Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 15


__ADS_3

" Terima kasih pak ." Ucap Andini lalu menyodorkan sejumlah uang tunai .


" sama-sama nona ."


Begitu keluar Andini bergegas menuju lantai apartemen milik Alex tanpa sempat membalas sapaan security yang biasa bergurau dengannya.


" Non ."


Tak begitu melihat sekelilingnya Andini menekan tombol lift lalu masuk begitu pintu terbuka.


Ting


Pintu terbuka, Andini bergegas melangkah cepat menuju pintu apartemen lalu menggesekkan kartu pada bagian pintu .


" Kak ." Ucap Andini lalu terdiam saat melihat setangkai bunga tergeletak di atas meja kecil tepat tak jauh dari pintu.


" Kak ." Panggilnya lagi memastikan suasana yang nampak tak berpenghuni.


" Selamat sore calon istri, cepat bersihkan tubuh mu . Aku keluar sebentar untuk membeli makanan jadi kau tak perlu repot menyiapkan makan malam." Pesan dari kertas yang tersimpan di bawah bunga.


Andini tersenyum senang , wajahnya seketika merona dengan kata yang ia garis bawahi di dalam hatinya.


" Uuuu kak Alex kau romantis sekali ." Ucapnya lalu mencium dalam-dalam aroma bunga mawar berwarna putih dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Lain dengan gadis yang kini tengah menjalani kehidupan yang akan menjadikan nya wanita karir . Allena sedikit menggerutu melihat sejumlah kertas yang berserakan di atas mejanya.


" Papaaa , aku tidak bisa ." Ucapnya kesal saat mempelajari ilmu bisnis bersama sang papa.


" Kamu pasti bisa , kamu hanya belum terbiasa ." Ucapnya memberi semangat.


" Iya , kamu pasti bisa bukannya kamu sendiri yang mau seperti kakak mu ." Celetuk Monica sembari membawa secangkir kopi untuk suaminya.


" Terima kasih." Ucapnya dengan mengumbar senyum di depan sang putri.


" Uuuhhhh Soo sweet." Ucap Allena menggoda orang tua nya.


" Allena." Ucap mama sedikit malu seolah sedang di pergoki putri sendiri.


" Eehehee . Apa Allena bisa seperti mama papa saat Allen menikah nanti." Ucapnya kini dengan wajah sedih.


" Iya ma , kalau jodoh Allena nanti bukan dari kalangan pembisnis bagaimana ma pa ? apa mama papa juga akan setuju?" Tanya Allena dengan khawatir.


" Siapapun jodoh mu nanti , asalkan dia setia dan bertanggung jawab , papa dan mama tidak akan mempersulit ." Ucap sang ayah lalu menyeruput kopi hitamnya .


" Tapi , papa tidak bisa menjamin dengan kedua kakak mu . Mungkin mereka akan sedikit susah melepas mu ." Ucap ya lagi kini dengan memposisikan tubuhnya agar sedikit menyender di atas sofa .


________

__ADS_1


Alex menepikan mobilnya lalu berbelok menuju halaman apartemen pribadi dengan sejumlah makanan di samping jok pengemudi.


" Selamat sore menjelang malam tuan ." Sapa security sembari membungkukkan tubuhnya.


" Iya ,oh iya pak apa Andini sudah pulang?"


" Sudah tuan , non Andini sudah sampai dari 1 jam yang lalu , dia terlihat buru-buru, sampai-sampai sapaan saya tidak di jawab." Adunya pada Alex.


" Begitu pak? mungkin ada sesuatu yang harus dia kerjakan ." ucap Alex berpura-pura tak tahu.


" Iya pak . Bisa saya bantu bawakan barangnya tuan?" Tawarnya dengan sopan.


" Tidak perlu pak , cukup bapak jaga keamanan saja , kalaupun diperlukan nanti saya hubungi." Ucap Alex dengan ramah seolah mereka sama tak memandang siapa dan memang Alex bukan tipe yang irit bicara kecuali dalam dunia bisnis.


" Baik pak kalau begitu ." Ucapnya dengan sopan .


Sampai lah Alex di depan pintu, kedua tangannya penuh dengan makanan juga buah-buahan, tak bisa menggesek kartu Alex berniat menekan bel namun saat hendak menekan Alex sedikit terkejut dengan wajah Andini yang tiba-tiba menyembul dari dalam pintu. Seolah tau ia datang Andini bergegas membuka pintu .


" Untuk aku pantau ." Ucapnya dalam hati .


Ya sebelumnya Andini memang sengaja menunggu di depan pintu , mengintip dari lubang kecil khusus yang ada di balik pintu.


" Kakak beli apa ?" Tanya Andini dengan penasaran.

__ADS_1


" Makanan kesukaan mu ." Ucap Alex lalu menyerahkan beberapa kantung belanjanya pada Andini.


__________


__ADS_2