Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 55


__ADS_3

" Eemmhhh ." Lenguhan panjang begitu saja keluar dari bibir Andini. Mata terpejam dengan tangan yang kembali memeluk erat sesuatu di sampingnya.


" Nyaman sekali ." Tuturnya dengan setengah sadar .


Beberapa detik berlalu , nampak Andini meraba sekelilingnya , menyadari ini bukan tempat dimana ia menggeletak kan kepalanya.


" Aarrghh." Teriaknya begitu kedua bola matanya terbuka.


Ya , satu pemandangan yang tidak biasa kini tengah ia nikmati.


" Kenapa berteriak?" Ucap Alex berusaha menetralkan degup jantung yang tiba-tiba cepat akibat teriakan sang istri.


" kee kenapa mas disini?" Ucapnya gagu sembari menatap ke sekelilingnya.


" Astaga ! dimana aku ? apa ?" Tanyanya ambigu sembari m raba seluruh pakaian yang tertempel di tubuhnya.


" Tenang saja aku belum menyentuh mu Hanya saja ." Ucap Alex diam dengan kata yang tak lengkap.


Tatapan entah apa ini Andini pun tidak tau , kedua pupilnya terbuka namun tertahan , dengan tangan yang saling meremas , bibir berwarna pink nya nampak memutih akibat gigitan dengan tak sadar.


Cuuppp


kecupan manis dengan tiba-tiba membuat wanita yang kini duduk tepak di atas pangkuan Alex melebarkan matanya . Menatap lekat kedua bola mata laki-laki gagah yang juga menatapnya , namun dengan ekspresi yang berbeda.


Decak lembut memenuhi seisi ruangan . Alex sedikit menekan kan tangannya membawa Andini pada posisi lebih nyaman.


Andini dengan rasa terkejutnya serta kedua tangan yang memegang erat kemeja putih bersih milik Alex tak mampu menolak rasa entah yang kini ia rasakan.

__ADS_1


Harum aroma mint serta aroma tubuh laki-laki yang menyandang status sebagai suaminya membuatnya ia tak tau harus berbuat apa.


" Buka saja bibir mu sayang ." Ucap Alex lirih saat menyadari gadis manis yang berada di pelukannya tak bereaksi .


" Hah , mmm mmmaaff mas . Aaku ." Tutur Andini tak karuan sembari bangkit dari pangkuan Alex .


" Disini saja ! biarkan aku memeluk mu sekarang ." Ucapnya sembari menahan gerakan Andini yang ingin meloloskan diri.


" Tapi ini ."


Cuppp


" Bernafas lah seperti biasa . Jangan takut aku akan bersikap lembut."


Bblluuss


Pipi tirus dengan rambut sedikit berantakan membuat Alex semakin memperdalam aktifitas nya.


Pikirannya kini melayang , segala aktifitas yang tidak pernah ia duga akan secepat ini kini mulai membayangi pikirannya.


" Ya Tuhan , apa dia akan meminta haknya hari ini ? siang ini? tapi . ini kan ! Aaaarrggg Astaga Andini bagaimana ini apa kau sudah siap ." Ucapnya dalam hati sembari memanjatkan do'a yang mungkin terdengar lucu jika sampai terdengar .


Mata terpejam erat dengan pelukan sedikit cengkraman membuat Alex sadar dengan situasi yang sedang terjadi.


" Kau baik-baik saja?" Tanya Alex perhatian sembari mengusap lembut pipi Andini yang semakin merona.


Kkkrruuukkk

__ADS_1


" Eheheee , bisa kita makan dulu tidak mas ! aku . sudah lapar ." Ucap Andini sembari menahan malu.


" Aduhh Andini kenapa kau memalukan sekali ! hah memalukan dia kan suami mu . Tapi ." ucapnya lagi seorang diri seolah ia tengah berbincang .


Di liriknya jam yang melingkar di pergelangan tangannya , menyetujui ajakan istri mengingat jarum jam sudah berada di tengah angka satu.


" Maaf membuat mu kelaparan . Ayo kita makan dulu setelah itu kita lanjutkan lagi ."


" hah ? disini ? " Ucap Andini sponta sedikit panik.


" Maksud mu disini ? "


" Emm . mas bilang kita lanjutkan lagi . oh maaf mas aku sedang lapar jadi pikiran ku sedikit tidak beres ." Ucap Andini lalu berdiri cepat hendak melarikan diri.


" Anak nakal ! " kata Alex begitu istrinya berdiri sembari menepuk-nepuk baju yang melekat di tubuhnya.


" Malu sekali aku ." Rutuknya sembari menepuk pelan kepalanya .


____________


Haii teman reader emak Mommy bagaimana kabar kalian?


Mohon maaf ya author tidak update dengan rutin . Sedang author usahakan untuk rajin mengetik sambil nyuri-nyuri waktu kerja di dunia nyata🤭🤭


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰🥰


Salam sayang dari Mama_kecil

__ADS_1


__ADS_2