
Hari berlalu Alex juga Andini kini tengah bersiap pergi kesebuah butik ternama , menyertakan nama Emma yang mungkin sudah ia dengar beberapa kali . Niatnya untuk mendapatkan pakaian terbaik namun tidak begitu mencolok untuk dikenakan Andini.
" Kak , yakin mau membawa ku ke sana?" Ucapnya begitu ia masuk kedalam mobil yang sudah terparkir rapi di pintu lobby.
" Kenapa tidak ?"
" Eemmm , memangnya kita mau kemana?" Tanya nya dengan bingung.
" Kan sudah ku bilang , kita akan menghadiri ulang tahun teman ku . Apa kau sudah mulai pelupa hhemmm ." Ucap Alex jahil dengan telunjuk memainkan pucuk hidung milik Andini.
" hhemmm , kakak ini ." Ucapnya kesal menepis lengan kekar kekasih nya.
Perjalanan di mulai , deru halus mesin mobil melaju di atas aspal hitam dengan garis putih putus-putus di tengahnya , Andini nampak asik menikmati alunan musik yang ia putar , beberapa file musik favorit tersimpan dalam flashdisk yang ia simpan dalam laci mobil.
" Lagunya bagus ." Ucap Alex ikut menyambung lirik lagu yang di putar.
" Walaupun aku dulu terlihat tomboi tapi sebenarnya aku suka yang berbau romantis , seperti mama dulu saat masih muda." Ucapnya menyimpan rindu dalam binar matanya.
Tak ingin membuat sang kekasih bersedih Alex memindah lagu dengan alunan lebih santai , tanpa sadar pun Andini ikut masuk dan bernyanyi saat satu lagu di putar.
Jalanan nampak ramai , Alex sedikit menurunkan kecepatan nya lalu berbelok menuju jalanan kecil agr lebih mudah untuk berjalan.
__ADS_1
" Kita lewat jalan pintas ya ." Ucapnya menatap sejenak wajah cantik Andini.
Tiga puluh menit berlalu mereka sampai tepat di depan butik dengan kaca besar yang memamerkan beberapa baju pengantin cantik dengan taburan Kilauan putih mengkilap.
" Ayo , kota sudah sampai ." Ucap Alex lalu memutar membukakan pintu untuk nya. Di genggamnya erat jemari lentik putih mulus Andini , tersenyum manis menandakan ia sangatlah berharga.
Dari arah dalam nampak seseorang mendekat dengan langkah cepat.
Tak tak tak
Suara sepatu berhak tinggi runcing menggema begitu ia semakin mendekat, jemari lentik dengan kuku bercat merah menyala , bibir pink yang berpadu dengan setelan celana jeans ketat dengan atasan blouse berbulu lucu membuatnya terlihat begitu anggun.
" Adidauuu beib babang Alex. ye kemana aja sih ? eyke kangen tau gak sih , Mommy Anna suka kesini kenapa yei gak ikut juga ." Ucapnya dengan gelagat sedikit kemayu.
" Sudah sudah , aku baik , Lala juga baik Ema ,semua baik. aku mau minta tolong dandani dia untuk malam ini ." Ucapnya menunjuk pada Andini yang kini berdiri mematung sedikit geli.
" Bocil ." Ucap Andini lirih seolah tau siapa yang sedang di bahas.
" Kak , dia laki-laki atau perempuan sih ?" Tanyanya berbisik tepat di belakang telinga.
" Dia gadis jadi-jadian ." Ucapnya asal.
__ADS_1
" Benar kata Lala , dia pria setengah wanita." Ucapnya dalam hati sembari bergidik ngeri."
" Hheeyy beib, you enggak usah bengong , nanti yey kesambet baru tau rasa." ucapnya menlambai di depan Andini.
" Kenalin , eyke Emma you bisa panggil eyke Miss Emma . Inget Miss ." Ucapnya
" Emma." Andini m nyambung ucapannya begitu telunjuk dengan kuku panjang mengarah padanya.
" You ga usah khawatir yey , eyke kasih yang spesial buat ni Bebi lucu." Ucap Emma pada Alex , lalu menarik ringan lengan Andini membawanya pada ruang ganti yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Andi i menoleh ke arah Alex dengan wajah sedikit panik , namun sayang jawaban dari mimik wajah Alex tak sejalan dengan pikiran Andini , senyum manis seolah menyuruhnya segera berlalu dan mengikuti semua arahan dari Miss Emma.
Ya sejak semalam Alex sudah menginformasikan pda Emma terlebih dahulu untuk membawa Andini hari ini , memintanya untuk sedikit memoles wajah ayu juga menyediakan beberapa potong baju yang terlihat pas untuk acara yang di adakan.
Andini di gandeng menuju ruang ganti dimana terpajang gaun-gaun mewah dari berbagai koleksi warna juga modelnya. Dari yang berlengan panjang hingga gaun malam dengan belahan tinggi hingga atas paha nampak tergantung rapi juga mewah. Matanya menatap kagum dengan apa yang sedang di pamerkan hingga sang pemilik butik datang mengejutkannya.
" Hei beib , you sudah dapat baju mana yang you pilih ?" Tanyanya pada Andini yang masih berdiri dengan diam.
Tak ada jawaban , Andini hanya membalas dengan senyum gigi putihnya.
" Ihh , yey gimana sih beib , eyke bisa kena marah kalau yey kelamaan ,Adidauuu ." Ucap Emma dengan menepuk keningnya sendiri.
__ADS_1
___________