Benang Merah

Benang Merah
Chapter 66


__ADS_3

Chapter 66


Itu adalah bulan kelima sejak Huang Yi Zhen berkunjung ke keluarga Hu. Huang Yi Zhen dan Hu Lei juga telah menikah. Huang Yi Bao juga telah besar, ia di kirim ke sebuah sekolah asrama di perkotaan. Huang Yi Zhen dan Hu Lei tinggal di kota kecil yang berada tak jauh dari desa Rubah.


Langit telah berubah gelap saat Huang Yi Zhen baru saja kembali dari pekerjaannya. Hu Lei memeluk suaminya dengan hati bahagia. Dengan menunjukkan hasil tes kehamilan, senyumnya telah cerah hingga mengalahkan terangnya bulan.


Itu adalah hari-hari bahagia bagi pasangan muda itu. Tapi sedikit sedih terkuak di hati Hu Lei saat ia pikir bahwa mereka masih terjebak di dunia ke tujuh. Huang Yi Zhen tau apa yang di khawatirkan Hu Lei. "Kalau kau ingin kembali, kata kuncinya adalah Desa Rubah. Ku rasa yang di maksud energi oleh Pengaturan Dunia adalah emosi kuat dari keluarga yang aku tinggalkan. Artinya jika ingin menyelesaikan dunia ini, aku harus mati."


Hu Lei tak tahan bila harus mendengar kabar Huang Yi Zhen tiada. Bahkan jika itu dunia ilusi yang di buat oleh pengaturan dunia. Sudah dua bulan berlalu sejak saat itu. Huang Yi Zhen pikir mereka harus kembali ke desa Rubah untuk mengabarkan kehamilan Hu Lei. Tapi Hu Lei menolak gagasan itu.


"Bagaimana mungkin kau bisa menolak. Meski ini bukan dunia kita, tubuh yang kau rasuki bukanlah tubuhmu. Kita masih harus memberitahukan keluarga Hu untuk kabar ini." Bujuk Huang Yi Zhen.


"Tidak! Di sana Ada Jiang Hai! Dia pasti akan melakukan sesuatu kepadamu!" Ujar Hu Lei.


Huang Yi Zhen mengusap kepala Rubah di pelukannya. "Bahkan jika kali ini aku akan meninggalkanmu lagi, benang merah ini masih akan menghubungkan kita. Aku berjanji setelah ini aku takkan memutuskan benang merah ini lagi. Kau bisa mencekik aku jika itu terjadi."


Senyum tenang Huang Yi Zhen berhasil membujuk Hu Lei. Dengan begitu mereka pergi bersama dengan Huang Yi Bao yang pulang dari liburnya. Keluarga kecil yang bahagia berjalan bersama di jalanan desa Rubah. Secara alami, penduduk desa mengenal kombinasi keluarga aneh ini. Ibunya adalah Rubah, Ayahnya adalah Serigala, serta anaknya yang merupakan seekor kucing.


Terutama Jiang Hai, ia telah menantikan kedatangan mereka sejak lama. Kali ini ia takkan bersembunyi di balik bayangan. Kali ini ia akan secara terang-terangan mengalahkan Huang Yi Zhen sehingga nilai Huang Yi Zhen akan menurun di depan keluarga Hu.

__ADS_1


Dengan begitu penyerbuan pertama adalah begal. Dengan serigala besar dalam tim tentu akan lebih mudah mengatasi beberapa rubah yang mengacau. Itu bukan hanya sekali sekelompok rubah menghalangi jalan mereka menuju rumah Hu. Huang Yi Zhen juga tak lagi bisa menahan diri. Tapi sebagai kepala keluarga yang baik, ia tak bisa menyeret Anak dan Istrinya ke dalam kesulitan. Dengan begitu Huang Yi Zhen memutuskan untuk merubah dirinya menjadi Serigala besar.


"Naiklah! Kita harus cepat" Huang Yi Zhen berujar dengan nada tenang. Ini jenis ketenangan yang muncul sebelum badai.


Dengan sepasang mata gelap, Huang Yi Zhen melesat begitu jauh, melompati beberapa meter dalam satu lompatan. Seseorang dengan niat buruk di belakang tentu juga mengikuti di belakangnya. Huang Yi Zhen menurunkan Hu Lei dan Huang Yi Bao di depan rumah Hu.


Huang Yi Zhen merubah dirinya ke bentuk manusia. "Apa yang kau inginkan Jiang Hai!"


Daripada di sebut pertanyaan itu lebih pantas di katakan Ancaman. "Ahu ingin Hu Lei tentunya, siapa lagi?"


Jiang Hai memang berniat menantang Huang Yi Zhen di depan keluarga Hu. Maka ia tidak menyembunyikan apapun. "Apa yang kau katakan? Kau datang terlambat..."


Huang Yi Zhen ingin bermain-main dan menambahkan minyak ke dalam api. Huang Yi Zhen memeluk Hu Lei dari belakang. Lengannya mengusap pelan perut Hu Lei. "Di sini telah bersemayam Anakku. Bagaimana mungkin aku meninggalkannya..."


