
Deru nafas dengan dengkuran kecil sembari memeluk erat guling di hadapannya.
Tubuh kecil yang kini nampak semakin berisi dengan pipi yang juga ikut mengembung bahkan sekarang ia begitu sensitif dengan hal-hal kecil.
" Selamat tidur sayang ." Ucap Daniel membenarkan selimut yang tersingkap setelah ia mengusap lembut perut rata Lala agar tak mengganggu tidur nyenyak nya.
Lampu kuning kini menyala , gelapnya langit serta hembusan yang menerpa pepohonan yang sengaja Lala taruh pada loteng bergoyang bersama hembusan angin malam yang menyapu alam.
Beranjak Daniel meninggalkan kamar , berlalu menuju ruang kerja'a yang tak jauh dari pintu kamarnya.
Ceklekk
Pintu terbuka , cahaya terang menyilaukan mata. Deretan buku-buku besar menghiasi rak lemari yang nampak penuh namun tersusun rapi.
Di bukanya beberapa berkas dalam map terpisah , memastikan isi dalam berkas benar dan bukan palsu atau kertas yang telah di rombak.
" Andini Putri Prayogo . " Ucap Daniel saat membaca beberapa berkas yang Alex titipkan padanya.
" Hah , ternyata mereka hanya sebatas pemimpin di belakang layar ." Ucapnya begitu nama wanita yang berstatus sebagai istri dari pria yang menyerahkan berkas kepada Alex.
" Kontrak ! Begitu cara dia bermain ." Ucapnya dengan sengit di wajahnya.
Beberapa jam berkutat pada berkas juga email yang belum sempat ia periksa , kini waktu terus berjalan Daniel kembali menuju tempat beristirahat bersama istri yang mungkin sebentar lagi akan terbangun mencari sesuatu untuk dimakan.
" Mas ." Panggil lirih wanita cantik yang terduduk sembari mengucek matanya pelan .
" Kenapa sayang? mau cari sesuatu yang manis?" Tawar Daniel yang beberapa hari ini sedikit hafal dengan tingkah jabang bayi yang berada di dalam perut sang istri.
Ccuup
" Maaf ya , mas tadi ada pekerjaan sedikit! !"
__ADS_1
" kau lapar hmm jagoan Daddy?" Tanya Daniel pada perut rata Lala.
" Dia belum bisa mendengar mas." Ucap Lala geli dengan tingkah suaminya.
Senyum manis terukir di keduanya , dengan perlahan Daniel menggandeng Lala membawanya keruangan dengan peralatan dapur lengkap di dalamnya.
" Mau makan apa malam ini?" Tanya Daniel begitu ia mendudukkan istri kesayangannya.
" Terserah mas saja . Mas pasti juga lapar." Tutur Lala.
" Tau saja . Lihat perut ku sekarang jauh lebih besar dari mu ." Pamer Daniel yang memang sedikit membuncit.
" Ini namanya hamil bareng istri." Goda Lala mengelus perut Daniel dengan gemas.
" Ya sudah kita makan nasi goreng seafood bagaimana?" Tanya nya pada Lala.
" Boleh saja ! apa perlu Mommy bantu ?"
" hemm?" Dehem Daniel dengan ucapan Lala.
" Aku mau kita terbiasa ." Ucap Lala dengan malu-malu.
" Tidak perlu mom , Daddy yang akan menyiapkan makanan untuk kalian." ucap Daniel diselingi senyum di bibirnya.
Malam semakin larut kedamaian alam menyelimuti suasana . dentingan peralatan masa serta harum dari makanan yang hampir matang begitu menggugah selera.
Dari balik pintu bercat coklat wanita paruh baya duduk sembari menajamkan penciumannya.
" Siapa yang masak malam-malam begini?" tuturnya hendak melangkah keluar.
Langkah khas seorang ibu dengan tubuh sedikit berisi , setelan baju juga celana panjang semakin mendekat kearah pintu dapur .
__ADS_1
" Apa ada maling?" Ujarnya lagi.
" Loh mbok ! kenapa bangun? " tanya Lala setelah mendapati asisten rumah tangganya keluar dari balik pintu .
" Em , itu Buk saya kira ada maling yang masuk rumah ." Ucapnya takut sebab maling yang ia sangka adalah majikannya yang tengah sibuk menyelesaikan kegiatannya.
" Ahahaaa , simbok bisa aja ." Tawa mereka yang di balas tawa kaku oleh asisten nya.
" Kenapa ibu tidak membangunkan saya ?"
" Tidak mbok , untuk menu makan malam di jam segini biar saya saja yang menyiapkan . Simbok istirahat saja , karena ibu suka lapar ." Tutur Daniel lembut menatap istri yang tengah duduk dengan diam.
" Wahh , romantis sekali bapak ini . hehehee." Ucapnya sembari tertawa lucu .
" Berhubung simbok sudah kebangun , bagaimana kalau kita makan bersama ?" Ajak Daniel menunggu persetujuan.
" Iya mbok . Kita makan bareng ya ?''
" Tapi buk?"
" Sudah ayo duduk disini ! jarang-jarang kita dapat makanan dari tangan bapak langsung." Ledek Lala lebih mencairkan suasana .
Senang bercampur haru beberapa berada didalam rumah ini , deretan kebahagiaan semakin terasa. Jauh dari keluarga bahkan anak-anak yang dulu begitu dekat kini terasa jauh dari jangkauan nya.
" Terima kasih buk pak ." Ucapnya sembari mengusap sudut mata yang mulai menggenang.
" Sudah mbok , anggap saja kita anak-anak simbok . Iya kan mas!"
Ucap Lal sembari mengusap lengan wanita paruh baya yang duduk di dekatnya.
Anggukan kecil dengan senyum di wajah Daniel seolah ada kelegaan tersendiri untuknya. Tak membedakan sebuah kekayaan , pasangan muda yang kini tengah menanti kehadiran buah hati nampak semakin harmonis dan tentunya membuat seluruh isi rumah menjadi damai.
__ADS_1
Pangkat dan jabatan yang tinggi ya mengurangi kesopanannya kepada yang lebih tua , kepada mereka yang sebenarnya hanya orang asing yang membantu merapihkan kerajaannya.
___________