
Chapter 16
Di bawah Altar yang di bangun dengan bantuan manusia di desa. Ming Tian Lei dan 350 Hantu lainnya menaiki Altar. Tujuh pilar batu yang mengelilingi altar tampak menyala dengan cahaya neon berwarna ungu. Ming Tian Lei melayang, kemudian ia mengambil sesuatu dari bandul kalung milik Huang Yi Zhen.
Di tangannya ada Tujuh benda keramat yang akan menjadi bahan-bahan dari ritual. Ada batu spiritual yang hanya tercipta selama 10.000 tahun sekali. 3 botol seukuran kecap berisi darah anak singa putih. Serpihan tanduk naga petir. Tujuh kelopak Teratai emas. Kristal magis yang di jaga oleh raja Siluman. Taring Harimau Hitam. Serta sisik terbalik dari Ular suci.
Tujuh benda itu masing masing di letakkan di atas ke tujuh pilar. Sebuah kalimat muncul dari setiap pilar, kalimat-kalimat itu bergerak cepat mengelilingi Altar. Cahaya Rune mulai menyala di bawah kaki para hantu. Ming Tian Lei kembali ke altar. Cahaya Rune semakin terang, menerangi seluruh Hantu yang ada di atas Altar. Suara seperti Nyanyian merdu muncul, seiring dengan Cahaya Rune yang semakin terang. Terang sampai ke titik kau harus menutup mata agar matamu tetap aman.
Cahaya terang itu berlangsung sekitar 30 menit. Saat cahaya memudar, Tujuh benda di Altar menjadi abu. Tubuh semu 350 hantu itu berangsur angsur menjadi nyata. 97 diantara mereka adalah siluman, sedangkan sisanya adalah manusia.
Cahaya Altar memudar dan para hantu yang kembali hidup itu benar-benar merasa bahagia. Beberapa dari mereka adalah manusia yang hidup ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Sehingga mereka sangat tidak sabar untuk menjelajahi dunia baru yang berubah ratusan kali lebih canggih dari zaman mereka sebelumnya.
"Semuanya, karna kalian pernah menjadi Rakyatku. Kalian bisa mencariku ketika butuh bantuan." Ming Tian Lei mendapat kembali tubuhnya yang nyata. Ia benar-benar tidak sabar bertemu Huang Yi Zhen dengan tubuh yang nyata ini.
"Aku memiliki beberapa keperluan yang harus di lakukan. Kalian temui kepala desa, minta bantuannya. Aku harus menemui seseorang." Ming Tian Lei yang mendapat kembali tubuhnya bernama Hu Lei.
Hu Lei baru saja mengingat bahwa ia harus segera membantu Huang Yi Zhen. Jika ia terlambat bisa saja Mao Yun Zi melakukan sesuatu pada Huang Yi Zhen. "Aku Hu Lei! jangan harap bisa merebut priaku dariku!"
Hu Lei berjalan dengan amarah menggebu. Hentakan kakinya meninggalkan kepulan asap yang terbang terbawa angin. Hu Lei berjalan dengan sedikit lebih cepat.
"Nyonya!Aku ikut! Biarkan aku membantumu dan tuan Huang!" Seorang pemuda berusia awal 20an dengan pakaian kuno yang serba hitam menghentikan Hu Lei yang hendak pergi.
Pemuda Itu memiliki Rambut panjang yang di kuncir kuda. Kulitnya putih, sangat kontras dengan pakaian dan rambutnya yang berwarna hitam. Sepasang pedang panjang yang tipis tergantung dengan rapi di kedua sisi pinggangnya. Hormatnya yang sangat khas seperti orang kuno membuat orang tertarik padanya pada pandangan pertama.
"Kamu... Gu Chu?"
__ADS_1
Pemuda itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Ya Nyonya, ini saya."
Hu Lei melihat penampilan Gu Chu dari atas sampai bawah. Terpikir olehnya sesuatu yang menurutnya cukup bijak. "Baiklah, mari ikut denganku. Ayah mertua, Ibu mertua, aku pergi dulu menjemput Yi Zhen!" ujar Hu Lei.
Ayah dan Ibu Huang mengangguk sambil tersenyum. "Haih... anak-anak, kita pergi meninggalkannya sekejap, sekarang saat kita kembali ia bahkan sudah beristri." ujar Ayah Huang.
"Benar, Yi Zhen tumbuh dengan cepat. Aku masih khawatir bagaimana Putra kita bisa mencari pasangan yang bisa menerima wujud aslinya. Sekarang aku sudah tidak khawatir lagi..." sambung Ibu Huang.
"Tuan dan Nyonya, bagaimana kalau kita menikahkan Tuan muda dan Nona Hu secara resmi, setelah semua masalah selesai?" Paman Huo ikut berpendapat.
"Ide yang bagus Paman Huo! kita harus mempersiapkannya dari sekarang. Kita harus menikahkan mereka dengan adat Kaum siluman!" ujar Ibu Huang dengan mata berapi-api.
.....
"Haih... ternyata berjalan sangat lama itu terasa lelah, tidak seperti saat terbang." Gu Chu menggerutu.
Meski dua hari telah berlalu, Gu Chu masih mengingat persis seperti apa bunga aneh itu ******* Tuan Huang. Begitu sampai di tempat kejadian Gu Chu merasa tidak suka pada tempat itu. Hu Lei melihat tanah yang rata seolah tidak terjadi apa-apa.
