
Chapter 24 Rev
Dengan mata kucingnya, Huang Yi Zhen dapat melihat segala hal dengan jelas meski sangat gelap. Namun perasaan di lihat oleh orang lain tidak pernah meninggalkannya.
Tapi di Kamar ini tidak ada orang lain selain dia!
Huang Yi Zhen melihat ada dua pintu di depannya. Ia hanya memiliki ingatan samar dari pemilik tubuh asli. Jadi Huang Yi Zhen mengandalkan instingnya untuk memilih pintu mana yang benar. Huang Yi Zhen memilih pintu kiri.
Dan sepotong kepala dengan senyuman robek yang hampir melewati telinganya, serta mata kiri yang bergelantungan dan kepalanya yang pecah menyambut Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen kehilangan kemampuan untuk berteriak. Matanya bergulir ke atas dan jatuh pingsan.
Sosok wanita berpakaian merah tertawa geli. Namun tawanya dapat membuat bulu Roma berdiri karna takut. Bahkan Huang Yi Zhen yang pingsan merasa tawa melengking hantu itu memenuhi pendengarannya.
......
Huang Yi Zhen sadar ketika seorang gadis muda menepuk-nepuk pipinya. Dalam ingatan pemilik tubuh asli gadis mungil ini adalah adiknya. Melihat wajah Huang Yi Zhen yang pias, Huang Chi mengepalkan tangannya.
"Kakak tenang saja, aku akan menemukan cara agar hantu-hantu itu tidak meneror Kakak."
Huang Yi Zhen melihat bahwa gadis remaja ini sepertinya mengetahui sesuatu. Huang Yi Zhen ingat dengan jelas apa yang dia lihat di dalam lemari. Pria tinggi itu tidak bisa menahan gemetar.
"Aku tau Kakak takut, semua ini jelas tidak ada hubungannya dengan Kakak." Suara gadis kecil itu terdengar penuh dengan rasa simpati dan kekesalan.
__ADS_1
Huang Yi Zhen mencoba mengingat ingatan milik pemilik tubuh asli. Pemilik tubuh asli memiliki nama yang sama dengannya. Dia mempunyai seorang Adik perempuan dan sepasang orang tua keji yang tidak terlalu memperdulikannya. Dia tinggal di desa yang tertinggal.
Pemilik tubuh asli ingin mengubah takdir dan pergi bersama karibnya meninggalkan desa. Pemilik tubuh asli sangat menyayangi Adiknya, sehingga ia selalu mengirim uang dan hadiah setiap tahunnya.
Orang tua pemilik tubuh asli malu memiliki Anak yang pergi meninggalkan desa. Perbuatan pemilik tubuh asli dan karibnya di nilai buruk di mata warga. Sudah bertahun-tahun sejak pemilik tubuh asli meninggalkan desa, tidak di pungkiri bahwa rasa rindu itu ada.
Saat Pemilik tubuh asli pulang ke desa, ia tidak sengaja melihat selendang merah yang terbang ke pinggiran hutan yang gelap. Pemilik tubuh asli mengira itu adalah selendang Ibunya, sehingga memutuskan untuk mengejarnya. Namun yang ia lihat adalah seorang gadis dengan kulit berwarna silver, mata yang merah dan kuku-kuku panjang berwarna hitam tengah menari dengan pakaian serba merah.
Perlahan pemilik tubuh asli melihat bahwa hantu wanita itu mulai berubah menjadi hantu yang jelek dan mengerikan. Pemilik tubuh asli ingin meninggalkan tempat itu segera, namun kakinya tidak sanggup untuk bergerak. Semakin menakutkan wajahnya semakin mendekat hantu itu, yang mana itu juga membuat psikologis pemilik tubuh asli sangat terguncang.
Beberapa menit setelahnya, Pemilik tubuh asli di bangunkan oleh penduduk desa. Masih merasa Shock, pemilik tubuh asli pulang dengan keadaan ling-lung. Pemilik tubuh asli mulai sadar ketika melihat Adiknya yang manis telah tumbuh dewasa.
