
Chapter 22 Rev
Hu Lei bangun karna notifikasi dari telponnya yang terus berbunyi. Ia merenggangkan tubuhnya dengan malas. Kemudian mengambil teleponnya untuk melihat apa yang membuat teleponnya terus berbunyi.
Ternyata itu adalah notifikasi dari akun resmi sekolahnya, yang mana itu berisi tentang pengakuan teman-teman sekelasnya dan beberapa aib pribadi tentang Nie Ji Ya dan Xin Rui serta Yun Hua. Beberapa notifikasi lainnya adalah pesan dari tiga 'teman' nya yang menjadi viral pagi ini.
Hu Lei mengabaikan 'teman' nya, ia bersiap-siap untuk mandi, kemudian menghadapi Ayah Zhang. Hu Lei berencana untuk berhenti bermain-main dan fokus ke bisnis keluarganya. Tentunya ia juga akan mengabulkan permintaan pemilik asli mengenai apa yang disebut teman.
"Pagi Huang Yi." Hu Lei menyapa Huang Yi Zhen.
Di kamarnya, Huang Yi Zhen tengah makan sarapan ditemani Kepala pelayan yang mengusap-usap kepalanya dengan penuh perhatian.
Note: Huang Yi Zhen masih dalam bentuk anak kucing, sehingga semua orang yang melihatnya akan secara tidak sadar menyukainya.
"Oh aku lupa mengajarkan mu cara untuk kembali... maafkan aku, lain kali akan ku ajari. Tetaplah dalam bentuk itu, aku menyukainya." Hu Lei berbisik pelan. Namun Huang Yi Zhen masih dapat mendengarnya.
Setelah menyapa Huang Yi Zhen, Hu Lei pergi bergegas menemui sang Ayah. "Putriku, kamu sudah bangun rupanya. Mari sarapan bersama." Ujar Ayah Zhang.
Hu Lei tersenyum. Saat ia melihat Ibu Zhang tidak ada di sana, ia bertanya pada Ayah Zhang. "Ibumu sakit Nak, ia benar-benar berharap kamu mewarisi bisnis kami. Kami sudah tua, sudah giliran mu untuk menggantikan kami mengurus bisnis ini."
"Ayah, sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan ini. Ku rasa waktuku di sekolah hannya membuang-buang waktu saja, aku ingin mengikuti keinginan Ayah untuk mewarisi bisnis keluarga. Tapi dengan syarat, sekretarisku haruslah seseorang yang usianya tidak jauh dariku, namun berpengalaman dan ia merupakan seorang wanita."
Ayah Zhang tampak berseri mendengar pengakuan Hu Lei. Seolah yang ia dengar hanya mimpi, ia mencoba memastikan dengan bertanya. "Benarkah? Apakah yang kau katakan ini sungguhan Nak?"
__ADS_1
Hu Lei menganggukkan kepalanya yang merupakan tanda bahwa kata-katanya bukanlah omong kosong. Ayah Zhang segera bangkit dari kursinya, dan menelepon ke sana kemari sambil berlari menuju istrinya yang sedang sakit, untuk mengatakan kabar bahagia ini.
Setelah selesai sarapan, Hu Lei memutuskan untuk menghabiskan harinya bersama Huang Yi Zhen. Ia pun segera ke kamar Huang Yi Zhen untuk membawanya pergi keluar. Hu Lei mengusap Huang Yi Zhen yang berada dalam bentuk kucing.
Kemudian kepala pelayan bertanya "Nona besar ingin pergi ke mana? Mengapa membawa Tuan Huang Yi?"
"Aku ingin menghabiskan hari bersamanya. Katakan pada Ayah, aku pergi bermain dengan Huang Yi, aku akan mulai mengurus segalanya besok." Hu Lei pergi dengan Huang Yi Zhen di tangannya.
Kepala pelayan menghela nafas pasrah melihat tingkah Nona besarnya. Tak lama kemudian Ayah Zhang turun dari lantai atas. Namun dia tidak dapat menemukan Putrinya dimanapun. Ia bertanya pada Kepala pelayan, Kepala pelayan menjawab dengan nada pasrah.
"Nona besar baru saja pergi bersama Tuan Huang Yi, Nona besar bilang, ia akan menghabiskan hari bersama Tuan Huang Yi dan mulai mengurus sisanya esok."
Ayah zhang menggelengkan kepalanya. "Haih... Anak itu... " Ujarnya.
Rumor mengatakan bahwa tempat ini adalah markas dari preman-preman kota. Maka ia mendatangi tempat ini untuk menguji kekuatan tubuhnya, jika seandainya tidak berhasil, ia akan menyihir semua preman dengan tatapan Rubahnya.
