
Chapter 13 Rev
"Arrggh! Sudah siang!! Bagaimana bisa aku ketiduran begini?! " Huang Yi Zhen menampar wajahnya agar sepenuhnya terjaga.
Jendral Gu sebenarnya ingin membantu, namun Ming Tian Lei menghalanginya, Ming Tian Lei berkata kalau dia ingin Huang Yi Zhen tergesa gesa untuknya. Jendral Gu merasa serba salah. Di sisi lain ia merasa kasihan pada Tuan Huang yang membenahi semuanya sendirian, di sisi lain ia takut melanggar perintah Ratunya.
'Haih.... hidup ini begitu berat bahkan setelah menjadi hantu pun sama saja' batin Jendral Gu.
Huang Yi Zhen terpikir Chen Ji yang membantunya membenahi barang-barang. Huang Yi Zhen berpikir mungkin lebih baik jika ia meminta bantuan Chen Ji. Ming Tian Lei yang jiwanya sudah di ikat ke jiwa Huang Yi Zhen, dapat merasakan dan mengetahui apa yang di pikirkan Huang Yi Zhen dalam kondisi tertentu. Ming Tian Lei mendengus kesal.
"Ya sudah cepat bantu dia sebelum dia meminta bantuan janda genit itu." Ujar Ming Tian Lei dengan nada yang sarkastik.
Dengan senang hati, Jendral Gu segera membantu Huang Yi Zhen. Satu orang dan satu hantu bersama sama membenahi barang barang yang tersisa. Huang Yi Zhen mengunci rumah dan melanjutkan perjalanan dengan mobil.
Angin dingin yang berhembus dari arah depan mobil, serta langit yang gelap dan berawan, Membuat Huang Yi Zhen merasakan firasat buruk.
"Xiao Lei, kamu mendengarku kan? Nanti, apapun yang terjadi jangan keluar ya." Bisik Huang Yi Zhen sambil mengusap bandul kalungnya.
Dengan perasaan waspada Huang Yi Zhen terus menjalankan mobilnya. Sejauh ini perjalanan masih aman-aman saja. Namun saat mobil memasuki area hutan-hutan. Perasaan di ikuti hawa buruk itu semakin menjadi.
Mobil Huang Yi Zhen berhenti untuk mengisi ulang bahan bakar mobilnya. Di saat yang bersamaan 3 chenayang kemarin juga ada di stasiun pengisian bahan bakar. Huang Yi Zhen merasakan energi spiritual mereka, energi mereka berbeda dengan Chenayang lain, energi mereka lebih di penuhi aura hantu yang lebih gelap dari pada manusia itu sendiri.
Awalnya Huang Yi Zhen ingin segera kembali melanjutkan perjalanan, namun ia merasa harus buang air kecil lebih dulu. Sehingga Huang Yi Zhen keluar dari Mobil dan pergi ke toilet. Kali ini Chu Liu ada bersama ke 3 Chenayang. "Jika aku tidak salah lihat Pria tadi adalah Calon suamiku! "
"Kalau begitu kita beristirahat di rest area dulu untuk menunggunya ke luar dari toilet." Ujar si kakak besar.
Huang Yi Zhen yang keluar dari toilet di hadang oleh ke tiga Chenayang itu. Ketiga Chenayang itu sama-sama terkejut bahwa Huang Yi Zhen memang memiliki aura dan nafas yang sama dengan binatang roh. Ini artinya Huang Yi Zhen adalah binatang roh tingkat tinggi yang sudah bisa bertransformasi ke bentuk manusia!
Selain itu Kakak besar itu merasakan bahwa, ada aura hantu tingkat tinggi yang sama dengan hantu yang mengutuk clientnya, Nona Chu Liu. Si kakak besar adalah yang paling cakap di antara ke tiga Chenayang. Ia pandai membaca kehidupan masa lalu seseorang. Melihat bahwa Huang Yi Zhen tampak tidak suka melihat mereka, Kakak besar memutuskan untuk mengajak Huang Yi Zhen berbicara terlebih dulu.
__ADS_1
Li Zhi Hua juga sangat yakin bahwa Pria yang berdiri di depannya adalah Pria yang makan dengan anak anak kucing kemarin. Di tambah lagi Aura binatang Roh yang kental menguar dari tubuh Huang Yi Zhen. Li Zhi Hua sangat yakin bahwa Huang Yi Zhen adalah Binatang roh jenis kucing.
Melihat bahwa Huang Yi Zhen sangat enggan untuk berhenti dan berbicara, Li Zhi Hua segera berkata. "Saya baru saja membuat camilan lezat berbahan dasar ikan, ada juga yang lainnya. Kami punya banyak sehingga saya rasa juga cukup jika Tuan ikut makan bersama kami. "
"Ya maukah Tuan ikut makan dan berisirahat sejenak? " tanya kakak besar.
Huang Yi Zhen melihat hari sudah mulai siang, ia akan terlambat jika mampir terlalu lama. Namun Li Zhi Hua membuka tutup toples camilan itu sehingga aroma ikan itu keluar dan menggoda kucing besar dalam kulit manusia.
"ya mungkin tidak ada salahnya untuk mampir sebentar. " Ujar Huang Yi Zhen.
