Benang Merah

Benang Merah
Chapter 23


__ADS_3

Chapter 23 Rev


"Halo Nona, saya Shangguan Luan. Saya yang akan menemani Anda selama di kantor ini."


Hu Lei mengangguk, ia berjalan menuju ruangannya. Ayahnya melihat reaksi Hu Lei yang tampak biasa-biasa saja, ia sedikit bingung dan meminta Shangguan Luan pergi.


"Ada apa Nak? Apa pekerjaannya terasa membosankan?"


"Tidak, aku hanya merasa canggung karna baru bertemu."


"Oh, syukurlah kalau begitu."


"Ya, Ayah sudah bisa pensiun dengan tenang." Ujar Hu Lei.


Setelah Ayah Zhang pergi, Hu Lei membawa Huang Yi Zhen ke pangkuannya. Huang Yi Zhen yang dalam bentuk kucing di usap untuk menenangkan rasa tidak tenangnya. Ia selalu merasa bahwa dunia kecil ini adalah sesuatu yang tidak terduga.


.....


"Kau tau... Aku selalu merasa bahwa kita pernah bertemu sebelumnya..." Huang Yi Zhen bergumam saat ia bersantai di sofa dalam bentuk manusia.


'Jangan mengatakan apapun, atau pengaturan dunia akan mencari cara menyingkirkanmu. Bertindaklah sewajarnya.' Mao Yun Zhi mengingatkan dalam pikiran Hu Lei.


"Itu mungkin hanya perasaanmu saja." Hu Lei menatap jam tangannya. Waktu makan siang tiba, ia meminta Huang Yi Zhen berubah menjadi kucing.


Namun saat melangkah untuk pergi, Hu Lei merasakan sakit tepat di bagian inti rohnya. Dan itu berefek ke tubuhnya dengan jantung yang terasa panas. Huang Yi Zhen memperhatikan perubahan ekspresi Hu Lei. Ia melompat dan berubah bentuk ke bentuk manusia.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?"


Melihat Hu Lei tidak mengatakan apapun, Huang Yi Zhen sangat khawatir. Namun ia tidak tau harus melakukan apa. Detik berikutnya Roh Hu Lei di lempar secara paksa untuk keluar dari dunia kecil.


Mao Yun Zhi yang memantau semuanya, kebingungan dan tidak mengerti apa yang ingin di lakukan oleh pengaturan dunia. Mao Yun Zhi terus mencoba menghubungi Hu Lei. Namun selalu saja sulit seolah olah ada energi besar yang menghalanginya.


Dalam kegelapan sebuah suara menggemakan pendapatnya. "Aku harus menghukum seseorang yang menyusup ke Duniaku."


Hu Lei bertahan dalam ruangan gelap. Lebih tepatnya di kelilingi asap hitam yang gelap. Perasaan ini terasa sedikit akrab namun mencekam. Hu Lei mencoba yang terbaik untuk mempertahankan agar asap hitam itu tidak menyentuhnya.


Mao Yun Zhi di luar sana juga melihat perubahan pada Huang Yi Zhen yang tidur di bunga. Tubuh Hu Lei juga tidak dalam kondisi baik. Huang Yi Zhen memiliki semacam energi hangat yang mengelilinginya. Sebaliknya Hu Lei memiliki energi hitam yang dingin mengelilingi tubuhnya.


Dua energi berlainan ini mengingatkan Mao Yun Zhi tentang energi Yang murni milik Huang Yi Zhen dan kutukan milik Hu Lei. Mao Yun Zhi tidak bisa berpikir jernih. Jika benar itu yang terjadi, maka ia hanya dapat mengandalkan keberuntungan Huang Yi Zhen.


Di Sisi Lain, Huang Yi Zhen yang duduk di sebuah taman musim semi, merasa dia memiliki sesuatu yang besar untuk di lakukan. Saat ia mencoba untuk mengingatnya, tidak ada apapun selain perasaan dingin mengelilingi tengkuk lehernya.


Rasa ingin tau menggelitik hati kucing besar itu. Huang Yi Zhen mengikuti benang merah kebalik bukit. Namun ia di kejutkan dengan pemandangan gelap dan suram di antara perbukitan yang indah. Huang Yi Zhen merasa ragu-ragu. Namun saat ia melihat ujung benang merah itu tampak di sembunyikan jauh di dalam, Huang Yi Zhen tidak bisa menahan rasa penasarannya dan mulai memasuki hutan gelap.


Seseorang memegang lengannya. Huang Yi Zhen berbalik dan melihat seorang wanita tua tersenyum kepadanya. "Apa kau yakin ingin meninggalkan semua keindahan dan kenyamanan ini? Hanya untuk mengetahui ujung benang itu?"