Hu Lei memasuki area pinggiran kota dengan perlahan. Ia dapat merasakan banyak tatapan yang diarahkan kepadanya. Kemudian seorang Pria mendatangi Hu Lei. Namun Hu Lei merasa dibalik bayangan gedung, masih banyak orang tersembunyi yang terus menatapnya.
"Nona muda, melihat kulitmu yang begitu bersih dan terawat, tampaknya kamu bukanlah orang biasa. Apa maksud kedatanganmu kemari?" Pria itu bertanya.
Hu Lei meletakkan kucingnya. "Huang Yi, jika sesuatu terjadi padaku, kamu harus cepat-cepat menolongku ya."
Hu Lei mengusap kepala kucing Huang Yi Zhen. Nada suaranya terdengar gemetar ketakutan dan pasrah. Namun hanya Huang Yi Zhen lah yang mengetahui ekspresi seringai Hu Lei, yang menurutnya mengerikan namun cantik.
__ADS_1
Hu Lei mengangkat kaki kirinya untuk memberikan tendangan pembuka tepat di dagu Pria tadi. Pria itu terjatuh sambil memegangi dagunya. Hu Lei menginjak dada Pria yang terjatuh, lalu berkata dengan nada dingin. "Panggil temanmu! Aku ingin menguji sesuatu."
Tanpa di perintah lagi seluruh Pria kekar berpakaian rombeng muncul mengelilingi Hu Lei. Hu Lei dengan sigap menghadang yang lainnya satu persatu. Sepertinya kekuatan tubuhnya memang tidak sepenuhnya dapat di gunakan seperti tubuhnya yang asli. Namun kekuatan tubuhnya masih lebih kuat dari manusia lainnya.
Saat Hu Lei hendak pergi, seorang preman yang tubuhnya paling kekar memegang telapak kakinya. Dengan nafas yang tidak begitu lancar, preman itu berkata. "Kami adalah geng.... 'Black bullet' .... Kami adalah organisasi pembunuh bayaran terbesar di negara ini... Yang bahkan keluarga-keluarga besar seperti keluarga Zhang takut pada kami...."
Hu Lei menyeringai, ia menarik kakinya dan menatap rendah pada preman di bawah kakinya. "Lalu kenapa? Jika keluarga Zhang takut padamu. Maka ketahuilah, aku adalah Nona besar Zhang Lei dari keluarga Zhang! Menyingkirlah, aku masih ada urusan."
"Tu.. Tunggu... " Preman itu tampaknya tidak menyerah. Ia melihat teman-temannya yang terkapar seperti ikan kering.
Hu Lei berbalik. "Kami semua bukan orang biasa... Kami adalah buronan-buronan dan beberapa ada yang mantan pasukan khusus... Yang bisa mengalahkan kami... Bukanlah orang biasa!"
"Lalu apa maumu?! Mau ku buat mati hah?!" Hu Lei mulai kesal.
"Bu... Bukan begitu.... Aku... Aku ingin Nona menjadi ... Bos kami!"
Hu Lei sedikit kaget. Namun ia lebih tidak peduli sih. "Terserah kalian, hari sudah mulai siang, aku masih memiliki sesuatu untuk di lakukan. Sampai nanti 'Black Bullet'"
Hu Lei membawa Huang Yi Zhen ke hutan yang lebih dalam. Setelah menemukan tempat yang kira-kira tidak akan di kunjung manusia manapun, Hu Lei menurunkan Huang Yi Zhen dan mulai mengajarinya cara kembali ke bentuk mutannya. Hu Lei juga mengajari cara mengendalikan energi mutan di tubuh Huang Yi Zhen, agar Huang Yi Zhen bisa berubah ke bentuk apapun sesuka hati.
"Tapi ingat Huang Yi, meski kamu bisa berubah sepenuhnya menjadi manusia, itu bukan berarti kamu akan mendapatkan kembali ingatanmu. Kamu hanya akan mendapatkannya kembali ketika Gen mutan di tubuhmu lepas."
Huang Yi Zhen tertunduk lesu, Hu Lei mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang. Namun ia masih tetap memperingatkan. "Namun sayang Gen mutant di tubuhmu sudah menyatu dengan DNA mu. Sehingga tidak mungkin untuk dilepaskan. Tidak apa-apa, kamu masih memiliki aku. Ingat, aku juga bisa berubah sepertimu dan aku tidak akan meninggalkanmu."
__ADS_1