Tiga Chenayang itu mengajak Huang Yi Zhen untuk duduk bersama di rest area. Chu Liu yang duduk di mobil tidak tahan ingin bertemu Huang Yi Zhen. Saat Wan Biao dan kakak besar datang mengambil makanan, Chu Liu menghentikannya dan berkata pada mereka. "Biarkan aku ikut, aku sangat merindukan kak Zhen! "
Li Zhi Hua juga ikut datang dan berkata. "Nona jika kau datang dengan wajah itu, Tuan itu hanya akan segera pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. "
"Lalu aku harus bagaimana! " Chu Liu merasa frustasi.
"Makan pil ini dan kenakan pakaian ini " Li Zhi Huo memberikan pil dan pakaian gadis kecil.
"Maaf Tuan tadi saya harus membujuk adik saya dulu. Mari makan bersama, ngomong ngomong siapakah nama Tuan? " Li Zhi Hua yang pandai berbicara memulai percakapan.
Huang Yi Zhen yang mulai makan makanan ke sukaannya menjadi super patuh dan dapat di tanyai apa saja, tanpa ada rasa waspada sedikitpun.
"Huang Yi Zhen. " ujarnya.
"Wah nama Paman sangat indah! Paman juga sangat tampan pasti ada banyak orang yang ingin menikahi Paman!" Chu Liu yang sudah menjadi anak kecil ikut berbicara.
"Tidak juga, oh iya nak, makan makananmu. Kamu sepertinya suka makanan manis " Huang Yi Zhen mendorong camilan manis ke anak kecil.
"Tuan Huang, saya merasakan aura hantu yang kuat di tubuhmu. Apakah Tuan ingin kami membantu anda? "
__ADS_1
Huang Yi Zhen merasa tersinggung begitu mereka menyebutkan istrinya. Ia menggebrak meja dengan marah. "Sudah ku duga aura spiritual kalian berbeda dari manusia biasa! Sekarang kalian bilang ingin memisahkan aku dengannya! "
"Tuan sekalipun Anda adalah Binatang Roh, tubuh Anda tidak akan dapat bertahan lama jika hantu itu terus menempel di sisi Anda. " ujar Kakak Besar.
Ming Tian Lei Keluar dan mengusap kepala Huang Yi Zhen. "Tenangkan dirimu sayangku."
Amarah Huang Yi Zhen sedikit turun. "Chenayang bodoh tidak di izinkan mencampuri kehidupan kami"
Ujar Ming Tian Lei, Ming Tian Lei memperlihatkan jarinya yang di tautkan dengan jari lengan kiri Huang Yi Zhen. Yang mana itu akan memperlihatkan benang merah yang mengikat jari kelingking mereka.
"Kamu! Hantu seharusnya bertobat dan pergi bereinkarnasi! Bukan malah melibatkan diri dalam kehidupan orang lain! " Li Zhi Hua mengetahui ritual benang merah, sehingga ia marah begitu melihat ritual terlarang itu terjadi di depannya.
"Xiao Lei tubuhmu mulai melemah, jangan ke luar lagi. " Huang Yi Zhen berbisik.
Ming tian Lei mencium pipi Huang Yi Zhen. "Aduh senangnya... kamu menghawatirkan aku "
Ming Tian Lei Menuruti kata-kata Huang Yi Zhen dan kembali ke kalungnya. Huang Yi Zhen memang sedikit tenang namun hatinya masih marah. "Pertemuan kita berakhir disini, jika tidak ingin menjadi menu makan siangku yang lain, sadar diri lah! " Huang Yi Zhen meninggalkan 4 manusia di belakangnya.
"Jangan kira aku akan melepaskanmu! memelihara hantu itu bukanlah hal baik! " Li Zhi Hua mengeluarkan sebuah cambuk berduri yang panjangnya sekitar 5 sampai 7 meter.
Huang Yi Zhen juga mengeluarkan pedang emas miliknya. Bentuk semi manusianya kembali keluar. Di bantu dengan 2 Chenayang lainnya, Li Zhi Hua mempertaruhkan hidupnya untuk melawan Huang Yi Zhen. Chu Liu yang tidak mengerti apa-apa di minta untuk menetap di mobil.
Li Zhi Hua menyambukkan cambuknya ke arah Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen dengan gesit menghindar. Wan Biao dan Kakak Besar melempar jimat ledakan. Namun dengan perisai alaminya Huang Yi Zhen tetap selamat.
"Bermain jimat di depanku, kamu akan menyesal!" Huang Yi Zhen melempar 7 jimat ke arah 3 manusia itu.
Selain jimat ledakan yang biasa, di antara 7 jimat itu juga ada jimat penghisap energi, jimat kutukan, dan jimat ilusi. Tiga Chenayang itu dalam bahaya kali ini. Jimat penghisap energi akan menghisap energi spiritual korban hingga tidak bersisa, Jimat kutukan akan mengutuk korban hingga nafasnya berakhir, dan Jimat ilusi akan membuat korbannya sulit membedakan kenyataan, hingga bisa membuat korbannya gila.
Dalam sisa kesadarannya yang terakhir, Kakak Besar itu memecahkan guci mini yang menyegel hantu tingkat tinggi yang pernah ia segel, dengan harapan hantu itu akan menyerang Huang Yi Zhen. Namun Hantu itu ketakutan setelah melihat wujud Huang Yi Zhen dan bersembunyi dalam bayangan Huang Yi Zhen.
__ADS_1
Huang Yi Zhen meninggalkan 3 Chenayang itu. Lalu melanjutkan perjalannya dengan terburu-buru. Baru saja ia melihat kaki dan pakaian bawah Ming Tian Lei sudah menghilang. Jika ia berlama lama lagi bisa saja ia akan kehilangan Xiao Lei-nya.