Benang Merah

Benang Merah
Chapter 42


__ADS_3

Chapter 42


Hal yang pertama kali di lihat Huang Yi Zhen adalah kanvas putih. Tangannya memegang sebuah kuas, tangannya yang lain memegang sebuah palet kayu dengan warna di atasnya. Karna rasa ingin taunya, ia mencoba untuk menggores kanvas putih dengan warna.


"Rasanya menenangkan..." Gumamnya.


Lengannya terus berayun di udara untuk menyapukan warna. Kanvas putih mulai berwarna. Di dominasi oleh warna biru laut, Huang Yi Zhen berhasil menyelesaikan lukisannya. Yang ada di kanvasnya adalah gambar ikan sarden perak yang melompat di atas ombak.


Percikan air laut di sekitarnya membuat lukisan terkesan hidup. Setiap lapisan warna pada setiap objek membuat ikan sarden seakan-akan melompat keluar dari kanvas. Bahkan sebagai siluman kucing, Huang Yi Zhen tau kalau lukisan ini pasti di buat oleh seorang ahli!


Mungkinkah pemilik tubuh adalah pelukis?


"Mengapa tidak telusuri saja ingatan pemilik tubuh asli?"


Huang Yi Zhen berbalik, wanita tua itu melayang-layang untuk melihat banyak kanvas indah di dinding. Huang Yi Zhen memejamkan matanya untuk membaca ingatan pemilik tubuh asli.


Sama seperti dirinya, nama pemilik tubuh asli juga Huang Yi Zhen. Pemilik tubuh asli adalah seorang pelukis yang hebat. Dia adalah putra tunggal di keluarga Huang. Ibunya sudah meninggal saat melahirkannya. Ayahnya seorang pengusaha kaya, baginya membesarkan putra bukanlah urusannya. Maka ia membiarkan pengurus rumah tangga yang mengurus putranya.


Setelah dewasa, pemilik tubuh asli tumbuh menjadi seorang pria tampan yang pemalu. Pemilik tubuh asli membenci interaksi dengan orang lain. Ia seorang anti sosial. Ayah Huang telah menyerah kepadanya, dan mulai membentuk keluarga kecil dengan banyak gundik di luar sana. Tak lama bakat melukisnya mulai terlihat. Pengurus rumah tangga mulai mengajarkannya hal tentang melukis lebih dalam.


Saat ini pemilik tubuh asli sudah berusia awal 26. Kelainannya membuat Ayahnya secara perlahan mulai meninggalkannya. Hanya menghujani putranya uang untuk memastikan putranya hidup. Untuk melanjutkan bisnisnya Ayah Huang berpikir untuk menikahi istri baru. Sebagai putranya, Pemilik tubuh asli juga di undang ke pesta pernikahan ayahnya dan ibu tirinya. Namun karna sifat anti sosial nya, Pemilik tubuh asli sama sekali tidak datang.


Dan hari ini adalah hari datangnya ibu tirinya ke rumah. Ayahnya memintanya untuk datang, agar ibu tirinya melihat wajahnya. Pemilik tubuh asli menolak untuk datang.


Huang Yi Zhen menyandarkan tubuhnya ke sadaran kursinya. Huang Yi Zhen merasa tubuhnya begitu lemah, dengan nyeri di bagian perut. Saat mencoba berdiri tubuhnya bahkan tidak mampu berjalan. Huang Yi Zhen ambruk ke lantai tanpa aba-aba. Yang membuat Huang Yi Zhen semakin kesal adalah, ruangan tempatnya melukis adalah ruangan kedap suara.

__ADS_1


Huang Yi Zhen dengan susah payah mengambil telpon pemilik tubuh asli di sakunya. Lalu menelpon Bai Li Zhi keponakan dari Bai Xuo si pengurus rumah tangga. Bai Li Zhi adalah pelayan pribadinya. "Cepat datang! Aku akan mati!!!"


Huang Yi Zhen hampir kehilangan kesadaran. Lalu pintu studio melukis terbuka. Huang Yi Zhen melihat wajah panik pemuda itu. Ternyata Bai Li Zhi lebih muda darinya, tubuhnya juga lebih kecil darinya. "Tuan Muda!"


Huang Yi Zhen merasakan Bai Li Zhi mulai memapahnya dari samping. "Memangnya kau bisa memapahku? "


Mendengar suara lirih Tuan Mudanya, Bai Li Zhi hanya menganggukkan kepalanya. "Saya akan berusaha!"


Huang Yi Zhen melirik kaki Bai Li Zhi yang tampak gemetaran. Huang Yi Zhen mencoba untuk memindahkan titik berat tubuhnya, agar Bai Li Zhi tidak kesulitan memapahnya. Saat ini Huang Yi Zhen sangat lapar. Ia meminta Bai Li Zhi untuk membantunya melangkah ke dapur.


Karna Studio melukis berada di area samping rumah keluarga Huang, Bai Li Zhi perlu membawa Huang Yi Zhen untuk melewati pintu samping rumah besar keluarga Huang. Saat melewati pintu samping, Huang Yi Zhen merasakan kehangatan di jarinya. Itu adalah Benang merahnya. Huang Yi Zhen melirik sekitar. "Yi Zhen kamu di sini, kemarilah! Perkenalkan ini ibu tirimu."


Huang Yi Zhen berbalik menatap sang Ayah. Di belakang ayahnya seorang wanita bergaun hitam melemparkan senyuman. Tubuh Huang Yi Zhen mendadak kaku sesaat, Ibu tirinya ternyata adalah pemilik benang merah yang lainnya!


