Benang Merah

Benang Merah
Chapter 10


__ADS_3

Chapter 10 Rev


Ting Tong Ting Tong


Bel rumah berbunyi, Huang Yi Zhen dengan malas melangkah ke pintu luar. Namun ia malah berpapasan dengan Chu Liu. Huang Yi Zhen sedang malas melihat fotonya, apalagi orangnya.


"Kak Zhen ..."


Huang Yi Zhen menutup pintunya segera. Huang Yi Zhen memanggil Zhuo Gu Chu. Dan mengatakan padanya, "Usir wanita yang di depan. katakan Paman tidak ingin bertemu siapapun hari ini "


Zhuo Gu Chu merasakan fluktasi emosi yang di miliki Huang Yi Zhen. Ia segera melakukan yang Huang Yi Zhen katakan. Chu Liu yang berada di depan pintu berharap yang membuka pintu adalah Huang Yi Zhen.


"Dimana Kak Zhen?" tanya Chu Liu penuh harap.


Zhuo Gu Chu menatap sinis pada Chu Liu.


'Karna Wanita ini Tuan mabuk dan hampir melenyapkanku' batin Zhuo Gu Chu.


"Paman berkata sebaiknya kamu pergi, karna paman tidak ingin di temui oleh siapapun hari ini." Ujar Zhuo Gu Chu. Chu Liu menatap Zhuo Gu Chu lalu menatap rumah Huang Yi Zhen yang tertutup rapat.


Chu Liu menghela nafas, lalu berkata pada Zhuo Gu Chu. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu, besok aku akan datang lagi."


Chu Liu dengan berat hati melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Huang Yi Zhen. Sebenarnya hatinya sudah berlabuh di Huang Yi Zhen sejak ia melihatnya di sebuah pertemuan para dokter. Namun entah angin apa yang membuatnya tiba-tiba jatuh hati pada Long Tian Ya, di beberapa hari sejak Huang Yi Zhen mengalami koma. Anehnya setelah bercinta dan ketahuan Huang Yi Zhen waktu itu, rasa cinta Chu Liu ke Long Tian Ya hilang. Seolah-olah ada sesuatu yang mempengaruhi hubungannya dan Huang Yi Zhen.


Pada saat-saat seperti ini Chu Liu hanya ingin pergi ke rumah Neneknya, berharap teh herbal buatan Neneknya membantunya memberikan ketenangan. Namun saat sampai di depan rumah Neneknya, Chu Liu di hadang sekitar tiga cenayang pemburu hantu.


"Ada apa?" tanya Chu Liu.


"Nona, di tubuhmu terdapat mantra kutukan yang di lemparkan oleh hantu tingkat tinggi, apa saja yang kamu lakukan akhir-akhir ini? " tanya para Cenayang itu.


Chu Liu tidak terlalu percaya takhayul. Dia melangkah ke dalam rumah Neneknya tanpa mempedulikan para Cenayang. "Hentikan langkahmu di sana! Biarkan para Master itu melihat apa yang salah denganmu." Sang Nenek yang duduk di halaman depan menghentikan langkah Chu Liu.


"Li Zhi Hua apa yang kamu dapatkan dari terawang tadi?" Tanya yang tertua pada perempuan satu-satunya di tim Cenayang.

__ADS_1


"Menjawab Kakak besar, Wanita ini di pengaruhi hantu untuk menyelingkuhi calon suaminya." ujar Li Zhi Hua.


"Kakak besar, kurasa kita harus memeriksa tunangannya ini." ujar yang termuda.


"Wan Biao benar Kak, kurasa kita harus memeriksa Pria itu, kulihat di sekitar tubuhnya ada hawa mistis." ujar Li Zhi Hua.


"Hm... baiklah, Nona bisakah beritahu kami alamat kekasihmu ini." tawar si Kakak besar.


"Aku akan mengantar kalian." karna Cenayang itu berkata ada sesuatu diantara Chu Liu dan Huang Yi Zhen, maka Chu Liu akan menuruti para Cenayang demi mengetahui dalang di balik perpisahan mereka.


Namun begitu mereka sampai di rumah Huang Yi Zhen, rumah itu telah kosong. Chu Liu juga tidak tau kemana perginya Huang Yi Zhen. "Nona Chu, apa kami bisa masuk ke dalam?" tanya Wan Biao.


"Bisa, aku memiliki kunci cadangan."


Dengan bantuan Chu Liu, para Cenayang itu berhasil memasuki rumah lama Huang Yi Zhen. Seluruh barang seperti Furnitur tetap utuh di ruangan, hanya peralatan pribadi yang tidak ada. Suhu di ruangan juga tidak terlalu dingin, pertanda bahwa mereka baru saja pergi.


"Aneh, di sini tidak hanya ada aura hantu yang kuat, tapi juga ada aura binatang roh." ujar si Kakak Besar.


