
" Kemana dia . Tumben telat ." Ucap Alex sembari menengok pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Sudah lah , biar nanti saja ." Ucapnya lagi lalu menghubungi sang sekretaris dari perusahaan yang akan mereka temui.
" ( Selamat pagi pak . Ada yang bisa saya bantu )." Jawab wanita dari sebrang telfon.
Selesai dengan satu masalah , akhirnya Alex memutuskan untuk kembali menuju kantor dimana posisi perannya tak kalah penting setelah sang pewaris.
________
Sesampainya di kantor nampak Alex mulai sibuk membolak-balik kan berkas-berkas yang sekiranya akan ia bawa nanti dan juga mengerjakan sejumlah proyek baru yang akan ia garap . Tangannya nampak terampil dengan pupil yang terlihat begitu fokus membaca setiap tulisan yang ada pada layar laptop di hadapannya.
Tangannya terulur memegang gagang telfon yang ada di pojok meja kerjanya , menekan angka lalu meletakkan di dekat telinga.
" Tolong antar kan semua data Minggu lalu ke ruangan saya ." Ucapnya singkat lalu menutup telfon dengan segera.
Lalu memfokuskan lagi pada setiap grafis dengan garis meninggi di setiap angka yang ada di bawahnya.
__ADS_1
" Bagus ! " Ucap Alex dengan senyum mengembang.
Pria dengan postur tubuh sedikit gemuk dengan rambut yang mulai memutih kini tengah duduk sembari memijit pangkal hidungnya , sesekali ia harus menghela nafas berat saat melihat data penurunan dari perusahaan peninggalan sang istri.
Ya . Prayogo yang kini mengalami penurunan terancam bangkrut jika tidak segera mendapatkan donatur dari perusahaan yang mampu menyelematkan perusahaan nya .
2 tahun setelah kepergian sang istri dan memang kesalahan nya lah yang menjadikan perusahan ini berada di ambang dimana kapan saja bisa hangus karena merugi .
Imelda wanita yang sempat menjadi selingkuhannya saat sang istri masih terbaring di ranjang rumah sakit kini sudah resmi menjadi sang istri ke dua , dulu sebelum ia menikahi wanita yang telah mempunyai anak yang hampir sama dengan putrinya sangat jauh berbeda dengan sifatnya yang sekarang.
Wanita lembut dengan pengeluaran yang cukup sedikit karena alasan lebih baik di simpan uangnya kini berubah setelah Prayogo resmi menikahi . Sikap boros arogan juga ikut mengambil adil dalam perusahaan membuatnya harus memutar otak meminjam dana dari perusahaan untuk menutupi kerugian yang kini sudah tak tertolong .
" Kemana anak itu ?" Ucapnya dengan sedikit merasa bersalah.
" Tapi bagaimana lagi , aku tidak punya pilihan lain ." Ucapnya lagi lalu membuka laci yang terdapat di bawah meja kuasanya.
" Maaf kan aku sayang . Aku lali menjaga putri kita aku juga gagal menjadi ayah yang baik ." Ucapnya sembari mengusap lembut foto dalam bingkai putih mungil dimana saat ia juga mendiang sang istri tengah memeluk erat bayi mungil yang kini tumbuh menjadi gadis cantik .
__ADS_1
" Mas ."
Panggil tiba-tiba dengan dorongan pintu tanpa di awali ketukan.
" Papa ." Ucap gadis dengan pakaian nyentrik , sepatu berhak tinggi juga bibir yang merona.
" Kalian . ada apa ? " Tanya Prayogo pada istri juga anak sambungnya.
" Paa , intan minta duit dong . intan mau jalan-jalan sama teman intan sekalian mau beli peralatan buat ngerjain tugas ." Ucapnya tanpa basa-basi.
" Cekk .. Kau ini kemarin kan baru papa kasih . Kamu jangan boros-boros dong ." Ucap Prayogo yang seketika menerima tatapan tajam dari sang istri.
" Mas ! Intan juga anak mu , jadi sudah sewajarnya dia meminta pada mu ."
Ucap Imelda tak terima penolakan dari sang suami pada putrinya.
Kini Intan yang berusia 21 tahun hanya mampu menghambur-hamburkan uang dengan alasan biaya kuliah dengan segudang tugas yang harus ia kerjakan . Properti tugas sang dosen membuatnya harus sering mengeluarkan uang demi nilai mata kuliah yang cukup.
__ADS_1
______________