
Malam menyapa hembusan angin menyeruak menusuk indra pada sekujur tubuh , bulu tangan seolah meremang bersama tiupan tepat mengenai kulit. Alex yang sedari tadi mengamati wajah cantik Andini yang terlelap di pundaknya tak kuasa untuk membangunnya.
Pekerjaan yang cukup menguras tenaga di tambah dengan berkumpul bersama sahabatnya membuatnya terlelap di dalam ruang private yang tersedia di dalam cafe.
" Kak Andini kelelahan . Apa engga sebaiknya kita pulang ." Ucap Lala sembari mengucek mata sayu nya.
" Iya , kamu juga pulang . Mungkin Allena udah tidur juga ." Kata Alex sembari melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Ok . kita ketemu di tempat aja besok ." Ucap Daniel yang di angguki Alex dengan cepat.
Pukul 23.30 semua nampak mulai membubarkan diri. Daniel bersama Lala , Alex dengan Andini . Allena, ya anak itu sudah pulang terlebih dahulu di antar Jonatan sopir pribadi barunya yang ia jadikan pasangannya malam ini , sedangkan Nanda dengan terpaksa harus menunggu Gio sang kakak untuk membersihkan tempat terlebih dahulu,bukan tidak percaya dengan Irfan . Hanya saja orang tuanya sudah menitipkan sang adik padanya.
" Kak kita pulang dulu ya ." Pamit Lala pada Gio.
" Iya . kalian hati-hati ya, makasih juga udah nyempetin waktu buat kesini." Tuturnya dengan sedikit senyum di bibirnya.
__ADS_1
Bukan apa ,dulu ia harus terkena bogem mentah suami dari wanita yang sudah ia anggap adik sendiri. Daniel cemburu dan merasa marah saat dirinya tersenyum hingga nampak gigi dan untungnya Lala juga Alex mampu menahan kepalanya yang sudah melayang tepat di depan wajahnya.
" Tidak perlu sekaku itu. Anggap saja dulu adalan Salam perkenalan ya." Ucap Alex menepuk pundak Gio singkat sembari tersenyum seolah tau apa yang ada di dalam otaknya.
" Iya. Hanya saja saya sedia payung sebelum hujan bang." Ucapnya dengan wajah menahan malu .
Begitu selesai dengan acara , nampak Alex berusaha menggendong Andini menyelimuti nya dengan jas yang ia kenakan tadi . Mengingat Andini menggunakan rok span pendek dan tidak mau otak nya berfikir macam-macam. Tidak di pungkiri ia laki-laki normal , akan sangat bahaya jika melihat apa yang membuat menjadi bringas.
" Uugghh." Lenguh Andini di dalam dekapan Alex.
Di bukannya pintu mobil lalu meletakkan tubuh sang kekasih dengan amat sangat hati-hati , lagi. Tangannya terjatuh dan tak sengaja menggapai sesuatu yang hampir berdiri sempurna saat ini.
" Ssrrtt ." Umpat Alex segera menutup pintu mobilnya.
Perlahan ia menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan cepat secara berulang , dirasa sudah cukup untuk menenangkan pikirannya ia memutar lalu membuka pintu mobil melaju dengan kecepatan sedang. Malam semakin terasa jalanan pun nampak sudah senyap , tak ada kemacetan yang menjadi ciri khas kota metropolitan. Hawa dingin dari AC mobil serta alunan musik lembut menjadi temannya menyetir karena Andini tertidur.
__ADS_1
Diliriknya sejenak ke arah wajah gadis cantik yang setiap hari membuat keramaian dengan ocehannya , kini ia nampak tenang dengan mata terpejam . Di usap pelan pipi yang terbalut make up tipis dengan bibir berwarna merah muda.
" Eemmhhh ." Lenguhnya lagi merasa tidurnya terusik.
Alex tersenyum menarik lagi tangan yang baru saja mengganggu ketenangan sang kekasih.
Cupp
Dengan gerakan lembut Alex mencium punggung tangan Andini yang terasa hangat lalu meletakkan kembali .
Di perjalanan Alex terus menyusun apa saja yang akan ia lakukan esok bersama Daniel untuk mengutarakan niatnya pada Andini.
" Semoga semua berjalan lancar." Ucapnya lirih sedikit berdesah sembari mengusap lembut pucuk kepala Andini, lalu melempar pandang pada arah jalan raya yang semakin terasa senyap.
_______
__ADS_1