Mereka berpelukan penuh haru. Namun di senja hari, Ayah dan Ibunya memintanya datang ke ruangan remang-remang berwarna merah untuk diam dan menutup mata. Pemilik tubuh asli tidak tau apa yang di lakukan orang tuanya. Dan memilih menurut dengan alasan menebus rasa tidak berbakti dia kepada orang tuanya.
"Kakak berhenti melamun... Mari makan, Ibu sudah menunggu kita."
Huang Yi Zhen meneguk ludah secara kasar. Itu artinya penampakan yang ia lihat di lemari bukanlah kebohongan. Huang Yi Zhen segera membuka tirai jendela dan membiarkan sinar matahari memasuki ruangan kamarnya yang dingin. Huang Yi Zhen ingat bahwa ia harus menemui gadis bernama 'Hu Lei' dan hidup bersamanya hingga dunia pertama ini berakhir.
Huang Yi Zhen mengikuti Huang Chi untuk mengisi perutnya yang lapar. Ibu dan Ayahnya tersenyum dengan mulut yang penuh dengan kata sambutan. Huang Yi Zhen hanya memberikan senyum sopan.
Namun ia merasa sedikit bingung mengapa semua orang memakai pakaian putih, apakah ada orang yang meninggal?
__ADS_1
Terakhir kali Pemilik tubuh asli tinggal, tidak semua orang di desa memakai pakaian putih.
"Mereka menyembah sesuatu yang jahat sebagai Dewa."
Wanita tua kemarin menyeringai padanya dan berbicara dengan bisikan. Wanita itu yang menciptakan dunia kecil ini, tentu secara alami tau peran apa yang di ambil Hu Lei. "Kurasa kamu akan berhubungan dengan 'Dewa' itu."
Seringai wanita tua itu membuat Huang Yi Zhen merasa tidak nyaman. Saat ia melirik keluarga yang lainnya, ia menghela nafas lega saat menyadari tidak ada yang bisa melihat wanita tua itu.
Wanita tua itu mengusap kepala Huang Yi Zhen seperti mengusap kepala Anaknya. "Selamat berjuang kucing kecil."
Huang Yi Zhen melihat makanan di piringnya. Ia mencoba yang terbaik agar tidak muntah. Di piringnya ada banyak ulat-ulat panjang yang mirip dengan cacing. Itu bergerak-gerak saling membelit satu sama lain. Huang Yi Zhen mengambil gelas, namun melihat airnya begitu hitam, bau dan menjijikan.
Melihat ekspresi Putranya, Ibu Huang bertanya apa yang salah. Huang Yi Zhen menoleh untuk melihat seluruh keluarga memakan cacing di piringnya dan meminum minuman lengket itu. Huang Yi Zhen hampir tidak bisa menahan gejolak di perutnya.
"Aku tidak berselera makan. Aku pergi keluar dulu."
Huang Yi Zhen melangkahkan kakinya keluar rumah. Kemanapun ia melihat, ia akan melihat bendera putih, lampion-lampion putih, dan banyak pernak pernik yang biasanya hanya ada di rumah duka.
Huang Yi Zhen juga melihat warga-warga berpakaian putih berjalan beriringan untuk pergi bersama ke suatu tempat. Huang Yi Zhen menemukan bahwa tempat yang mereka masuki adalah kuil besar. Dalam ingatan pemilik tubuh asli, ini adalah kuil tersembunyi di belakang gunung.
Huang Yi Zhen mengintip di pintu masuk kuil. Warga desa tampaknya menyembah sebuah lukisan pria tua yang terlihat menyeramkan dengan mata merah menyala dan wajah keriput. Di depan lukisan itu ada peti mati terbuka yang berisi seorang gadis berpakaian merah.
__ADS_1
Jika Huang Yi Zhen tidak melihat dadanya yang naik turun, maka Huang Yi Zhen pasti mengira bahwa gadis di peti itu adalah sebuah mayat. Huang Yi Zhen merasakan ada sesuatu yang aneh dengan desa ini, dan dia harus menyelamatkan gadis itu.