
Malam semakin larut , rintik hujan pun kini mulai membasahi bumi dengan angin yang berhembus dingin menyapu lembut wajah serta tubuh malam ini.
Dengan kecepatan penuh Alex memacu kendaraannya, mengikuti arah lokasi yang ada di dalam ponselnya yang tersambung pada cincin yang baru saja ia sematkan di jari manis sang kekasih.
" Bersabarlah sayang , aku datang untuk mu ." Ucapnya sembari menginjak pedal gas semakin dalam.
Mobil melaju membelah jalanan yang sangat sepi , beberapa menit kemudian Alex membelokkan arah mobilnya sembari menempelkan earphone di telinganya.
" Ya , gue juga udah sampai ." Ucapnya lalu sambungan terputus.
Di sisi lain Lala terus meremas jemarinya, wajah cantiknya kini penuh khawatir . Di pejamkan nya kedua bola mata Lala sembari memanjatkan doa untuk kesehatan Andini juga semua yang akan membantu malam ini.
" Mas , apa masih lama?" Tanyanya menatap pupil mata Daniel.
" Seratus meter lagi kita sampai , Alex juga sudah dekat." Ucapnya memeluk hangat tubuh istri kecilnya.
" Aku harap kita cepat sampai dan kak Andini baik-baik saja ." Ucapnya dalam dekapan sang suami.
Dengan sebuah anggukkan tanpa ada perlawanan Daniel mengusap pucuk kepala Lala dengan sayang, menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang menjadi candunya.
" Astaga , apa-apaan ini, apa mereka tidak melihat ada aku disini." Ucap Aldi dalam hati seolah mengasihani dirinya sendiri.
" Tuhan , kuatkan jiwa dan raga ku . Berikanlah aku jodoh secepatnya." Ucapnya lagi dalam hati dengan ekspresi yang mendukung.
Bang , kamu belum lama lho , kamu tau gimana babang alex dulu 🤭
" Maaf tuan , kita sudah sampai , saya rasa itu mobil tuan Alex ." Ucapnya lalu Daniel keluar bersama Lala dengan langkah yang cepat.
" Kau tetap di samping istri saya , biar saya yang di depan ." Ucap Daniel memberi arahan.
" Jangan sampai istri saya terluka , gores sedikit saja , kamu yang akan menanggungnya."
Ggllekkk
Bak be diri di ujung jurang Aldi mengangguk sembari menelan susah cairan di dalam mulutnya.
__ADS_1
" Baik tuan ." Ucapnya yakin tak yakin.
tak ada cahaya terang , hampir di seluruh penjuru hanya cahaya remang dari satu lampu jalanan yang berada jauh dari gedung kosong tersebut.
Di dalam gedung , nampak Andini berusaha bangkit dari duduknya , menyadarkan diri dimana ia sekarang . Udara terasa sedikit pengap , dengan tumpukan kursi yang menggunung juga debu yang nampak menghiasi beberapa bagian.
" Astaga , dimana aku ." Ucapnya sembari meringis memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
" Ibu-ibu tadi . " Ucapnya mengembalikan ingatannya.
" Astaga , jangan-jangan aku di culik ." Ucapnya lagi menjelaskan pada diri sendiri.
Bak ,, buk , bakk ,, bukkk.
Suara sesuatu yang terpukul dengan kuat , ringisan juga beberapa suara derap langkah lebar terdengar jelas di telinga Andini.
" Lala ."Ucapnya begitu ia melongok ke arah jendela kaca kusam yang menampakkan beberapa pria sedang beradu kekuatan serta gadis kecil yang tengah mengendap mencari celah .
" Nyonya ." Ucap Aldi melirik ke arah sang majikan.
Dengan kode jari yang ia letakkan di dekat bibirnya membuat Aldi diam dan melanjutkan aksinya membantu kedua tuanya yang tengah memberi bogem mentah terbaik mereka .
" Cepat katakan !" Ucap Alex dengan nada yang jauh berbeda dari biasanya.
" Aarrrggghhh ." Teriak kesakitan laki-laki Yaang kini terkapar di bawah kakinya.
" Apa itu kak Alex ? Kenapa mengerikan sekali." Ucap Lala sembari setengah terpejam.
" Ini kau yang sebenarnya Lex , aku suka jika kau berani ." Cap Daniel dalam hati dengan senyum di sudut bibirnya.
" Tuan Alex mengerikan juga ya kalau lagi kesetanan." Ucap Aldi terkagum dengan apa yang Alex lakukan.
Di gedung atas , nampak pria setengah preman datang membuka pintu , membiarkan cahaya setengah redup menghiasi ruangan yang nampak seperti gudang.
" Mmm mau apa kamu ? Berani mendekat kau akan menyesal." Ucap Andini dengan berani.
__ADS_1
" Waww , rupanya kau pandai menutupi perasaan mu nona , tapi aku sangat menyukai wanita yang galak ." Ucapnya menekan kata di ujungnya.
" Sini maju , jangan kamu kira saya ini tidak bisa melawan ya ." Ucap Andini memasang kuda-kuda .
Pria itu mendekat , dan Andini sudah dengan posisi siap . Dari arah belakang nampak Lala datang sembari terengah , memberi kode lalu Andini mengangguk tanda mengerti.
" Ayo nona serang aku , aku mau tau seberapa kuat jari lentik mu memukul dada kekar ku." Ucapnya dengan penuh keyakinan.
Tanpa basa-basi Andini melayangkan beberapa pukulan yang tepat membuatnya tercengang.
" Hiattt ."
Ucapnya lalu menendang sesuatu yang tertutup celana jeans nya.
" Aarrrggg !!!" Teriaknya seolah itu sangat menyakitkan.
Tak ingin diam saja , Lala ikut menyimbrung , melayangkan beberapa jurus taekwondo yang pernah ia pelajari.
Kuda-kuda yang kuat serta kepalan tangan yang siap mengeluarkan tenaganya.
" Laki-laki kurang ajar , rasakan ini . Hhhiiaaattt." Ucapnya lalu meloncat ,menindih serta memukul seluruh bagian yang nampak dimatanya.
Dengan tangan kosong , Andini juga Lala begitu antusias menghajar laki-laki yang sudah bersimbah di atas lantai .
Dari balik pintu , semua tercengang dengan apa yang mereka saksikan . Dua wanita cantik bahkan sangat anggun , namun sekarang babak singa betina yang kelaparan.
" Itu Nyonya ?" Ucap Aldi terkagum dengan keberanian dua wanita yang selalu menggunakan pakaian dress yang terlihat sangat feminim.
" Berani kau macam-macam dengan mereka , kau juga akan merasakan hal yang sama ." Ucap Daniel tanpa melihat Aldi yang ternganga.
" Kamu bisa mencobanya jika penasaran ." Imbuh Alex membubui ucapan Daniel yang di balas dengan gidikan mengerikan .
" Hhhuuueekkk." Tiba-tiba Lala memuntahkan semua isi perutnya tanpa aba-aba. Gejolak yang sangat membuatnya mual tak kuasa ia tahan.
" Sayang ." Ucap Daniel lalu mengusap bibir Lala , membersihkan kotoran yang menempel di dekat bibirnya menggunakan jas yang melekat di tubuhnya.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa . Hanya saja disini terlalu pengap ." Ucap Lala menenangkan semuanya.
_____________