Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 58


__ADS_3

Tawa renyah penuh keakraban kini menghiasi ruangan yang belum begitu ramai . Dekorasi anak jaman kekinian mampu membuat semua kalangan menghabiskan waktu luangnya untuk sekedar berkumpul atau menikmati jam istirahat nya seorang diri .


Ya , kini nampak Allena yang tengah duduk berdua bersama Nanda , di cafe langganan dengan Gio yang menjadi karyawannya.


" Bang , kenapa sih ,Abang enggak ikut mama papa Abang aja?" Celetuk Allena pada gua yang kini duduk ikut menyimbrung bersama dua gadis cantik di hadapannya.


" Alesan Abang leen , dia juga nggak mau ketergantungan dengan semua apa yang mama papa punya ." Ujar Nanda lalu menyeruput minuman dingin di hadapannya.


" Gue tanya ke Abang , bukan ke elo !"


" Emang gtu jawaban Abang , iya kan bang ?"


" Hemmm , tapi ia juga sih , Allen juga mau jadi Abang ."


" Lo mau jadi cowok leen . CK ck ckkk." Ucap Nanda lagi dengan wajah di buat terkejut.


" Resek Lo Ndut , ya enggak lah . Gue tu mau jadi Abang yang mandiri , tidak mulu-mulu meminta bantuan orang tuanya iya enggak bang ?" Ucapnya meminta persetujuan dari Gio.


" Iya , kamu benar dan kamu juga benar ." Ucapnya menengok pada Allena dan Nanda.


" Ya walaupun kita bisa dibilang dari keluarga yang berkecukupan , tapi ada masanya kota harus bangkit tegak berdiri dengan kaki dan kuantan sendiri . Itu sangat membanggakan ." Tuturnya memberi pengertian pada adik-adik nya.


lalu melambai kearah reynaldi yang duduk di salah satu bangku cafe yang menghadap ke arah dinding kaca.


" Seperti dia ." Tutur Allena dala diam dengan senyum kecil yang nampak tertahan terbit di bibir yang tengah mengunyah cake.


" Ya sudah Abang pergi dulu ya , kalau butuh sesuatu lambaikan saja jari kalian." Tutur Gio lalu beranjak pergi .

__ADS_1


_________


Ceklek.


" Aaaaaaaagggrrr ." Teriak nyaring Andini tak mampu mengelak .


" Emmmhhh . eemmhhh ."


Serangan tiba-tiba membuat Andini terpojok pada sudut dinding, jejeran lemari tinggi serta susunan dari beberapa merk pakaian mahal menggantung menyaksikan bagaimana kedua insan saling memeluk.


" Mmmaaasss ." suara tertahan beradu dengan jantung yang kian cepat berdeguk.


" Bernafas lah seperti biasa sayang ." ucap Alex lembut , memimpin Andini dengan nada yang mendayu.


Hembusan nafas tepat di belakang telinga wanita yang kini berada dalam pelukan pria yang membawa kain putih di tangannya.


Cuupp


Irama jantung seolah mampu terdengar di telinganya , dengan tubuh yang memanas lembut jemari Alex membelai kedua lengan Andini, memakaikan handuk yang seolah sengaja ia perlambat.


" Tatap aku ." tuturnya saat mata Andini mengalihkan pandangannya.


Ggrreepp


" Aku . aku malu mas , maaf ".Ucapnya lagi sembari merebut genggaman kain di jemari Alex , menutup erat ke seluruh tubuh nya sembari menyembunyikan wajah merah yang entah kenapa begitu terasa memalukan.


" Kenapa harus malu ? aku tidak akan memaksa mu , kita jalani saja dulu aku m ngerti perasaan mu." Tutur Alex memeluk erat tubuh dingin sang istri, menghirup dalam-dalam aroma segar yang menempel pada kulit kenyal Andini.

__ADS_1


Dengan wajah yang mulai terhipnotis, Andini memutar tubuhnya membalas pelukan hangat pria dengan tubuh tegap yang selalu mendukungnya.


Cuupp


Satu kecupan mendarat tepat di bibir yang terasa manis , menyesap lembut memimpin permainannya. Tangan kekar yang nampak lincah mengusap punggung mulus Andini membiarkan sang istri nyaman menikmati apa yang yang ia berikan.


" Aku . menginginkannya ." Ucap Alex dengan suara parau , menahan sesuatu yang mengeras , mencari tempat dimana ia akan menemukan rumahnya.


Anggukan kecil dengan raut malu-malu, Andini menyetujui sembari tertunduk , wajah putih susu kini tepat berada di bawah Kungkungan sang suami.


" Mas ." Tuturnya pelan menahan tubuh Alex yang siap menimpanya.


" Aku ." Ucapnya lagi begitu Alex merespon ucapannya.


" Jangan bilang kau sedang tidak bisa ." Jawab Alex menerka.


" Bukan ."


" Aku takut , kalau tidak bisa melakukannya." Ucapnya sembari memainkan kerah baju milik suaminya.


_________


Mohon di tunggu kelanjutannya ya 🤭,


Author msih bingung gimana ngatur jadwalnya 😁😁😁


Sebisa mungkin author update setiap hari dan jika ada jeda bisa author ksih 2 bab tapi ada senggang waktu nya ya 🤗

__ADS_1


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


__ADS_2