Assalamualaikum, Ning Annisa

Assalamualaikum, Ning Annisa
Bab 23. Nasehat Gus Fathir


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 23


Gus Fathir dan Rafael berbincang-bincang dengan santai. Meski begitu, pemuda itu merasakan ketegangan, gugup, dan berusaha berlaku dengan penuh sopan santun.


"Kewajiban suami kepada istri adalah mempergaulinya secara maโ€™ruf, memberinya nafkah, lahir dan batin, mendidik istri, dan menjaga kehormatan istri dan keluarga."ย 


"Adapun kewajiban istri kepada suami, adalah taat kepada suami, menjaga amanat sebagai istri/ibu dari anak-anak, rabbatu al-bayt atau manajer rumahtangga, menjaga kehormatan dan harta suami dan meminta izin kepada suami ketika hendak bepergian dan puasa sunnah."


"Selanjutnya adalah kewajiban bersama suami istri yakni menjaga iman dan meningkatkan ketaqwaan, menjaga agar senantiasa taat kepada Allah, yang diwujudkan dalam sikap menjadikan syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan (miqyasu al-โ€™amal) dalam semua aspek kehidupan, seperti beribadah bersama, menjaga makanan dan minuman agar halal, selalu menutup aurat, dan mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh."


"Suami istri harus pula selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dengan cara selalu bersabar ketika menghadapi kesulitan, tawakal bila mempunyai rencana, selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan, saling mengingatkan dalam kebaikan, mempererat tali silaturahim dengan keluarga suami istri dan lain sebagainya."ย 


"Bila semua hak dan kewajibanย  suami dan istri serta kewajiban bersama ditunaikan dengan sebaik-baiknya, Insya Allah keluarga sakinah akan terwujud. Karena keluarga sakinah adalah buah dari ketundukan suami istri kepada ajaran dan nilai-nilai Islam."


Rafael mendengarkan dengan baik setiap perkataan yang diucapkan oleh kakak iparnya. Dia secara garis besar tahu apa kewajiban suami istri dan hak mereka berdua, karena Ning Annisa selalu mengingatkan dirinya. Begitu juga dengan ayah mertuanya yang selalu memberikan kuliah singkat di waktu pagi hari.


"Adab suami terhadap Istri, yaitu berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah. Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri", lanjut Gus Fathir.


Sesekali Rafael bertanya sesuatu kepada Gus Fathir. Lalu, kakak iparnya itu akan memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami.


"Rafael, tahu nggak kalau menurut ajaran Islam, bukan kewajiban hukum seorang istri untuk memasak makanan atau mengurus rumah?" Gus Fathir tersenyum melihat mulut Rafael yang menganga.

__ADS_1


"Loh, bukannya itu salah satu tugas istri?" tanya Rafael balik.


"Bukan, jika seorang wanita memilih untuk menolak melakukan pekerjaan tersebut, suami tidak dapat memaksanya untuk melakukannya," jawab Gus Fathir.


"Menurut Jumhur Ulama (Syafi'iyyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah) berpendapat bahwa tidak wajib bagi istri membantu suaminya. Tetapi lebih baik jika melakukan seperti apa yang berlaku (membantu)," ucap laki-laki yang suka memakai baju muslim dalam keseharinya itu.


"Wajib atau tidakkah bagi suami memberitahu istrinya bahwa sang istri tidak wajibย  membantu memasak, mencuci dan sebagainya sebagaimana yang berlaku selama ini? Jawabnya adalah wajib bagi suami memberitahukan hal tersebut, karena jika tidak diberitahu seorang istri bisa menyangka hal itu sebagai kewajiban bahkan istri akan menyangka pula bahwa dirinya tidak mendapatkan nafkah bila tidak membantu (mencuci, memasak dan lainnya). Hal ini akan menjadikan istri merasa menjadi orang yang terpaksa," lanjut Gus Fathir.


