduk bersandar dinding kokoh dengan kepala menengadah ke atas langit-langit atap, di pejamkan ya kedua bola mata Alex , kedua telapak tangah yang saling memeluk sembari menyelipkan do'a untuknya juga untuk pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah ya pula .


Ceklek..


Pintu terbuka dengan pelan menampakan Andini dengan wajah sembab keluar sangat hati-hati.


" Apa papa sudah tidur ?" Tanya Alex berdiri melongok sejenak lalu menutupnya lagi secara perlahan .


" Iya kak ."


" Jangan khawatir ya ! semua pasti akan baik-baik saja." ucap Alex lalu menggenggam erat telapak tangan Andini.


" Bagaimana dengan mommy juga Daddy kak ?"


" Sudah ,, mereka sedang dalam perjalanan kau tenang saja ."

__ADS_1


Senyap , suasana ruangan seketika menghening , debar jantung Andini tak bisa di elakkan menikmati kepanikan yang membuatnya takut.


Di sandarnya pundak Alex dengan pelukan kecil yang terasa hangat , Andini mencoba memejamkan matanya mengharapkan setelah ini semua berjalan dengan baik sembari menunggu keajaiban datang dari tangan Tuhan.


__ADS_2