
" Sial !! Breng*** !!!" Maki Pras yang berhasil kabur meloloskan diri bersama intan yang kini tengah duduk dengan gelisah di dalam mobil di balik kegelapan malam.
" Kenapa mereka bisa tau hah !! " Bentaknya lagi dengan amarah menggebu.
" Ssss saya juga tidak tau pak , om ." Ucap intan ambigu dengan panggilannya.
Tak ada sahutan , hanya ada lirikan tajam lewat sudut pupil mata Pras yang terlihat begitu runcing .
" Maaf om , apa mungkin mereka melihat saat kita membawanya kemari !" Ucap intan lagi memberanikan diri.
" Tidak , saat kalian beraksi memang mereka tidak melihat . Saya tau siapa mereka dan tidak mungkin mereka membiarkan orang terdekat mereka pergi tanpa sebuah perlindungan ." Ucap Pras sedikit memberi penjelasan dengan tangan terkepal erat .
" Maksudnya? Om kenal dengan mereka ? Pria tampan tadi ?" Ucap intan dengan polosnya.
" Ceekkk ." Decak kesal Pras dengan pujian yang memang itu benar sembari menganggukkan kepalanya .
_________
Lala terduduk lemas sembari memegangi kepala juga perutnya yang terasa begitu memabukkan.
" Lala !! sabar ya kita cari rumah sakit terdekat." Ucap Andini sembari mengusap pundak Lala.
" Lex , Lo bisa bawa mobil enggak sih kenapa lama sekali ." Ucap Daniel tidak sabar sembari terus menoleh pada istrinya yang begitu membuatnya khawatir.
" Iya sabar , ini sudah sangat cepat ." Ucap Alex dengan kesal namun ini sudah makanan sehari-hari di saat mereka harus berpacu melawan waktu.
" Hhaaiiissss , kalian ini kenapa berisik sekali sih . Aku ini tidak apa-apa , aku hanya kecapekan atau masuk angin saja , kenapa kalian seheboh ini ." Ucap Lala dengan sedikit meninggikan intonasinya .
__ADS_1
" Baik-baik saja bagaimana ? lihat sayang kau muntah sudah berapa kali hari ini ." Ucap Daniel tak ingin kalah.
" Hhuufff , berhenti saja carikan aku mangga muda , seperti nya enak makan yang sedikit asam ." Ucap Lala sembari memejamkan matanya .
Semua terdiam dengan ucapan Lala , tanpa menjawab semua terdiam menanggapi ucapan Lala yang tidak masuk akal saat menyambungkan masuk angin dengan mangga muda .
" Ihh kalian ini kenapa sih malah diam . Aku bilang aku mau mangga muda , sekarang !" Kekeh Lala masih dengan mata terpejam .
" Tapi la , ini sudah tengah malam , dimana kita bisa mendapatkan mangga muda ." Ucap Alex yang di angguki Andini.
" Bagaimana kalau besok saja la , kan kamu bilang masuk angin." Kini Andini ikut menenangkan.
" Sayanggg , aku mohon berikan aku mangga muda ." Ucap Lala memohon kepada Daniel sembari menangkup kan kedua tangannya bak anak kecil yang minta di belikan es krim pada ayahnya.
" Tapi sayang ,kau punya asam lambung , jadi mana mungkin aku memberikan mu mangga muda malam-malam begini." Ucap Daniel yang berusaha membujuk anak asuhnya.
" Hhhuuuuuaaaaaaa .... Kenapa semuanya jahat ,aku hanya ingin mangga muda saja , apa itu salah ? Hhuuuuuaaa ." Tangis Lala pecah tak terkendali membuat semua yang berada dalam mobil menutup kedua telinganya.
" Mangga muda , aneh sekali sudah seperti orang yang mengi." Ucap Andini lirih lalu membulatkan matanya lebar-lebar.
" Hahh , Cepatt Carikan Lala mangga muda , jika tidak ini akan sangat bahaya ." Ucap Andini membuat Alex terpaksa memberhentikan laju kendaraan nya.
" Apa maksud mu ?" Tanya Alex bingung.
" Kau jangan main-main ya Andini !. Kini suara Daniel ikut terdengar.
" Aku rasa dia sedang." Ucapnya lirih di balik suara tangis Lala .
__ADS_1
Sontak Daniel juga Alex saling berpandangan , pupil mata yang terbuka lebar dengan binar di dalamnya.
" Oh sayang , kau mau mangga muda ya ? sebentar." Ucap Daniel kelimpungan.
" Kan aku sudah bilang dari tadi ." Ucapnya sesegukan."
" Lex , ayo kenapa kamu diam saja . cepat kita Carikan mangga mudanya ." Ucap Daniel tak sabar.
" Tapi , di tengah malam begini dimana ada yang jual mangga muda."
" Kalian naiki saja pohonnya jika tidak ada di toko ." Suara Andini memberi instruksi.
" Hah , naik pohon mangga malam-malam begini?"
" Sudah sini , kita ganti posisi . Kau lama sekali bergerak nya."Ucap Daniel yang kini beralih memegang kendali kendaraan yang membawa mereka.
Mobil melaju melanjutkan perjalanan nya sembari mencari pohon mangga idaman sang istri . Daniel nampak begitu antusias, urusan bagaimana nanti ia memanjat urusan belakangan . Hanya tugas kecil jika hanya untuk mendapatkan satu mangga saja.
" Apa iya begitu jika ibu hamil menginginkan sesuatu ya ?" Tanya Andini dala diam sembari memeluk erat tubuh Lala dengan bekas air mata di pipinya .
Waktu terus berjalan , sudah memasuki kawasan padat penduduk namun masih didalam gang . Ya gang yang tidak terlalu kecil dengan beberapa pohon buah yang terdapat di hampir semua rumah , namun anehnya kenapa tidak ada satupun yang menanam pohon mangga .
" Apa disini hanya ada pohon ini saja di sepanjang gang ?" Ucap Alex sembari menoleh kekiri dan ke kanan.
" Itu disana ." Tunjuk Andini pada satu pohon yang menjulang tinggi dengan buah yang tergantung lebat .
" Astaga , apa Lo yakin Nil bisa memanjatnya?"
__ADS_1
" Sialan Lo ." Balas Daniel pada Alex yang kini menahan tawa , membayangkan bagaimana caranya Daniel meraih buah di ujung sana.
________________