Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 57


__ADS_3

Tubuh yang kini tengah terbaring , memejamkan mata sembari menikmati hangat serta lembutnya busa yang ia taruh pada bathtub dengan nuansa putih susu. Beberapa hiasan dinding serta tanaman dalam pot kecil lucu di sebelah dinding kaca pembatas menambah kesan nyaman serta tenang .


Andini kini yang tengah menikmati rileksasi pada tubuhnya sembari menghirup aroma dari lilin yang terbakar tak jauh dari dirinya , dari beberapa pilihan untuk kali ini Andini memilih aroma lavender , selain aroma yang lembut dan menenangkan bunga lavender yang di percaya mampu untuk menurunkan tingkat kecemasan yang mungkin sesuai dengan kondisinya saat ini.


Di situasi yang begitu menenangkan kini Andini mendadak dibuat gelagapan saat mendengar gedoran dari balik pintu bercat putih dengan cermin besar di sisihnya.


Tok


Ttookkk


Tttoookkkkk


" Sayang ? apa kau baik-baik saja." Ucap Alex dari balik pintu dengan jari yang terus mengetuk saat ia belum mendapati jawaban dari sana.


" Eemmm ,iya mas aku baik-baik saja, aku aku hanya . Ya aku sudah selesai , tunggu sebentar lagi ya!" Teriaknya dari dalam sembari kelimpungan hendak membasuh tubuhnya.


" Kau yakin ? ini sudah lebih dari 1 jam kau di dalam sana, tidak takut kedinginan ?" Tutur Alex lagi mengingatkan Andini.


" iya mas , aku sudah selesai." ucap Andini lalu bergegas hendak mencari handuk yang sempat ia ambil dari dalam lemari.


" Aduuhh Andini , apa kau sepanik itu sampai kau tidak menyadari kalau sudah begitu lama didalam sini ." Tuturnya lagi pada diri sendiri.


Tubuh Bayah kuyup ia bawa menuju tempat biasa ia menggantungkan kimono nya.


" Sayanggg ."


Dook ddookkk dooookkkk

__ADS_1


" Sayang ? kau baik-baik saja?" teriak Alex lagi saat tak sengaja telinganya mendengar suara panik dari dalam kamar mandi.


Bbbrrakkkk


" Aaaaaaaaa !!"


Lengkingan suara Andini memecah suasana , sontak Alex menutup rapat kedua telinganya sembari tertunduk.


Gglleekkk


Bbbrrakkkk


Huh ha huh hah


" Aaarrrgggg , bagaimana ini ! ya Tuhan ."


Dengan posisi yang masih terduduk , Alex masih ternganga , ya walaupun hanya sekilas namun bayangan yang baru saja ia alami membuatnya sedikit terdiam.


" Damn !"


Ucap Alex menahan sesuatu yang entah mengapa tiba-tiba mengeras melupakan rasa nyeri di dahinya akibat hantaman pintu yang tiba-tiba.


Wajah merah padam menahan malu bercampur panik yang kini mengisi perasaan gadis cantik yang tengah terduduk ke dalam bathtub yang mulai mengering.


" Bagaimana ini? bagaimana aku bisa lupa membawa kemari ." Ucapnya sembari menggigit kuku.


" Apa kak Alex melihat ku . aaaaaa." Jerit kecil tertahan di tenggorokannya.

__ADS_1


Berjalan ia mendekat ke arah pintu , berharap ada satu pertolongan untuk dirinya.


" Tidak mungkin aku menunggu disini ."


" Mas , mas ." Seru Andini masih dari balik pintu.


" Mas , apa kau masih di situ ? emm boleh aku meminta bantuan ." Ucapnya lagi sembari menempelkan daun telinganya pada pintu yang tertutup rapat.


" Apa kak Alex sudah pergi ?"


Ceklek.


Tak kunjung mendapatkan jawaban , Andini mencoba membuka pintu , menyembulkan kepalanya memastikan tak ada orang di dalam kamar Alex yang kini resmi mereka tempati berdua.


" Mas ." Panggilnya pelan memastikan kembali.


Serunya nampak lega , menutup kembali pintu sembari membelakangi pintu dengan satu tangan mengusap dada , mentralkan kekacauan yang ada di benaknya.


" Huh , syukurlah."


Hembusan nafas panjang keluar dari bibirnya , lalu perlahan memutar kembali gagang pintu dan melangkahkan satu kaki untuk segera berlari menuju ruangan ganti yang berasa di sisi pintu kamar mandi.


Ceklek.


" Aaaaaaaagggrrr ." Teriak nyaring Andini tak mampu mengelak .


_________

__ADS_1


Lanjutkan atau tidak ya ? 😔


__ADS_2