Meskipun wanita tua itu tampak sangat baik, Huang Yi Zhen merasa bahwa semua senyum hangatnya menyimpan rahasia lain yang lebih besar. Huang Yi Zhen tidak berpikir dua kali sebelum mengangguk-angguk seperti ayam mematuk nasi.


Wanita tua itu tersenyum pasrah. "Baiklah kalau begitu, ternyata aku tidak bisa menahan mu di sini. Pergilah dan temui dia, kamu hanya perlu menemuinya. Namun aku tidak begitu yakin apa yang akan terjadi. Dia datang untuk menjemputmu, namun kutukannya membuatnya lupa segala hal selain namamu dan obsesinya untuk memelukmu. Apa kau yakin tetap ingin pergi? Bagaimanapun 'dia' tidak sebaik dirimu."


Huang Yi Zhen tidak mengerti apa yang di katakan wanita tua itu. Huang Yi Zhen melirik ujung benang merah, sekali lagi ada sebuah perasaan yang meyakinkannya untuk pergi ke hutan gelap.

__ADS_1


Huang Yi Zhen menguatkan tekadnya dan berlari dalam bentuk kucing hitam ke arah hutan gelap. Wanita tua tampaknya menghela nafas pasrah. "Yah, mereka memang pasangan sempurna yang di atur langit. Bahkan jika aku memanipulasi ingatan dan alam kucing itu, ia akan secara tidak sadar mendekati rubah terkutuk. Benar-benar pasangan Dewa keberuntungan dan Dewi kesialan."


Wanita tua itu melambaikan tangannya dan sebuah bola kaca kemerahan muncul di tangannya. "Mari kita lihat, apakah keberuntungan kucing atau kutukan rubah yang menyelamatkan kisah cinta mereka."


Huang Yi Zhen berhasil memasuki Hutan gelap, namun ia masih harus masuk lebih dalam untuk mengetahui apa yang menunggunya. Sebuah portal hitam yang tampak lengket dan menjijikan muncul di depannya. Huang Yi Zhen enggan memasuki portal menjijikan itu. Namun ketika melihat ujung benang merah menembus ke dalam portal, ia menguatkan hatinya dan melompat masuk tanpa membuka matanya.


Begitu Huang Yi Zhen membuka matanya, ia berada di sebuah rumah minimalis yang sunyi. "Bukankah aku ada di hutan gelap?"


"Aku tertarik dengan hubungan kalian. Begini saja, jika kalian berhasil melewati Tujuh duniaku dengan tangan bergandengan, aku akan membebaskan kalian."


Wanita tua itu kembali muncul dan dia mengejutkan Huang Yi Zhen yang merupakan kucing penakut. "Aku masih tidak mengerti..."


"Itu wajar, aku tidak mengembalikan ingatanmu. Sekarang dengarkan aku, kau hanya perlu melewati Tujuh duniaku jika ingin mengingat segalanya. Dan ingat, harus bergandengan tangan, yang artinya kamu harus tinggal dengannya bersama-sama."


Hati Huang Yi Zhen terasa gatal dengan kata 'Dia'. Akhirnya ia menyerukan keluh kesahnya. " Tapi 'dia' siapa?"


"Aku hanya memberikan petunjuk satu kali. Itu adalah pemilik ujung benang merah yang lainnya, Hu Lei."


Kemudian wanita tua itu menghilang tanpa meninggalkan jejak. Namun Huang Yi Zhen mengingat dengan jelas nama 'Hu Lei' Dia merasa nama itu sangat akrab.


Sebelum dia sempat mengingatnya, lampu kamar kecilnya berkedip beberapa saat dan pecah. Huang Yi Zhen merasakan rasa dingin yang akrab. Huang Yi Zhen merasa pernah mengalami teror seperti ini di suatu tempat.


Jendela kamarnya terbuka dengan suara keras hingga mengejutkan Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen merasa malam yang gelap di luar jendela memiliki mata yang terus menatapnya. Huang Yi Zhen merasakan ada tangan dingin yang memeluk pinggangnya, namun ia tidak berani menoleh.


Ia bahkan tidak bisa bergerak apalagi bernafas lancar. Huang Yi Zhen mencoba yang terbaik untuk tidak takut. Dengan susah payah ia akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya. Huang Yi Zhen mendekati jendela dan menutupnya perlahan. Meskipun begitu, perasaan dipeluk oleh tangan dingin tidak pernah meninggalkannya.

__ADS_1


Perlahan-lahan rasa paranoid yang besar menutupi hatinya. Ia masih tidak berani menoleh ke belakang. Ia ingat bahwa tubuh yang ia tempati saat ini memiliki keluarga, jadi ia ingin bertemu dengan orang hidup. Setidaknya itu lebih baik daripada berada di tempat sunyi yang mencekam ini, bahkan jika itu adalah kamarnya.


__ADS_2