
Pagi hari di temani udara yang sejuk , gerimis rintik-rintik membuat siapa saja malas meninggalkan ranjang serta selimut hangat yang memberi kenyamanan , kini sudah pukul lima , nampak Andini bersusah payah mengumpulkan semua energinya untuk membuang rasa malas yang menyerang dirinya. Di singkapnya selimut menggunakan kaki lalu duduk dengan tegap , di tenggak nya satu gelas penuh air putih di atas meja kecil dekat ranjang .
" Hhhuuuaammmm ."
Ucapnya menguap lebar seraya merentangkan kedua tangannya ke atas ,menghilangkan rasa pegal akibat semalaman bergelut bersama mimpi sejak malam baru datang .
Klik ,
ssrrreetttt
Bunyi remot AC beserta gorden yang sengaja di buka . Deretan gedung menjulang nampak masih tertutup, beberapa dari jendela nampak sudah ada yng menyala terang , mungkin sudah terbangun pemiliknya .
" Okk , Hari baru pagi baru juga semangat baru ." Ucapnya lalu mengikat asal rambutnya , masih dengan piyama sebatas lutut dengan atasan berlengan pendek, ia keluar hendak meracik menu pagi yang sekiranya cocok untuknya juga Alex sang pemilik apartemen untuk di santap di cuaca yang sedikit sendu.
Di bukannya lemari pendingin , di geledah semua isi yang ada lalu terlintas salah satu makanan yang mungkin cocok .
" Ramen ." Ucapnya lalu mencari bahan juga mie yang biasa ia letakkan di dalam kulkas .
Di ambilnya beberapa potong daging lalu di rendam sesaat agar tak terlalu dingin , sembari menunggu di potongnya kecil-kecil bawang putih juga Bombay , jahe di geprek.
Setelah itu di cincang juga daging lalu di rebus dengan rempah yang sudah ia siapkan .
Di tumis semua bahan lalu di masukkan kuah kaldu daging yang sebelumnya sudah ia masak lalu ia rebus mie yang sudah siap dalam panci berisi air panas.
Begitu selesai , di susunnya dalam mangkuk mie beserta sup yang masih mengepul , di tambahkan potongan daun bawang telur rebus setengah matang juga irisan daging yang terlihat mengukirkan.
Sebagai pelengkap di sajikan juga sambal yang terlihat merona seolah melambai ingin segera di santan bersama-sama.
" Siappp ." Ucapnya semangat lalu pergi berlalu , mengutuk pelan pintu kamat Alex yang nampak masih tertutup rapat.
" Kkaakkk ." Ucapnya sembari mengetuk.
Tok
__ADS_1
Tokk
Ttoookkk
" Kak Alex bangun , sudah jam enam , ayo kita sarapan dulu , aku punya resep baru ,kakak harus mencoba ." Ucapnya lagi dengan semangat.
Took tokk ttoookk
" Kak ."
Bbrruukk
" Aauuhhh ."
" Kakakkk ." Keluhnya sembari mengusap keningnya.
" Pagii ." Ucapnya tanpa rasa salah.
" Hhmmm . Pagi kak , makan dulu keburu dingin ." Ucapnya lalu melangkah lebih dahulu.
" Kakak , aku bukan makanan !"
" Iya ,, siapa bilang kamu makanan ."
Di tariknya kursi dalam meja bundar , nampak kepulan asap masih menari di atas mangkuk dengan isi beberapa macam.
" Kamu yang masak ?"
" Bukan kak , tadi ada kucing yang datang dengan bingkisan di lehernya." Ucap Andini sedikit kesal.
Alex tersenyum , menahan tawa dengan apa yang sedang di lihat.
Ssrruupuutt
__ADS_1
" dengan gerakan lambat Alex menyeruput kuah sup dengan mata seolah menilai.
Andini dengan wajah menunggu , bibir yang di gigit tanpa sengaja sembari menggenggam erat kedua tangannya.
" Bagaimana kak ?" Tanyanya dengan penuh harap.
Tak ada jawaban Alex terdiam sembari mengecap rasa yang tersisa di pinggir bibirnya.
" Kakkk ."
" Enak , ini sup terenak yang pernah ku makan." Ucapnya dengan wajah yang berubah tersenyum.
" Yang benar kak ?" Tanya nya tak percaya.
" Ya ,rasa asin manis juga pedasnya cocok di lidah ku sebentar ." Ucapnya kini memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.
"Dagingnya lembut , emm telurnya juga tidak amis , daun bawangnya juga enak tidak terlalu menyengat mie nya juga pas tidak terlalu matang juga tidak terlalu keras , cocok dengan yang masak ."
" Ehh , cocok dengan cuaca di luar ." Ucapnya kini sukses membuat Andini tersipu.
Di benahinya anak rambut yang sedikit terlepas dari ikatan , di adiknya mangkuk sup yang berada di depannya . Dengan mata tertutup di masukkan nya kuah sup kedalam mulutnya dengan begitu yakin.
" Eemmm . Tapi aku rasa ini sedikit keasinan ." Ucapnya dengan mata menyipit.
" Pas , mungkin kamu yang kurang suka asin." Ucapnya dengan nada lembut.
" Lalu begitu , lain kali masaklah dengan selera mu , nanti aku bisa menambahkan garam jika kurang terasa ." Ucap Alex lagi tanpa menyakiti perasaan gadis yang sudah bersusah payah membuatkannya sarapan.
" Iya kak , lalu di ambilnya air hangat untuk di tuang kedalam mangkuk agar rasa asinnya sedikit berkurang.
" Ini cukup ?"
" Iya . Terima kasih kak ."Ucap Andini begitu menyuapkan sup dengan rasa pas.
__ADS_1
Dengan cepat Andini bangkit , hendak mengambil gelas yang sempat ia lupakan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera menuang air panas kedalam mangkuk sup nya dengan gerakan cepat.
____________