Dengan kata lain Ibu tirinya adalah Hu Lei. Rasanya tak terima bila harus memiliki Ibu tiri yang usianya hampir sama denganmu, atau mungkin lebih muda darimu. Itu yang terjadi kepada Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen yang wajahnya memucat membuat Ayah Huang merasa tak enak hati kepada istri barunya. "Maafkan putraku sayang, dia seorang pemalu. Nanti juga dia akan terbiasa."


Huang Yi Zhen sangat yakin orang di depannya adalah Hu Lei. Jantungnya terasa berdenyut. Dan ia kehilangan kesadarannya. Seluruh tubuhnya sangat berat untuk di tangani Bai Li Zhi sendirian. Sehingga baik Huang Yi Zhen atau Bai Li Zhi, mereka berdua terjatuh ke lantai.


Saat sadar Huang Yi Zhen segera di sambut oleh rasa sakit di perutnya. Ia melihat sekelilingnya, mengandalkan ingatan pemilik tubuh asli, Huang Yi Zhen tau ini adalah kamarnya. Huang Yi Zhen melihat semangkuk sup di atas meja di samping tempat tidurnya.


Saat Huang Yi Zhen menjulurkan tangannya untuk mengambil mangkuk itu, rasa panas menyambut jemarinya. Dengan segera, Huang Yi Zhen menarik jarinya, lantas memasukkannya ke mulutnya untuk meredakan rasa panas.


Ingin menangis rasanya, ini adalah kali pertama Huang Yi Zhen datang dengan rasa lapar di perutnya. Di depannya ada semangkuk makanan, namun ia tak bisa menyentuhnya. Membuat Huang Yi Zhen merasa frustasi. Ingin ia berteriak kepada dunia kalau dia, Huang Yi Zhen. Sedang lapar!


Tak lama kemudian seseorang membuka pintu kamarnya. Itu Hu Lei yang membawa sendok dan air minum di tangannya. Huang Yi Zhen segera berpura-pura tidur. Hu Lei meletakkan gelas air. Lalu menatap anak tirinya.

__ADS_1


Padahal ini adalah pertemuan pertama mereka. Namun hatinya malah jatuh hati kepada pemuda pucat itu. Yang mana merupakan putra tirinya. Jelas-jelas rencananya adalah meraup harta milik Huang Lu Zhao ( Ayah Huang ). Kemudian mencegah putra sah Keluarga Huang dari kehancuran. Lalu membantu Kak Mao-nya untuk mendapatkan kembali putranya.


Hu Lei menatap anak tirinya, tidak ada yang tidak indah dari wajah putra tirinya. Hu Lei mendekati wajah Huang Yi Zhen. Ia mengambil gambar wajah Huang Yi Zhen yang tertidur. Lalu menatapnya lagi. Hu Lei menggerakkan tangannya untuk mengusap rambut Huang Yi Zhen.


Secara tak sengaja tangannya menyentuh daun telinga Huang Yi Zhen yang dingin. Seperti pencuri, wanita muda itu melirik kiri dan kanan. Tidak ada orang atau CCTV. Ia membungkukkan badannya lalu mencium bibir Huang Yi Zhen perlahan. "Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku"


Hu Lei pun segera keluar dari ruangan itu. Huang Yi Zhen yang terbangun memiliki wajah memerah yang hampir sewarna dengan kulit tomat. Ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Wanita tua suka sisi Huang Yi Zhen yang berkulit wajah tipis (pemalu).


"Wah scandal apa ini? Ibu tiri yang baru pertama kali memasuki rumah malah mencium dirimu?" Goda wanita tua.


Huang Yi Zhen menutup wajahnya dengan bantal. "Diamlah."


Huang Yi Zhen tau kalau dirinya tidak sepemalu ini. Jika itu dirinya yang sebenarnya, ia sudah terbiasa dengan segala kegilaan ini. Huang Yi Zhen menjadi bingung mengapa ia menjadi seperti ini. Wanita tua melayang di sekitar mangkuk sup, ia menghirup aroma sup itu dalam-dalam. Wanita tua menoleh dan berkata kepada Huang Yi Zhen.


"Itu semua adalah efek yang diberikan oleh pemilik tubuh asli, lebih tepatnya sisa sifat dari pemilik tubuh asli. Pemilik tubuh asli meninggal dunia karna kelaparan. Keinginannya belum tersampaikan sehingga meninggalkan sifat sisa yang tidak luntur. "


"Memangnya apa keinginannya?"


Wanita tua melihat Huang Yi Zhen yang mengintip dengan bantal yang menutupi separuh wajahnya. Dengan sepasang telinga kucing hitam di atas kepalanya. Ada rasa gemas ingin mengusap kepala manusia bertelinga kucing itu. Namun Wanita tua menahan diri, takutnya kucing berwajah tipis itu akan kembali bersembunyi sebelum ia sempat mengusapnya.


"Keinginannya adalah bertemu dengan Ibunya. "


"Bukankah Ibunya sudah tiada?"


"Tidak, Ibunya memalsukan kematiannya. Lalu menghilang. Satu-satunya yang mungkin mengetahui keberadaan Ibunya adalah Ibu barumu. "

__ADS_1


Huang Yi Zhen mengingat tingkah Ibu tirinya. Wajahnya memerah lagi, diam-diam ia menutupi wajahnya dengan bantal. "Hehe... Selamat berjuang bocah pemalu"


__ADS_2