Hu Lei berubah ke bentuk rubah lalu menggali lubang di tempat yang tercium aroma serbuk sari bunga Monster. Hu Lei melihat Gu Chu yang diam saja, ia segera berkata. "Ikuti aku."
Gu Chu segera mengikuti Rubah hitam itu. Sebenarnya Gu Chu mengira bentuk rubah Nyonya Ratu, akan sama seperti bentuk bayi rubah saat Nyonya Ratu masih menjadi hantu. Siapa yang mengira bentuk Rubah yang di lihat Gu Chu sekarang lebih keren di banding saat itu.
Hu Lei hanya memikirkan Huang Yi Zhen di hatinya, hingga ia terus menggali terowongan tanah secepatnya. Tak lama kemudian terowongan yang di galinya sampai di sebuah gua magis tersembunyi di bawah tanah. Meski gua itu gelap, batuan kristal yang menghiasi dindingnya menampakkan cahaya temaram yang indah.
Di tengah gua besar itu, tertanam bunga besar yang menangkap Huang Yi Zhen. Hu Lei menghampiri bunga itu. Ia menyentuh kelopak bunga itu dengan cakarnya. Kemudian merasakannya dalam-dalam. Melalui aliran energi spiritual di udara, Hu Lei tau kalau suaminya Huang Yi Zhen ada di dalam bunga itu.
__ADS_1
Saat Hu Lei ingin membuka bunga besar itu, dinding gua bergetar. Sulur bunga raksasa itu bergerak seperti hendak melepaskan diri dari tanah. "Yoo... Kakak ipar, ternyata kamu berhasil membangun kembali tubuhmu."
Suara wanita dewasa terdengar di sekeliling Gua. Suaranya yang menggema membawa rasa penekanan yang kuat. Membuat Gu Chu meningkatkan kewaspadaannya. Gu Chu mengeluarkan kedua pedangnya.
Bunga raksasa berdiri, akarnya sudah terlepas dari tanah. Seperti Anak kecil yang ketahuan mencuri, ia segera kabur dengan Huang Yi Zhen di perutnya. Dengan hitungan detik, ia menggali lubang lain di dekatnya dan kabur. Hu Lei ingin mengejarnya, namun masalah lain datang menghadang jalannya.
Dari serbuk sari monster bunga, muncul seekor siluman kucing betina. Siluman kucing itu tampak anggun dengan pakaian putihnya. Matanya yang berwarna biru terang seolah menyihir siapapun yang melihatnya
Hu Lei sangat membenci siluman kucing itu. Aura dan tatapannya mengindikasikan bahwa ia tidak menyukai Mao Yun Zi si siluman kucing. Berbeda dengan Gu Chu yang seperti tersihir dengan kecantikan Mao Yun Zi.
"Aduh-aduh... Kak, membawa berondong muda sepertinya hanya akan menghambatmu loh."
Mendengar ejekan dari bibir mungil itu, membuat Gu Chu sadar bahwa mungkin siluman inilah yang bernama Mao Yun Zi. Gu Chu bersiap dengan kedua pedangnya. "Aduh... Adik tampan, mengapa kamu begitu galak?"
Mao Yun Zi menyentuh pundak Gu Chu. Seolah Gu Chu kehilangan tenaganya, pedangnya terjatuh dari tangannya. Tubuhnya juga kehilangan kemampuan untuk berdiri. Hu Lei yang masih dalam bentuk tempur segera menerkam Mao Yun Zi. Mao Yun Zi menghindar dengan gerakan anggun.
"Kakak ipar, aku berencana memiliki Kak Huang untukku sendiri, jika seandainya Kakak tidak datang menemuiku sekarang." Mao Yun Zi menyeringai.
"GRRR.. GRAO..." Rubah hitam yang besar itu tampak marah saat mendengar penuturan Mao Yun Zi.
"Tenanglah, karna Kakak ipar sudah datang menjemput Kak Huang. Aku berikan Kakak kesempatan sekali lagi. Lewati Tiga rintangan yang ku tinggalkan, jika Kakak berhasil aku akan mengembalikan Kak Huang. Namun jika Kakak gagal, Kak Huang akan menjadi milikku. Dia akan melupakan kalian semua dan hanya mengingatku seorang, hahahahahaha...." Mao Yun Zi menghilang bersamaan dengan tawanya yang masih menggema.
Hu Lei berubah ke bentuk manusia, karna kesal ia menendang batuan permata di dinding. Permata yang patah akibat tendangan Hu Lei menimbulkan retakan pada dinding gua. Secara perlahan retakan itu semakin membesar. Hu Lei menghampiri Gu Chu untuk menariknya dari pengaruh kekuatan Mao Yun Zi, dan menghindari batu permata yang jatuh dari langit.
Tanpa di sangka-sangka sebuah golem tanah yang besar muncul. Tubuh Golem tanah itu di penuhi batuan kristal yang besar. Golem itu mengaum keras ke arah Hu lei dan Gu Chu.
__ADS_1
"Mahluk apa itu Nyonya?" Tanya Gu Chu.
"Bersiaplah Gu Chu, ku rasa dialah yang di maksud sebagai Tiga rintangan dari Mao Yun Zi." Ming Tian Lei bersiap dengan bentuk tempurnya.