
" Hah , yang benar saja kak ? aku seolah jadi bahan yang di perjual belikan ." Ucap Andini merasa sedih .
" Bukan begitu maksud ku sayang , jika papa mu tak setuju aku tetap tidak masalah !" Ucap Alex dengan enteng .
" maksudnya ?? Kakak tidak mau menikah dengan ku ? " Tanya Andini setengah kaget.
" wah wah wahhh ,, apa ini bisa di bilang kamu sedang melamar ku nona Andini ? " Ucap Alex sembari menaik turunkan alisnya.
" Kakak ihhh ."
Pllaakkk
" Aauuuu ." Teriak Alex begitu ia mendapat tamparan di lengannya.
" Iya iya , aku hanya bercanda . Aku hanya mengajukan satu syarat yang tidak memberatkan kalian ." Ucap Alex mulai menjelaskan.
" Lalu syaratnya ?"
" Ya aku bilang kalau memang kamu tidak mau di jodohkan dengan Pras ya tukar saja dengan saudara tiri mu . Aku sempat meminta mu menjadi istri ku tapi aku juga menjelaskan , jika kamu menolak aku tidak keberatan yang penting ini tidak ada paksaan termasuk tentang rencana perusahaan untuk menyuntikan dana di perusahaan papa mu . Toh itu juga menjadi hak mu untuk mengembangkan bisnis perusahaan karena memang kamu lah Yanga memiliki hak warisnya. Jadi berkemungkinan besar aku kamu akan segera di undang untuk menanyakan hal ini ." Ucap Alex panjang lebar menjelaskan kepada Andini .
" Maaf kak aku salah sangka ." Ucap Andini tak enak .
Alex tersenyum, mengusap lembut pucuk kepala Andini sembari memeluknya erat, menenangkan wanita yang beberapa bulan ini mampu membuatnya nyaman , sosok keras kepala yang sempat ia rasakan dulu ternyata bukan sifat asli yang ia miliki , kini yang bersamanya sekarang seolah bukan Andini dengan sikap kurang menyenangkan. Wajar saja jika seperti itu , kurangnya perhatian mampu mengubahnya menjadi anak yang sedikit susah di atur.
__ADS_1
Malam berlanjut Andini sibuk mengutak atik laptop sembari mengunyah makanan yang tinggal menyisakan sedikit. Baju tidur panjang dengan sendal berbulu membuatnya semakin terlihat lucu , bando kain dengan karakter buah menjadi kesukaannya.
" Sedang apa ?" Tanya Alex dengan membawa bantal mendekat ke arah Andini .
" Mau nonton ." Ucapnya dengan enteng.
" Nonton? pakai laptop? lampu menyala mana seru ." Ucap Alex lalu bangkit dari duduknya , mematikan lampu ruang tamu.
" Nah kan , kalau begini cocok ." Ucapnya duduk kembali mengangkat toples ciki yang sudah hampir tandas.
" Jangan terlalu banyak makan manis , nanti gigi mu sakit ."
Sentil Alex pelan dengan gemas.
" Iya kak , nanti sikat gigi ."
___________
" Sayang ." Ucap Daniel pada istrinya.
" Iya mas . "
" Mau bicara sesuatu ."
__ADS_1
" Sini duduk ." tepuk ringan lala pada sofa kosong di sebelahnya.
" Kenapa? ada masalah hari ini ?" Tannya Lala dengan hati.
" Tidak , tapi ini harus ." Ucapnya lagi sembari memposisikan kepalanya pada paha Lala .
" Hati-hati jangan sampai disana macam-macam ya , aku tunggu di rumah pulang secepatnya ya ." Ucap Lala , tangannya mengusap lembut rambut hitam yang selalu terlihat rapih , matanya menatap lekat wajah sang suami yang dulu tidak pernah menyangka akan sedekat ini , laki-laki dengan rasa angkuh laki-laki yang hanya mengandalkan kekuasaan untuk menyingkirkan semua permasalahan , namun juga tidak pernah melebihi semua batasan , pria yang sering di perebutkan sampai ia pernah berselisih faham dengan rekan kerjanya.
" Sudah mengantuk ?" Tanya Daniel yang merasa sedang di perhatikan.
" Belum . Biar seperti ini dulu , aku suka ." Ucapnya jujur membuat Daniel tersenyum hangat lalu mengangguk.
Malam semakin larut , jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas, Alex masih setia mendampingi wanita yang mengajaknya menonton , menolak sudah walau sudah sangat larut . Tapi nyatanya dia kini tertidur pulas sembari memeluk guling kecil dengan selimut yang membalut tubuhnya.
Di singkapnya rambut yang menutupi sebagi wajah Andini , Alex membenarkan posisi duduknya, mematikan laptop lalu membawa Andini beristirahat dengan nyenyak di atas ranjang yang kini di penuhi semua perlengkapannya.
Bingkai mungil dengan wajah sang ibu juga ayahnya tengah menggendong tubuh mungil yang berbalut selimut tebal .
Satu bingkai dengan foto yang tak jauh beda , hanya saja tidak ada bayi di sana . Ya itu foto milik mereka , dengan posisi saling memeluk , dengan setelah jas beradu dengan pasangan wanita bergaun cantik saat acara pernikahan saudara beberapa bulan yang lalu. Kedekatan yang tidak pernah ia duga membawanya pada kebahagiaan nyata.
Ccuupp
"Selamat tidur sayang ."
__ADS_1
" Berdoalah semua akan baik-baik saja." Ucapnya menyelipkan do'a sebelum ia berlalu .
______________