Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 51


__ADS_3

" Kali ini aku biarkan kau lolos , namun lain kali tidak aku biarkan kau lepas wanita bayaran!" Seringai Pras terlihat bak hewan buas yang siap menerkam mangsanya.


" Alex . heh aku harap kau menikmati bahagia mu sekarang sebelum peri kecil mu masuk dalam kandang ku!" Ucapnya lagi kini dengan tangan memegang gelas kecil yang terisi air berwarna keruh di dalamnya.


kembali pada wanita paruh baya yang masih sibuk mengobrak-abrik seluruh ruangan sembari meraung pada seisi rumah. Teriakan nyaring beserta umpatan keluar dari mulut manisnya.


" Saya takut nel , kenapa nyonya seperti setan yang baru keluar kandang ya ?" ucap asisten rumah tangga pada rekannya.


" Saya juga tidak tau mbok , tapi saya dengar tadi dia mencari surat yang tuan simpan di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu. Tutur Neli wanita berusia 30 tahun yang bekerja menjadi art di kediaman Prayogo.


Dengan wajah merah padam Imelda terus membuat kegaduhan di rumahnya sendiri . Intan yang sedari tadi duduk diam tak menggubris wanita yang terlihat setengah gila dengan rambut yang tak terlihat rapih seperti biasanya .


" Si**an !! Dimana tua bangka itu menaruhnya." Ucap Imelda dengan kedua tangan di atas pinggang.

__ADS_1


" Kalian berdua ! Jangan coba-coba membicarakan ku , aku bisa memecat kalian sekarang juga !"


" Mmm maaf nyonya , kami mana mungkin berani membicarakan nyonya ." Ucap mbok nah dengan tertunduk.


" Dasar manusia miskin." Celetuknya dengan wajah sengit . Ucap Imelda membuat Neli mendongakkan kepalanya hendak melawan kata yang terdengar menyakitkan.


" Jangan ndok ! dia sedang tidak sehat percuma saja kalau kamu melawannya." Tutur mbok nah meredamkan emosi rekannya.


Dengan hela nafas yang terasa berat Neli berusaha tidak terpancing majikan yang memang begitu tidak bisa menghormati siapa saja yang menurut nya tidak sebanding.


" Kau ini bukannya bantuin malah ngeluh. Kamu tau seberapa berharganya barang itu? nominalnya sangat besar ! kita bisa berbelanja sesuka hati mu jika kita bisa mendapatkan nya!" Ucap Imelda lagi memancing anak satu-satunya.


" Kita minta bantuan Pras saja ma ! Mama tau kan dia menyukai kak Andini? dia pasti mau membatu kita . Dan juga mama pasti belum tau jika mereka tidak pernah bisa disatukan karena kejadian beberapa tahun yang lalu . Dan ini kesempatan untuk kita supaya bisa mendapatkan apa yang kita cari."

__ADS_1


" Kau benar sayang ! Kita tidak perlu repot-repot mencari dan mangsa akan masuk dalam perangkap kita." Tutur Imelda menyetujui.


Duduk mereka saling menghadap , intan yang kini menatap sang ibu dengan seksama . Mendengarkan beberapa ide yang akan mereka mainkan.


" Dan yang pertama , kita harus bisa menyingkirkan pria tua itu ." tutur Imelda dengan yakin .


" Mama yakin ? jika kita ketahuan bagaimana ma?" tanya intan ragu untuk menjalankan misi pertama mereka.


" Kau tidak perlu khawatir, ini biar mama yang melakukan . Kamu lakukan saja tugas mu ."Ucap Imelda lagi dengan wajah tersenyum penuh arti.


Suasana rumah yang kini bak kapal pecah , membuat mbok nah dan juga Neli mau tidak mau harus membereskan nya kembali. Dengan mulut yang menggerutu Neli tak henti-hentinya mengumpat kedua wanita yang kini telah pergi meninggalkan kediaman.


" Mbok ,kita harus kasih tau non Andini ! bagaimana pun juga tuan juga non Andini tidak salah ." Ucap Neli penuh keyakinan.

__ADS_1


" Iya , kita kerjakan saja dulu ini nduk , supaya cepat kita menghubungi non Andini." Ucap mbok nak yang memang sudah geram dengan perilaku nyonya juga nona muda yang semakin hari semakin menjadi.


__________


__ADS_2