
Waktu terus berjalan, hari dimana acara resepsi si gelar . Berbalut baju pengantin yang menjuntai panjang tanpa lengan . Mahkota indah nampak begitu serasi pada tubuh yang kini tengah memandang takjub dengan apa yang di pantul kan oleh cermin.
" Cantik sekali putri papa ." Tutur pria dengan jas yang m nempel d tubuhnya.
" Papa ." Tutur Andini berbalik memeluk hangat orang tua satu-satunya yang ia punya .
" Ini . Hadiah dari ibu mu !"
Tuturnya mengalungkan liontin cantik di leher sang putri.
" Mama ! apa benar begitu ?"
Ucapnya tak percaya.
" Ya , jauh sebelum papa menghancurkan keluarga kita ."
Ucap Prayogo sedikit bergetar , mata yang seketika mengembun dengan wajah penuh sesal.
" Tidak ada yang perlu di salah kan pa , aku senang papa seperti dulu lagi."
Ucapnya memeluk erat tubuh Prayogo mengusap lembut punggung renta , menghirup aroma tubuh yang dulu menjadi kebiasaannya saat tubuh mungil Andini di gendong dengan tangan kekarnya.
" Papa jangan terlalu lelah , Andini tidak mampu papa sakit lagi ."
Tutur nya sungguh dengan mata berkaca.
" Biarkan papa sedikit lelah untuk putri papa . Jangan menangis hidung mu akan ."
" Berubah menjadi tomat ."
Celetuk Alex dari belakang.
" Mas ! Kok? "
" Papa yang membocorkannya ."
Ucap Prayogo dengan senyum di pipi tuanya .
Ahahahaa..
__ADS_1
Tawa bahagia kini begitu terasa , acara di mulai dengan beberapa kata sambutan , do'a lalu berlanjut dengan ucapan selamat yang secara bergantian terus mengalir dari setiap tamu yang datang .
" Kak !" .
Teriak Lala dengan gaun cantik yang membalut tubuh mungilnya .
" Wahh , kakak cantik sekali !" .
Ucap Lala dengan binar di matanya.
" Kamu ini ! Kamu juga , apa kamu sedang menjelma menjadi ibu peri kecil yang lucu?"
Tanya Andini sembari mengusap perut Lala lembut .
" Iya ! Aku membawa peri kecil disini !" .
Ucapnya sembari memamerkan perutnya yang sedikit membentuk.
" Ayo kita turun ."
Ajaknya lagi pada Andini .
" Bertemu para pengantin baru ! hihihihii."
Ucap Lala cekikikan.
" Sudah kak Alex pasti mengizinkannya . Iya kan kak ?" .
Potong cepat Lala saat lirikan mata Andini pada pupil Alex yang berdiri dengan wajah tersenyum.
" Iya , asal jangan di bawa terlalu jauh calon ibu peri kakak !"
Ucap Alex mengikuti alur.
" waaww , kakak sudah melakukannya ?"
Bisik Lala di belakang telinga Andini.
Tukk
__ADS_1
Dua jari mendarat tepat di atas kening Lala.
" Jangan membuat ku malu ."
Tutur Andini pelan dengan wajah yang hampir memerah .
Obrolan seru di atas pelaminan , melupakan suami yang sedari tadi berada di sampingnya.
" Seru sekali pembicaraan kalian!"
Ucap Daniel dengan nada menyinggung.
" Ehehe . pak !".
Sapa Andini canggung , dengan panggilan baru yang ia sandang.
" Mas , jangan seperti itu. Nanti akan ku beri sesuatu yang menyenangkan." Bisik Lala pada suaminya.
Selain ditempat kerja panggil kakak juga tidak masalah ." .Ucap Daniel mengerti dengan kecanggungan Andini.
Anggukan kecil menjadi jawaban Andini.
Wajah yang semula redup berubah menjadi cerah bak mentari yang baru terbit.
" ya sudah , hati-hati jangan terlalu lelah !"
Titah Daniel buang dia angguki oleh Lala .
" Wahh hebat sekali ibu peri mu . Kalau boleh tau apa yang ibu peri janjikan sampai-sampai tuannya bertekuk lutut dengan cepat."
" Tidak perlu tau , ini rahasia."
Ucap Daniel dengan bibir sedikit terangkat.
Acara berlanjut , Anna duduk bersama indah dan juga beberapa teman yang mereka undang .
Tak begitu megah , ya itulah permintaan dari anak dan menantunya. Para suami yang sibuk dengan rekan bisnis juga para investor sedangkan Surya yang memang tidak tertarik pada dunia perkantoran memilih duduk dan mendengarkan namun tidak jarang ia juga sedikit memberi saran.
___________
__ADS_1
Tinggal beberapa eps lagi ya 🤗🤗