"Kakak besar, Kak Li, pintu ini, sudut ruangan itu serta kursi, di sana memiliki jejak spiritual dua mahluk yang berbeda." ujar Wan Biao.


"Yakin, dia sudah lama tinggal di sini. tidak mungkin bisa salah." Chu Liu sedikit ragu.


"Aku yakin ada sesuatu di balik identitas kekasihmu. Kita harus menemukannya untuk memastikan. " ujar si Kakak Besar.


.....


"Huang Yi Zhen, kinerjamu akhir-akhir ini memburuk, sayang sekali... padahal kamu adalah Dokter yang hebat." ujar kepala rumah sakit.


"Lalu... " Huang Yi Zhen masih sulit melupakan apa yang di lakukan Chu Liu dengan Pria lain. Sehingga ia sering gagal fokus dan merusak pekerjaannya.


"Kurasa rumah sakit ini tidak bisa lagi menerimamu." ujar Kepala rumah sakit.


Huang Yi Zhen mengangguk dan segera berjalan ke Ruangannya untuk membenahi barang-barangnya. Perawat Chen juga tau mengenai masalah Huang Yi Zhen. Ia datang ke kantornya Huang Yi Zhen untuk mengucapkan selamat tinggal.

__ADS_1


"Nona Chen, kamu mengucap selamat tinggal untuk apa? Kita tetangga, kamu masih bisa melihatku setiap hari." ujar Huang Yi Zhen.


"Benar, kalau begitu aku akan membantu Dokter Huang membenahi barang-barang." ujar Perawat Chen.


Huang Yi Zhen pun dapat membenahi semua barang-barangnya lebih cepat dengan bantuan Perawat Chen. Setelah mengucapkan terima kasih Huang Yi Zhen pergi dari Rumah sakit.


Huang Yi Zhen tidak merasa terburu-buru, maka dengan santai ia memasuki mini market dan membeli beberapa camilan untuk Zhuo Gu Chu dan Momo. Mungkin karna pengaruh AC Huang Yi Zhen merasakan dingin di ujung sekujur tubuhnya.


"Totalnya sekitar 10.000 Yuan." ujar penjaga kasir.


Huang Yi Zhen membayar barang yang di belinya kemudian pulang ke rumahnya. Setelah Huang Yi Zhen memarkirkan mobilnya, ia merasa sedikit pusing. Huang Yi Zhen memijat dahinya. Zhuo Gu Chu yang sedang menyiram tanaman melihat ada yang salah dengan Huang Yi Zhen.


"Ada apa Paman? " Zhuo Gu Chu mematikan kran air lalu menghampiri Huang Yi Zhen.


Namun sebelum Huang Yi Zhen dapat menjawab, Huang Yi Zhen sudah jatuh pingsan di atas tanah. "Paman!" Zhuo Gu Chu segera mendekati Huang Yi Zhen yang jatuh.


Setelah beberapa menit pemeriksaan, Zhuo Gu Chu menyimpulkan bahwa Huang Yi Zhen terkena demam. Huang Yi Zhen yang terkena demam sering berhalusinasi tentang wanita berselendang merah, yang sepertinya mirip dengan Hu Lei. Huang Yi Zhen bahkan dapat merasakan kalau itu Ming Tian Lei yang berkunjung.


Pada suatu malam yang sangat tenang, Huang Yi Zhen merasa kesadarannya jatuh ke tempat yang jauh. Dan ia berhenti di sebuah hutan sejuk yang sangat hijau.


"Hai... " Anak kucing berwarna hitam menyapanya.


"Jangan bingung, aku kemari karna ingin memberikan ingatan yang kau simpan dalam inti siluman yang kau pakai sebagai kalung itu. " Kemudian Anak kucing itu berkata lagi.


"Namaku Xuan Yi Zhen, kita adalah orang yang sama. kamu yang sekarang juga bukan manusia loh..." Kucing itu berbicara sambil menjilati cakarnya.


"lalu aku harus apa untuk bangun?" tanya Huang Yi Zhen.


Xuan Yi Zhen mengangkat cakarnya dan berkata "Kamu harus mencerna ini semua dulu. "


Sebuah bola kuning keemasan muncul di tangan Xuan Yi Zhen. Xuan Yi Zhen melempar bola itu ke Huang Yi Zhen. Zhuo Gu Chu melihat ada yang aneh dengan Huang Yi Zhen, ia segera memanggil Ming Tian Lei.


Ming Tian Lei melihat sebuah tanda samar muncul di atas dahi Huang Yi Zhen. Tanda yang sama dengan siluman Kucing yang dulu pernah berteman dengannya. Ternyata Huang Yi Zhen adalah Siluman kucing?!

__ADS_1


'Berarti Xuan Yi Zhen benar-benar di lahirkan untukku' batin Ming Tian Lei. Tanda di dahi Huang Yi Zhen membesar, bersinar terang hingga Ming Tian Lei harus membuat perlindungan untuk matanya.


__ADS_2