Jiang Hai menggerakkan giginya kesal. "Kalau begitu aku menantangmu!"


Huang Yi Zhen telah menunggu kalimat itu keluar. Bukannya ia tak ingin menghabiskan waktu dengan Hu Lei, ia benar-benar ingin menyelesaikan dunia ke tujuh dan mendapatkan kembali ingatannya. Ia hanya bisa memicu plot dunia menuju akhir.


Huang Yi Zhen melepas pelukannya dan melangkah ke depan, ini bermakna bahwa jawabannya adalah Ya. Namun Hu Lei menahan lengannya. "Yi Zhen..."

__ADS_1


Ah, Huang Yi Zhen lupa kalau ia harus menghibur rubah agresif ini. Karna sedang hamil, suasana hati Hu Lei bercampur aduk. Saat ini dia merasakan firasat buruk yang akan membuatnya menangis. Huang Yi Zhen memeluknya untuk menghiburnya. "Patuhlah dan tinggal di rumah, aku akan kembali sebelum makan malam. "


Pelukan dan senyuman hangat Huang Yi Zhen membuat Hu Lei merasakan takut. Tapi Huang Yi Zhen harus segera mengakhiri dunia, atau kesempatan ini akan hilang selamanya hingga tubuh mereka mati secara alami. Pengaturan Dunia juga berkeinginan sama. Maka dia mulai membujuk 'Ibu' nya agar tak menyusahkan Huang Yi Zhen.


Dalam hukum dunia siluman, berduel adalah cara menyelesaikan masalah besar yang umum. Jika salah satu mati atau terluka parah hingga lumpuh, maka pihak keluarga tak boleh membalas dendam. Jika tidak pihak panitia akan menuntut denda.


Sudah lama sejak duel terakhir kali. Dengan ajakan duel dari Jiang Hai, pihak Huang Yi Zhen bisa dengan bebas menolak. Namun jika menolak sanggupkah engkau menahan malu? Huang Yi Zhen adalah seorang pria berkulit tipis sebenarnya. Mana sanggup ia.


Dengan arahan Kepala Desa dan di saksikan Para penduduk, Huang Yi Zhen dan Jiang Hai berduel di puncak gunung. Itu adalah altar keramat untuk berduel. Gunung itu tidak terlalu besar menyebabkan Hu Lei juga dapat melihat kompetisi. Namun hatinya terus merasa tegang seolah detik berikutnya ia akan mati.


Karna ini adalah duel hidup dan mati. Orang yang berduel di wajibkan mengeluarkan bentuk aslinya. Mengeluarkan seluruh energi demi kemenangan. Pemilik tubuh asli adalah Putra seorang serigala hitam yang misterius. Secara alami ia mewarisi fitur misterius ini. Sejauh ini pemilik tubuh asli tidak pernah menunjukkan kekuatan penuh. Ia selalu bermain-main tanpa memperhatikan keseriusan.


Jadi Huang Yi Zhen cukup kaget saat bentuk aslinya sedikit berbeda dari yang ia kenal. Ukuran tubuhnya lebih besar berkali-kali lipat. Ada sepasang sayap hitam di punggungnya. Cakar peraknya tampak menarik di tengah bantalan daging hitam. Sepasang mata merah tampak mengancam, aura yang terpancar darinya seperti aura ganas tiada akhir.


Sejenak itu sempat menakuti hati Jiang Hai. Rubah jingga berekor tiga. Mereka bertarung di bawah arahan wasit. Huang Yi Zhen tidak berniat serius di awal. Huang Yi Zhen masih memikirkan cara lain untuk mati tanpa di kalahkan oleh rubah kecil.


Dengan mendeteksi medan di sekitarnya, Huang Yi Zhen mulai serius ketika tau ada kolam lahar di bawah arena. Sekiranya ia tau bagaimana cara untuk mati. "Berhenti bermain-main denganku, kau Bajingan!"


Serigala jingga berekor tiga mulai kesal karna di permainkan oleh serigala besar. "Aku akan mengabulkan keinginanmu."

__ADS_1


Bisikan itu mampu di dengar oleh siapapun yang berada di sana saat itu. Huang Yi Zhen melesat ke arah Jiang Hai mengangkat cakar depannya untuk melempar Jiang Hai ke langit. Lalu ia mengepakkan sepasang sayapnya untuk mengejar tubuh Rubah jingga yang melayang. Ketika tiba di puncak ia menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki untuk memukul jatuh Jiang Hai.


Huang Yi Zhen tak berniat untuk hidup sama sekali. Bersamaan dengan jatuhnya kekalahan Jiang Hai, ia juga jatuh tepat di atasnya. Kekuatannya yang kuat membuat arena bertarung retak dan tubuh dua lelaki dewasa itu jatuh bersama ke dalam kolam lahar yang berada dalam gunung api.


__ADS_2