Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 48


__ADS_3

Deru mesin mobil melaju dengan santai , nampak pepohonan di pinggir jalan serta lampu-lampu jalanan yang menerangi malam serta binatang kecil yang sibuk berterbangan di udara menghiasi perjalanan pengantin baru. Kecanggungan tiba-tiba menyelimuti Andini , dengan Alex yang seolah tak terjadi apa-apa namun wanita cantik di sampingnya terus memperbaiki posisi duduknya.


" Sayang ."


" Hah ." Jawab cepat Andini dengan jantung yang tiba-tiba terpompa cepat.


Panggilan yang biasa Alex ucapkan seolah nampak berbeda dari biasanya.


" Astaga Andini , kau ini kenapa dia hanya memanggil mu ." rutuk Andini pada dirinya sendiri.


" Kenapa ? kau terlihat sangat tidak nyaman !" Tanya Alex dengan nada lembut.


Detak jantung kini semakin cepat pertanyaan kecil saja kini mampu membuatnya tak karuan.


" Ayolah Andini ! dia ini sekarang suami mu ." ucapnya lagi menenangkan diri sendiri.


" Emm , tidak apa mas mungkin sedikit lelah saja." ucap Andini memberi alasan.


Dug


Duuggg


Duggggg


Bak balon yang di tiup kencang dan siap meledak kapan saja , kini bukan hanya jantungnya , matanya pun terbuka lebar seolah ini kali pertamanya.


" Kaaaa , kkaammuuu mau apa mas?" Tanyanya dengan sedikit panik.


" Siapa ? mas? " Tanya Alex semakin mendekatkan wajahnya.


" Ya , mas ! kan sekarang kakak sudah menjadi suami . Ku ." Kata Andini menjeda ucapannya.

__ADS_1


Senyum di bibir Alex terukir dengan sebutan manis di telinganya .


" Mas . Ok itu sangat menyenangkan ." Tuturnya kembali dengan aksinya.


" Suami mu hanya ingin memasangkan sabuk pengaman ! Ini kau lupa memakainya istri ku." Ucap Alex di selingi senyum jahil .


Hhuuuhhhh.


Hela nafas Andini terdengar lega , jantungnya kini berirama sedikit normal dengan pipi yang masih merona.


Cupp.


" Ini ciuman pertama ku di hari spesial ini ." Tutur Alex mencuri ciuman di pipi Andini.


Bblluuss..


Tak bisa di hindari , kini warna merah semakin menyala dengan senyum tertahan di bibirnya dan sudah bisa dipastikan pria di sampingnya menyadari hal itu.


Dengan senyum yang sama nampak Alex menggelengkan kepalanya pelan , perubahan sikap yang tiba-tiba membuatnya sedikit menahan senyum.


" Ohh beginikah Daniel dulu ." Tanya Alex dalam diam.


laju kendaraan semakin melambat , berbelok sesuai dengan alamat yang telah di terima.Dengan kesadaran penuh juga Andini menoleh lalu memutar tubuhnya cepat.


" Mas , kita mau kemana ? Ini bukan jalan pulang ke rumah." Tuturnya mulai panik.


" Ya , kita memang tidak pulang ke rumah malam ini. Apa kamu keberatan hmmm ?" Tanya Alex membuat Andini terus berpikir yang entah kenapa selalu muncul di otaknya.


" Tenang Andini tenang ."


" Lalu kita mau kemana? kenapa mendadak sekali mas?" Tanya Andini dengan tenang.

__ADS_1


" Iya , ini hadiah dari Mommy Daddy, tidak mungkin kan jika kita menolak." tutur Alex sembari memutarkan setirnya .


" Iya mas ." ucap Andini lalu menghembuskan nafas beratnya.


Diam , Andini nampak memutar ulang ingatannya , tentang bagaimana tingkah polos Allena yang memang tak pernah ia tau.


" mas , boleh tanya?" Ucap Andini menoleh .


" Tanyakan saja , kenapa harus meminta izin."


" Emmm, apa Allena sepolos itu?" Tanya Andini serius.


" Mungkin iya . walaupun dia polos tapi dalam academic dia tetap yang terbaik." Ucap Alex tak menjelaskan.


" ooohhh , iya mas ."


" Kenapa ?"


" Ah tidak mas , aku sekedar tanya saja ." Ucap Andini menutup pembicaraan.


Dengan dada yang terus bergemuruh menahan sesak , tangannya terus meremas . Degup jantung Andini perlahan mulai mereda dengan mata yang semakin redup , hawa dingin dalam mobil membuatnya sejenak melupakan kisah malam pertama yang akan ia hadapi.


" Sudahlah , jika aku tertidur kak Alex tidak akan memintanya." Ucapnya berusaha menghibur dirinya sendiri.


Benar saja , dengan hitungan menit matanya kini tertutup rapat dengan kedua tangan saling bersedekap , bersandar pada sandaran kursi sedikit menghadap kearah sopir.


________


Sesampainya Allena di kediaman Mahesa otaknya terus memutar kata yang sempat ia dengar, berulang ia merapatkan kalimat yang masih menjadi rasa penasarannya.


" Kira-kira apa yang akan kak Alex lakukan ? kenapa Lala bilang nanti kak Andini pasti ketagihan ya ." Ucapnya polos dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


Di tatapnya cermin besar di depan meja riasnya lalu terselip sebuah ide agar ia tau maksud dari perkataan yang masih menjadi tanda besar di kepalanya.


_________


__ADS_2