
Chapter 30 Rev
Huang Yi Zhen tidak lagi peduli dengan sekitar. Ia hanya mengikuti arah titik merah bergerak. Untuk meningkatkan instingnya, Huang Yi Zhen mempertahankan bentuk semi manusia.
Di kepalanya ada sepasang telinga kucing berwarna hitam. Pupilnya sudah menjadi pupil kucing berwarna merah. Ekor kucing dan cakar depan kucing yang menggantikan posisi tangannya juga tidak tertinggal.
Saat ia hampir saja mendapat titik merah, titik merah itu menghilang. "Grr... Kemana titik merah itu?!"
"Awalnya aku hanya menebak saja, tidak ku sangka ternyata tebakan anehku benar."
Suara wanita yang terdengar familiar itu membuat telinga kucing Huang Yi Zhen bergerak-gerak. Mata kucing Huang Yi Zhen dalam keadaan aktif, seharusnya ia bisa menemukan siapa yang berbicara. Namun meski kepalanya berputar-putar ia tidak dapat melihat siapa yang berbicara.
"Mencariku hm...?" Suara wanita itu menggema di seluruh gedung gelap yang kosong.
Huang Yi Zhen merasa seperti di intai predator. Manusia separuh kucing itu dalam keadaan siaga. Ekornya mengembang, cakarnya juga ikut keluar. Lalu ada benda bundar yang di lempar ke Huang Yi Zhen. "Ini... " Huang Yi Zhen mengendus aroma bola itu. "Bola catnip!"
Kini rasa siaga tingkat tinggi itu hilang di gantikan dengan rasa senang alami milik kucing. Huang Yi Zhen tidak lagi memiliki tenaga untuk bertarung, sekarang ia hanya ingin malas-malasan dengan bola catnip di tangannya. Aroma catnip yang khas membuatnya candu.
Seorang gadis dengan lensa mata berwarna merah muncul di belakang Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen dalam kondisi seperti orang yang mabuk, ia tidak lagi siaga pada orang orang di sekitarnya. "Kucing kecil, ikutlah denganku..."
Huang Yi Zhen berbalik, pupil vertikal itu bertemu dengan mata merah milik gadis di belakangnya. Niat membunuh yang masih bersisa di matanya, dan darah yang belum kering sempurna di pipi putihnya, membuat Huang Yi Zhen ketakutan sampai tidak sengaja berubah menjadi kucing hitam kecil di depan gadis itu.
Ngomong-ngomong gadis berlensa mata merah ini adalah Nona Hu, si tetangga Huang Yi Zhen. Nona Hu mengangkat kucing hitam kecil ke telapak tangannya dan berkata dengan seringai.
__ADS_1
"Aku tidak tau mengapa kamu bisa berubah menjadi hewan kecil seperti ini. Sekarang kamu perlu tau, rahasia kecilmu ini ada padaku. Jika kamu tidak ingin orang tua atau orang lain mengetahui kamu yang bisa berubah seperti ini, maka turutilah keinginanku."
Kucing kecil tertunduk dan menganggukkan kepalanya dalam diam. Nona Hu Itu tertawa puas, ia memesan taksi dan membawa Huang Yi Zhen kembali ke apartemennya. Saat sampai di apartemen Nona Hu, Huang Yi Zhen bertanya. "Bagaimana dengan Sheng Luo?!"
Kucing kecil itu melompat ke lantai dengan rasa khawatir di kepalanya. Sebelum Huang Yi Zhen berbalik, ia merasakan aura berat di sekitar Nona Hu. Wanita tua muncul dalam wujud mungil, hanya untuk membisikkan kata. "Ini yang di sebut dengan aura kecemburuan."
Nona Hu mengangkat kucing kecil dengan cubitan di tengkuk lehernya. "Tuan Huang, ada beberapa peraturan yang harus kau patuhi."
Suara nona Hu terdengar di penuhi penekanan dan dendam. Nona Hu melempar kucing hitam kecil ke sofa ruang tamu. Untungnya Huang Yi Zhen mendarat dengan ke empat kakinya. "Pertama, jangan menyebut nama orang lain di depanku. Kedua, di larang bersama orang lain tanpa sepengetahuanku. Ketiga, tidak boleh meninggalkanku tanpa izin. Atau video ini akan tersebar, aku jamin Tuan Huang tidak menginginkan hal itu."
