
Suara langkah cepat saling bersautan , Anna yang menggandeng Allena dengan David yang mengekor di belakangnya bersama pria paruh baya yang berpakaian khas seorang ulama serta Daniel yang berjalan sedikit tertinggal bersama Lala beserta orang tuanya.
Detak jantung seolah terdengar dari telinga masing-masing, semua dalam suasana tegang Lala menggenggam erat tangan Daniel mencari sebuah kenyamanan.
" Apa sedarurat itu mas?" tanyanya begitu sampai di depan pintu .
" Kita do'a kan saja ya , semoga semua berjalan lancar." Ucap Daniel lalu mempersilahkan sang istri untuk masuk terlebih dahulu.
Semua telah siap , beberapa saksi juga nampak duduk di posisi masing-masing. Andini duduk dengan diam , mengamati setiap hembusan nafas yang terasa berat di dada sang ayah , di sisi kanannya nampak Alex tengah duduk dengan tegap terlihat wajah serius seolah siap melantunkan Qobul yang sebentar lagi akan ia laksanakan.
" Bisa kita mulai ?" Ucap penghulu sembari menengok ke kiri dan kanan , memastikan semua telah siap.
" Nak Alex ? apa sudah siap ? "
" Iya pak ." Jawabannya sembari menganggukkan kepalanya.
" Bismillahirrahmanirrahim." Ucapnya membuka .
Di tempat yang berbeda nampak Intan juga Imelda sibuk membolak-balik tumpukan kertas yang semula tersusun rapih di dalam ruangan khusus . Di carinya beberapa berkas dalam lemari juga laci-laci di dalam ruangan yang hampir tak pernah di tinggalkan suaminya.
" Sialann ,, dimana pria tua itu menaruhnya !" Ucap Imelda bergumam dengan kedua tangan di atas pinggang.
" Ma , apa mama tidak salah lihat ?" Ucap intan yang turut lelah.
" Mama yakin dan mama tidak salah lihat , kemarin masih ada disini ." Ucapnya dengan cepat .
Ruangan dengan tumpukan beberapa berkas penting serta beberapa buku menghiasi rak yang sebelumnya tersusun rapih dalam lemari , kini bak kapal pecah . Semua berhamburan dengan beberapa buku-buku tebal terjatuh karena ulah intan juga sang ibu.
" Siiaalll ! jangan-jangan tua bangka itu sudah memindahkannya ." Ucap Imelda menggebrak meja dengan cukup keras .
" Sekarang bagaimana ma , Andini juga akan menikah malam ini ." Ucap intan membuat Imelda cukup memanas.
__ADS_1
" Kita harus bisa menemukan cara lain , dan mau tidak mau kita berdua yang harus turun tagan ." Ucapnya lalu pergi meninggalkan rumah .
Beranjak mereka mengendarai mobil yang terparkir di halaman rumahnya, di injaknya pedal gas lalu meninggalkan pekarangan rumah dua lantai yang nampak sunyi.
" Kita harus bersandiwara lagi ?" Ucap intan dengan lesu .
" Ini hanya sebentar sayang , begitu semua sudah di tangan kita kita bisa pergi dari sini ." Ucap Imelda sembari memainkan setir mobilnya .
Kembali pada ruangan putih dengan beberapa orang yang masih duduk menunggu selesainya acara . Lala yang tak kuat berdiri terlalu lama memilih duduk pada sofa yang tak jauh dari kasur Pasien di temani Allena yang setia menemaninya.
" Kak Andini yang akan menikah kenapa aku yang takut ya ?" Ucap Allena duduk dengan mata terus menatap ke arah Andini yang duduk di sebelah Alex.
" kenapa bisa begitu ?" Ucap Lala melirik pada Allena.
" Setelah menikah kan mereka punya malam pertama , dan kata orang itu menyakitkan."
Plaakkk
" Sakitt , kenapa kau memukul ku La kau juga belum menceritakan pada ku bagaimana rasanya ." Ucap Allena setengah merenggut seolah tengah merajuk.
" Bisa-bisanya kau menanyakan ini , di jelaskan bagaimana rasanya pun kau tidak akan faham ." Ucap Lala dengan berbisik.
" Aku pasti tau , kau saja yang tidak mau memberi tahu ." Ucap Allena dengan wajah menggoda .
" Sakit ? atau ."
Ppllaakkkk
" Lalaa , sakit ." Ucapnya lagi sedikit keras.
" Sudah kau tidak akan tau , kau masih kecil , bagaimana kalau kakak mu dengar." Ucapnya menunjuk ke arah Daniel yang dengan kebetulan nya sedang menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Ehehee , hai kak ." Ucap Allena dengan gerakan mulut sembari melambai kecil pada Daniel.
" Jangan salah , kita itu masih satu umuran."
" Tapi aku lebih banyak pengalaman ."
Bblluuss
Ucap Lala dengan wajah yang tiba-tiba merona.
" Daa ."
Hhuueekkkk
Ucapan Allena terpotong saat tiba-tiba Lala hendak mengeluarkan isi perutnya.
"La ." Ucap Allena mengguncang tubuh Lala.
" Kak Daniel tolong ." Ucap Allena panik.
" Sayang ."
" Nak ." Ucap semua bersahutan namun tak satupun yang bisa ia jawab .
___________
Haii , bagaimana kabar kalian? Semoga semua dala keadaan baik ya .
🤗
Mohon maaf kalau emak Mommy baru bisa up🙏
__ADS_1
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