Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
part 52


__ADS_3

" Mas , mas ayo bangun kita terlambat !" tutur Andini panik bukan kepalang saat jarum jam menunjuk pada pukul tujuh .


Lenguhan Alex terganggu dengan tubuhnya yang tiba-tiba terguncang.


" Pagi ." Ucap Alex menyapa dengan senyum mengembang .


" Pagi mas , ayo kita sudah terlambat !" Tutur Andini panik.


" Tidak mandi dulu?" tanya Alex saat tiba-tiba Andini menyusun beberapa baju yang ia ambil dari lemari.


" Astaga aku lupa . Ini gara-gara semalam . Lihat sekarang tubuhku begitu kotor ." Tutur Andini menatap baju yang masih berlumuran tepung.


Dengan gerakan cepat Andini bergegas menuju kamar mandi dan mengunci diri , takut jika sesuatu terjadi seperti apa yang pernah di ceritakan beberapa temannya yang sudah memiliki keluarga baru.


" Ayolah Andini kenapa kau berpikir kotor !" Rutuk nya pada diri sendiri.


Sepeninggalan Andini nampak Alex menggulung kan lagi dirinya pada selimut tebal yang masih berserakan beserta beberapa bantal kecil yang masih menghiasi ranjang tempatnya beristirahat.


" Andini ! sekarang kenapa kau seperti anak kelinci yang takut di terkam kucing ." ucapnya dengan senyum di bibirnya.


Begitu kegiatan selesai dengan baju kerja yang telah menempel rapih pada tubuh sepasang pengantin baru kini mereka bersiap pergi bekerja walau jarum jam kini sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

__ADS_1


" Bagaimana ini ? sudah sangat siang !" ucap Andini cemas.


" Aku sudah menawarkan untuk ambil libur beberapa hari kan ! Kenapa tidak mau? toh Daniel juga tau kan kalau kita ."


" Gapapa mas ! Aku aku harus berangkat hari ini , ada beberapa tugas yang harus aku kerjakan . Dan itu tidak aku bawa untuk ku kerjakan di rumah." Alibi Andini yang sedikit masuk akal.


" Aku bisa minta salah satu pekerja disana untuk mengantarkan nya."


" Tidak perlu mas . Toh ini sudah hampir sampai juga kan!" Dalil Andini lagi dengan alasan yang . Klasik.


" Okk . Jangan memaksakan tubuh mu untuk bekerja , jika tidak kuat kamu bisa keruangan ku untuk beristirahat ya ." Tutur Alex lembut sembari mengusap pucuk kepala istri nya .


" Hmm." Angguk Andini dengan senyum di bibir kecilnya.


" Selamat pagi pak mbak Andini." ucapnya ramah namun sedikit ragu.


" Pagi pak." Jawab Andini dengan ramah .


Sesampainya di lantai atas , lantai dimana seluruh tim divisi nya berkutat pada beberapa dokumen juga layar monitor yang nampak menyala.


" Andini." tegur Ayu saat tidak sengaja ia memutarkan tubuhnya.

__ADS_1


" Eheheee . Maaf ya semuanya hari ini aku terlambat." Tuturnya penuh sesal.


Diam semua nampak terdiam menatap wajah yang tak seperti biasanya.


" Ah iyaa tidak masalah ! kenapa kau memaksakan diri harusnya kau beristirahat saja di rumah ."


" Iya , jangan memaksakan jika kau tidak sehat ." Tutur kepala tim di ruangannya.


" Tidak sehat ?"


" Ya , tadi Lala bilang kau tidak bisa datang kemari karena sakit , dan memang benar mata mu tidak berbohong ." ucap Doni yang di angguki rekannya.


Di rogohnya alat make up miliknya yang selalu ia bawa dan.


" Astaga , ini pasti karena aku tidak tidur dengan cukup ." Ucapnya dalam hati sembari mengingat kejadian semalam.


Dimana ia harus berpura-pura membuat bubur agar menghindari kejadian yang mungkin belum ia siapkan . Belum lagi saat di atas ranjang saat dirinya berusaha mempertahankan tumpukan bantal yang ia minta pada salah satu petugas hotel dengan hasil zonk karena ia kalah dalam permainan.


" Ehehee , tidak apa-apa. ini sudah lebih baik." Ucapnya dengan senyum canggung.


" Kak Alex , ini karena mu ." Ucapnya lagi menenangkan diri.

__ADS_1


___________


__ADS_2