Huang Yi Zhen menatap cuplikan video yang menampilkan dirinya yang berubah dari Manusia menjadi kucing. Huang Yi Zhen bingung jika orang banyak mengetahuinya apa yang akan terjadi?
Wanita Tua muncul tiba-tiba dan duduk di sisi Nona Hu. "Jika orang-orang sampai tahu, akan ada Orang yang menangkap mu untuk di teliti. Kamu akan di belah seperti kodok, jika tidak percaya lihat ingatan pemilik tubuh asli baik-baik. Keluargamu juga akan membuang mu, mengira kau bukan anaknya, mengira kau adalah monster yang menculik anak mereka. Sebaiknya patuhi saja keinginan psikopat manis itu."
Jika apa yang di katakan Wanita tua benar-benar terjadi maka hidupnya akan sulit sekali. Dan Huang Yi Zhen membenci kesulitan, dia adalah tipe orang yang sebisa mungkin memilih jalur damai di banding perang.
"Bagus... Kamu harus ingat, sekarang kamu adalah milikku, kucing kecil." Nona Hu mengusap kepala Huang Yi Zhen yang berada dalam bentuk kucing.
Huang Yi Zhen merubah dirinya ke bentuk manusia kemudian berkata. "Tapi... aku harus pulang..."
"Apa kau sudah mendapat izinku?" Tatapan tajam Hu Lei membuat Huang Yi Zhen kembali duduk dengan patuh.
"Mulai sekarang kau harus tinggal di tempat ini! Apakah Tuan Huang mengerti?" Nona Hu pergi ke ruangan lain setelah mengatakan hal itu.
__ADS_1
Huang Yi Zhen menganggukkan kepalanya dengan canggung. Ia tidak mengerti mengapa Nona muda itu bersikeras ingin memiliki dirinya. Tiba-tiba ia mengingat perkataan wanita tua tentang Hu Lei.
'Dia datang untuk menjemputmu, namun kutukannya membuatnya lupa segala hal selain namamu dan obsesinya untuk memelukmu.'
Bagaimana pun misi utama Huang Yi Zhen adalah menghabiskan Tujuh dunia milik wanita tua bersama Hu Lei. Jika tebakannya benar maka Nona Hu ini seharusnya adalah Hu Lei. Tapi Huang Yi Zhen masih tidak yakin, karna benang merah di jari kirinya tidak terlihat sejak ia memasuki dunia ini.
Huang Yi Zhen berubah ke bentuk Kucing hitam kecil dan memutuskan untuk tidur di sudut ruang tamu. Huang Yi Zhen tidak merasa tempat ini bukanlah tempat yang baik baginya. Karna ia merasa bahwa Nona Hu ini familiar di ingatan pemilik tubuh asli.
.....
Huang Yi Zhen membuka matanya ketika merasakan tubuhnya bergoyang-goyang. Huang Yi Zhen berada di ruangan gelap, yang terasa sempit. Tempat Huang Yi Zhen berpijak juga bukan tempat yang datar. Tempat gelap ini di penuhi banyak sekali barang-barang yang tidak di ketahui.
Huang Yi Zhen berjinjit untuk menyentuh langit-langit. Namun cakar depannya tersangkut dan ia tergantung-gantung di ruang gelap yang sempit itu. Tak lama kemudian langit-langitnya terbuka. Rupanya Kucing Kecil itu berada di dalam tasnya Nona Hu.
"Kamu bangun di saat yang tepat, kita akan membeli kalung untukmu. Apa kau mau keluar?" Nona Hu berbicara dengan suaranya yang hangat dan lembut.
Huang Yi Zhen tidak terbiasa dengan nada itu. Saat kepalanya bergerak ke sisi lain, ternyata mereka ada di ruangan toko peliharaan. Huang Yi Zhen juga melihat Nona Hu tidak sendirian, ada temannya di sampingnya.
"Meong." Huang Yi Zheng dengan berat hati mengambil peran kucing peliharaan yang patuh untuk Nona Hu.
Nona Hu mengusap kepala Huang Yi Zhen, kemudian memilih kalung kucing satu persatu. Nona Hu membeli kalung kucing yang memiliki nama ukir di plat nama kalungnya. Alih-alih mengukir nama Huang Yi Zhen, Nona Hu malah meminta tukang itu menuliskan 'milik Hu Lei' di plat namanya.
Melihat tulisan itu, Huang Yi Zhen menghela nafas. Berarti dugaannya benar, Nona Hu adalah Hu Lei. Yang dia cari.
__ADS_1