
Gaun cantik berwarna pich menjadi pilihannya, dengan model lengan terjatuh tinggi gaun selutut dengan kelap-kelip dari Glitter yang berkilau saat terkena cahaya lampu. Sepatu hak tinggi berwarna coral beach tak luput menjadi sorotannya. Rambut rapih terurai dengan Cepot yang terselip dekat telinganya terlihat begitu pas tak terlalu berlebihan.
" Ini aku ?" Tanyanya di depan cermin begitu ia nampak mengagumi.
" Cantik bieb, you suka?" Ucap Emma dengan senyum yang turut mengembang.
" Aku suka , terima kasih Miss Emma."Ucap Andini lalu memeluk pria dengan gaya anggun tersebut.
" Coba sini , you muter dulu biar eyke liat apa yang kurang ." Ucapnya menggandeng Andini untuk bangkit .
Dengan senyum merekah Andini memutarkan tubuhnya perlahan sembari kedua tangannya memegangi rok seolah ia seorang Cinderella.
" Gaswat , ada yang kurang ini beib ." Ucap Emma sembari menutup mulutnya.
" Kurang ? Apa yang kurang aku rasa ini sangat menakjubkan." Ucap Andini di buat bingung.
" Ada ."
" Apa ?"
" Pasangannya." Ucap Emma pelan di belakang telinga , sontak membuat Andini mengayunkan pundaknya.
Dukk
Aawwcciii
" Bisa aja ." Ucapnya malu-malu.
Emm meringis sedikit saat tubuhnya sedikit limbung akibat senggolan bahu Andini yang mendadak .
" Mmm maaf Miss , Andini tidak sengaja . Are you ok Miss ?" Tanya nya lagi dengan sungguh.
" Yuk lah cuss , entar babang tamfan ngamuk ." Ucap Emma menyudahi kekaguman yang Andini berikan.
__ADS_1
Emma menggandeng lembut Langan Andini , membawanya pada satu tirai pembatas lalu menyingkir sedikit , menekan salah satu tombol yang terdapat pada dinding pojok bagian kanannya.
Ssrrreetttt
Suara gorden yang tersingkap menggema secara perlahan.
Andini tertunduk meremas kedua tangan nya dengan perasaan yang sangat menegangkan.
Di sofa embuk nampak Alex membenarkan posisi duduknya, menutup lambat majalah yang berada di tangannya seolah dalam gerakan slow motion.
Pandangannya tak lepas dari gadis manis yang kini tengah berdiri mematung , menatap ke arah ujung sepatunya seolah ada hal yang lebih menarik di bawah sana.
" Sempurna." Satu kata yang keluar dari mulut laki-laki bertubuh tinggi besar itu.
Alex mendekat mengangkat dagu Andini dengan satu jari telunjuk nya , tanpa memperdulikan ada siapa saja dalam ruangan itu.
" Kak ." Ucap Andini panik begitu wajahnya di tarik mendekat.
" Eekkhhemmm." Dehem kencang Emma gemas dengan tingkah sepasang kekasih yang seolah tak terganggu sama sekali.
" Mm maaf Miss Emma." Ucap Andini terbatah.
" Menganggu saja." Ucap Alex lirih bahkan hampir tak terdengar.
Dengan langkah gemulai Emma mendekat sembari mengumbar senyumnya.
" Bagaimana yey suka ? " Tanya Emma sembari memegang pundak Andini, memamerkan hasil karyanya yang menakjubkan.
" Aku suka , terima kasih bantuannya ." Ucap Alex dengan senyum mengembang dengan menatap lekat pupil Andini dengan dalam.
" Akan ku transfer sesuai dengan kemampuan mu ." Ucap Alex lalu menggandeng Andini pergi menuju tempat yang sudah ia janjikan.
" Selamat bersenang-senang." Ucap Emma lagi melambai ke arah mobil yang melaju.
__ADS_1
Deru mesin mobil halus terdengar di telinga , jejeran gedung menjulang seolah pemandangan yang tak bisa di hiraukan, Andini menatap ke arah luar jendela dengan senyum terus merekah di dalamnya. Alex melaju dengan kecepatan sedang, membiarkan Andini juga dirinya menikmati kebisuan yang ada , pikirannya melayang jauh dengan apa yang sudah ia siapkan.
Tak berselang lama, mobil berhenti terparkir sempurna pada area khusus yang telah di siapkan.
Andini menengok kiri dan kanan merasa aneh dengan tujuannya .
" Kak , kita tidak salah tempat?" Ucapnya dengan wajah kebingungan.
Tak ada jawaban Alex memutari mobilnya membuka pintu untuk sang bidadari yang kini tengah berperan dengan pikirannya.
" Ayo masuk , acaranya ada di dalam , sengaja tidak membuat tanda karena hanya beberapa orang saja yang menghadiri." Ucap Alex yang di angguki Andini.
Sebuah restauran klasik , beberapa bunga nampak terlihat merekah di sisi pintu masuk . Masih dengan rasa yang tidak biasa Andini memandang seluruh isi dengan keheranan.
" Kak dimana tempat acaranya." Ucap Andini lagi.
" Kak katanya mau menghadiri pesta ulang tahun , ini terlihat seperti akan mengadakan makan malam ? ''
Ucap Andini melihat semua susunan lili juga vas bunga kecil di atas meja.
" Sudah tidak apa-apa, pesta ulang tahun kan juga pasti ada acara makan-makan nya.
Kau tau sayang author kita juga kemarin sempat di janjikan akan pergi ke pasar malam tapi nyatanya di malah di ajak menonton wayang." Kata Alex dengan penuh ekspresi.
" Hah , yang benar saja kak, bagaimana ceritanya ramainya pasar malam di ganti dengan suara musik gamelan." Kata Andini dengan wajah terkejut.
____________
Wah wah wahhh
Cari masalah ni bang Alex , berani-beraninya bongkar rahasia author 🤦♀️🤦♀️ Minta diapain sebenarnya.
Udah dinner yang bener aja dulu, pake acara ghibahin author lagi 🥴
__ADS_1
Salam sayang buat semua . Semoga harimu menyenangkan 🥰