Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 18


__ADS_3

" Apa itu benar-benar kak Andini ya . Dia sangat luar biasa , menyelamatkan cintanya beserta perubahannya."


Ihihii


Ucap Lala sembari cekikikan , mulutnya terus saja berbicara ini itu bak anak TK yang bertanya tentang hal baru pada gurunya.


" Tapi ini cukup bagus , kita tau kan bagaimana reaksi nyonya Imelda ." Ucap Daniel menekan kata nyonya.


Plakk


" Iss kau ini ." ucap Lala sembari menepuk punggung tangan Daniel yang tengah menyetir.


" Sakit sayang , toh aku juga bicara dengan benar . Nyonya Claudia." Ucap Daniel lalu kini menggoda sang istri.


_______


Di sebuah rumah rapih dengan jendela kaca berukuran besar di lantai atas , jalanan bebatuan yang tersusun rapih , pohon-pohon kecil nampak tumbuh dengan rapih .


Wanita dengan rambut tergulung tengah sibuk menyiapkan sejumlah makanan ringan untuk menyambut sang buah hati datang mengunjunginya. Indah nampak bersemangat memanggang cookies cokelat kesukaan sang anak dibantu dengan bi Asih sang asisten rumah tangga nya , Surya tengah sibuk membereskan taman rumah di bantu mang Udin yang kebetulan hari ini toko sedang di liburkan.


" Pak , apa ini akan di taruh di sana ?" Tanya nya lagi sembari menggotong satu pot besar bunga anggrek lalu menunjuk ke salah satu pondok kecil di sisi pohon rindang.


" Ya , kamu gantung di sana . Oh iya ini nanti tolong di tata lagi ya batunya , saya mau ambil alat dulu , ada yang ketinggalan di toko ." Ucap Surya dengan ramah.


" Baik pak baik ." Ucap mang Udin dengan sopan.


_______


Hari semakin siang , matahari pun turut meninggi hampir sejajar dengan ubun-ubun, nampak Andini meregangkan otot tubuh nya yang terasa sedikit lelah akibat terlalu lama bergelut bersama mimpi di atas ranjang hangat miliknya .


Ya , akhir pekan membuatnya seenaknya untuk bangun lebih siang , senyumnya mengembang tatkala ingatannya terlintas pada saat semalam dimana ia begitu menikmati pesta seusai masalah dengan sang papa terlaksana .


**Flashback

__ADS_1


" Apa benar yang kau katakan tadi sayang ?" Tanya Alex dengan wajah puas .


" Tentu saja. kak , lagi pula aku tidak mau kalau sampai aku harus berjuang sendiri . Toh mereka ikut ambil adil dalam menikmati semua kemewahannya bukan ?" Ucap Andini dengan lantang.


Di tenggaknya minuman kaleng yang tinggal menyisakan setengah .


Glek gelk glekk


" hahh ,, bukannya kakak juga yang mengajari ku agar tak mudah untuk di tindas ?" Ucap Andini sedikit nakal.


" Kau mulai nakal rupanya." Ucap Alex dengan tingkah Andini.


Senyum nakal semakin terlihat di bibir Andini , tangannya terulur menyentuh rahang keras dengan sedikit rambut-rambut kecil yang menambah nilai plus di matanya.


Tatapan tajam tanpa berkedip dengan bi Ir atas yang terangkat membuatnya semakin ingin menyentuh lebih.


Alex mendekat ,melihat seolah bukan Andini yang dia kenal , Alex semakin mendekatkan wajahnya , hendak mengecup bibir Andini yang seolah menantang.


" Astagaa !!" Ucap Andini tersadar dengan tingkah yang sangat aneh.


" Mmm maaf kak , bukan maksud Andini begitu ." Ucap Andini spontan mendorong tubuh Alex dengan sekuat tenang .


" Aaa...Aku tadi , kehilangan kendali ." Ucapnya lagi tergagap dan.


Ggrreepp


Cupp


Decapan halus lolos dari bibir Alex , Andini terdiam membeku tak menolak juga tak merespon namun ia cukup menikmati dan.


" Kak." Panggilan lirih dengan wajah setengah memerah .


Ya waktu menunjukkan hampi pukul dua dini hari , ia bergegas berlari meninggalkan Alex dengan wajah sedikit menahan tawa.

__ADS_1


Selesai** ****


" Aaaaaaa." Teriak Andini gemas dengan wajah malu.


" Bagaimana ini , aku malu ." Ucapnya lagi kini sembari menggulungkan tubuhnya menggunakan selimut tebal yang membuatnya seperti kepompong.


" Serasa aku ingin menghilang dulu dari bumi ." Ucapnya lagi dengan menghentak-hentakkan kakinya.


Cukup lama Andini menunggu lalu memberanikan diri untuk mengeluarkan dirinya dari kamar dengan harap-harap cemas .


" Semoga kak Alex tidak di rumah ." Ucapnya begitu ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu .


" Semoga ." Ucapnya lirih sembari memejamkan mata.


Eekkhhemmm


Brruukk


" Aauu ." Ringis nya begitu pintu terbuka sempurna dengan perasaan terkejut.


" Kkkk....kkaakk alexx . Heheee ." Ucapnya terbata sembari tersenyum canggung.


" Ngapain ?" tanya Alex enteng dengan tangan membawa segelas jus berwarna merah.


" Eemmm ." Jawab Andini ambigu.


" Mau ?" Tawar Alex dengan menyodorkan gelas miliknya.


___________


Salam sayang buat semua.


Semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


__ADS_2