"Jadi, meskipun istri dengan ikhlas melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci, memasak, menyapu, dan lain sebagainya, tetap wajib bagi seorang suami untuk menjelaskan bahwa pekerjaan itu bukanlah kewajibannya. Pun jelaskan bahwa pemberian nafkah dari suami tidak ada hubungannya dengan pekerjaan rumah tersebut," jelas Gus Fathir.


"Aku kira semua itu tugas seorang istri. Eh, tapi tenang saja, Cinta tidak aku perlakuan seperti itu," kata Rafael.


"Justru aku ingin melakukan hal seperti itu," timpal Ning Annisa.


"Aku juga mau mengumpulkan pahala untuk bekal di akhirat kelak. Dengan ketulusan dan keikhlasan dalam melakukan semua pekerjaan itu," balas Ning Annisa.


"Aaaa, makin cinta deh, sama istriku ini! Boleh cium nggak?" Rafael menatap Ning Annisa dengan tatapan mesumnya dan itu membuat istrinya merinding.


"Ehem ... Ehem!" Gus Fathir berdeham menyadarkan kedua sejoli itu kalau sekarang ini ada duda di sana.


"Hehehe. Maaf, Gus. Sering lupa diri jika sudah berdekatan dengan istri," tukas Rafael dengan senyum malu-malu dan tingkah yang tidak tahu malu yang membuat Ning Annisa merasa sangat malu.


"Awww, Cinta. Ada apa? Kenapa cubit-cubit paha aku?" tanya Rafael sambil mengusap paha yang tadi dicubit oleh istrinya.


Rasa sakit dari cubitan itu tidak seberapa, tetapi kejutan listrik dalam tubuhnya membuat bangkit sesuatu yang selalu tidur. Ini membuat Rafael ingin menerkam Ning Annisa saat itu juga.

__ADS_1


***


"Cinta, aku mau mandi dulu," kata Rafael saat mereka masuk ke dalam kamar.


"Aku akan siapkan bajunya," ucap Ning Annisa sambil berjalan ke arah walk in closet.


"Kita mandi bersama, yuk!" ajak Rafael sambil menaik turunkan kedua alisnya dan senyum jahil yang menggoda.


"Nih!" Ning Annisa mengangkat tangannya yang terkepal dan itu membuat Rafael langsung kabur masuk ke kamar mandi.


Setelah kepulangan Gus Fathir, Rafael membersihkan diri karena merasa gerah. Bicara dengan kakak iparnya itu seperti sedang diinterogasi oleh pihak berwenang. Betapa banyak nasehat yang dia berikan untuknya. Apa yang harus dilakuan seorang laki-laki terhadap keluarganya. Apa saja yang mewajiban seorang suami dan hak apa yang bisa dia terima dari istrinya.


'Ternyata hidup berumah tangga itu perlu ilmu dan pemahaman untuk bisa menjalaninya. Aku kira cukup dengan saling menyukai, buat anak, cari uang, dan punya rumah beserta isinya. Bisa membina rumah tangga.' (Batin Rafael)


Rafael pun beranjak keluar kamar mandi hanya memakai handuk yang dililitkan ke pinggangnya. Begitu dia berjalan ke arah tempat tidur, di mana baju yang sudah di siapkan oleh Ning Annisa berada. Tanpa sengaja, dia jatuh terpeleset karena kakinya yang masih basah.


Ning Annisa yang sedang mengambil bros kerudungnya yang jatuh di lantai, ketiban tubuh Rafael yang handuknya terlepas. Tubuh pemuda itu menimpa kepala sang istri.


Ning Annisa sangat terkejut melihat ada senjata tempur milik Rafael yang tepat di depan matanya.


"Kya-aaa!" Ning Annisa langsung pingsan.


***


๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ Mata Ning Annisa sudah ternoda ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„. Apa yang akan Rafael lakukan saat melihat istrinya pingsan? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2