
Deru mesin mobil melaju dengan santai , nampak pepohonan di pinggir jalan serta lampu-lampu jalanan yang menerangi malam serta binatang kecil yang sibuk berterbangan di udara menghiasi perjalanan pengantin baru. Kecanggungan tiba-tiba menyelimuti Andini , dengan Alex yang seolah tak terjadi apa-apa namun wanita cantik di sampingnya terus memperbaiki posisi duduknya.
" Sayang ."
" Hah ." Jawab cepat Andini dengan jantung yang tiba-tiba terpompa cepat.
Panggilan yang biasa Alex ucapkan seolah nampak berbeda dari biasanya.
" Astaga Andini , kau ini kenapa dia hanya memanggil mu ." rutuk Andini pada dirinya sendiri.
" Kenapa ? kau terlihat sangat tidak nyaman !" Tanya Alex dengan nada lembut.
Detak jantung kini semakin cepat pertanyaan kecil saja kini mampu membuatnya tak karuan.
" Ayolah Andini ! dia ini sekarang suami mu ." ucapnya lagi menenangkan diri sendiri.
" Emm , tidak apa mas mungkin sedikit lelah saja." ucap Andini memberi alasan.
Dug
Duuggg
Duggggg
Bak balon yang di tiup kencang dan siap meledak kapan saja , kini bukan hanya jantungnya , matanya pun terbuka lebar seolah ini kali pertamanya.
" Kaaaa , kkaammuuu mau apa mas?" Tanyanya dengan sedikit panik.
" Siapa ? mas? " Tanya Alex semakin mendekatkan wajahnya.
" Ya , mas ! kan sekarang kakak sudah menjadi suami . Ku ." Kata Andini menjeda ucapannya.
__ADS_1
Senyum di bibir Alex terukir dengan sebutan manis di telinganya .
" Mas . Ok itu sangat menyenangkan ." Tuturnya kembali dengan aksinya.
" Suami mu hanya ingin memasangkan sabuk pengaman ! Ini kau lupa memakainya istri ku." Ucap Alex di selingi senyum jahil .
Hhuuuhhhh.
Hela nafas Andini terdengar lega , jantungnya kini berirama sedikit normal dengan pipi yang masih merona.
Cupp.
" Ini ciuman pertama ku di hari spesial ini ." Tutur Alex mencuri ciuman di pipi Andini.
Bblluuss..
Tak bisa di hindari , kini warna merah semakin menyala dengan senyum tertahan di bibirnya dan sudah bisa dipastikan pria di sampingnya menyadari hal itu.
Dengan senyum yang sama nampak Alex menggelengkan kepalanya pelan , perubahan sikap yang tiba-tiba membuatnya sedikit menahan senyum.
" Ohh beginikah Daniel dulu ." Tanya Alex dalam diam.
laju kendaraan semakin melambat , berbelok sesuai dengan alamat yang telah di terima.Dengan kesadaran penuh juga Andini menoleh lalu memutar tubuhnya cepat.
" Mas , kita mau kemana ? Ini bukan jalan pulang ke rumah." Tuturnya mulai panik.
" Ya , kita memang tidak pulang ke rumah malam ini. Apa kamu keberatan hmmm ?" Tanya Alex membuat Andini terus berpikir yang entah kenapa selalu muncul di otaknya.
" Tenang Andini tenang ."
" Lalu kita mau kemana? kenapa mendadak sekali mas?" Tanya Andini dengan tenang.
__ADS_1
" Iya , ini hadiah dari Mommy Daddy, tidak mungkin kan jika kita menolak." tutur Alex sembari memutarkan setirnya .
" Iya mas ." ucap Andini lalu menghembuskan nafas beratnya.
Diam , Andini nampak memutar ulang ingatannya , tentang bagaimana tingkah polos Allena yang memang tak pernah ia tau.
" mas , boleh tanya?" Ucap Andini menoleh .
" Tanyakan saja , kenapa harus meminta izin."
" Emmm, apa Allena sepolos itu?" Tanya Andini serius.
" Mungkin iya . walaupun dia polos tapi dalam academic dia tetap yang terbaik." Ucap Alex tak menjelaskan.
" ooohhh , iya mas ."
" Kenapa ?"
" Ah tidak mas , aku sekedar tanya saja ." Ucap Andini menutup pembicaraan.
Dengan dada yang terus bergemuruh menahan sesak , tangannya terus meremas . Degup jantung Andini perlahan mulai mereda dengan mata yang semakin redup , hawa dingin dalam mobil membuatnya sejenak melupakan kisah malam pertama yang akan ia hadapi.
" Sudahlah , jika aku tertidur kak Alex tidak akan memintanya." Ucapnya berusaha menghibur dirinya sendiri.
Benar saja , dengan hitungan menit matanya kini tertutup rapat dengan kedua tangan saling bersedekap , bersandar pada sandaran kursi sedikit menghadap kearah sopir.
________
Sesampainya Allena di kediaman Mahesa otaknya terus memutar kata yang sempat ia dengar, berulang ia merapatkan kalimat yang masih menjadi rasa penasarannya.
" Kira-kira apa yang akan kak Alex lakukan ? kenapa Lala bilang nanti kak Andini pasti ketagihan ya ." Ucapnya polos dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
Di tatapnya cermin besar di depan meja riasnya lalu terselip sebuah ide agar ia tau maksud dari perkataan yang masih menjadi tanda besar di kepalanya.
_________