
Chapter 52
Sudah sewajarnya saja jika Kucing menyukai sejenis daging-dagingan bukan? Tapi Jika di berikan begitu banyak hingga kau tak lagi mampu berdiri, bagaimana? Itulah yang terjadi pada kucing hitam kesayangan kita.
Huang Yi Zhen yang berada dalam bentuk kucing, sangat di sayangi semua orang karna usianya yang terbilang belia di dunia siluman. Kini ia duduk di atas meja makan. Anehnya tempat ini sekarang tidak seperti tempat dalam ingatan Huang Yi Zhen. Rumah aneh ini lebih manusiawi sekarang.
Para sepupunya terutama yang perempuan berlomba untuk memasakkannya makanan berbahan dasar ikan. Tak hanya sepupu, Paman dan para Bibinya juga ikut memamerkan keahlian. Ayahnya juga datang untuk menemaninya. Baik rupa manusia atau rupa kucing, Huang Yi Zhen dan Ayahnya memiliki rupa yang hampir sama.
"Semuanya di buat untukmu Nak. Terakhir kali engkau kabur dan mengikuti Ibumu, kami merasa kehilangan. Kau adalah yang termuda di klan kita. Meski kau hanya separuh siluman, kami tetap menyayangimu. Bahkan jika kau tak bisa berubah ke bentuk kucing. Maafkan kami sebelumnya yang memaksa ke hendakmu untuk hidup seperti kucing dalam bentuk Manusia." Nenek Huang mengusap kepala kucing Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhen membuka mulutnya dan berkata. "Meong. Meong, meong."
("Tidak apa-apa Nenek. Karna sekarang aku telah mampu berubah, ku pikir semuanya akan baik-baik saja.")
Nenek Huang sangat senang dengan kehadiran Huang Yi Zhen. Apa lagi saat melihat cucu termudanya itu telah mampu berubah menjadi kucing seperti mereka. Nenek Huang terus saja mengusap kepala Huang Yi Zhen.
"Tapi Nak, mengapa kau ada di desa manusia? Ayah tau kau seharusnya tinggal dengan Ibumu di kota Manusia. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Ayah Huang yang terlihat muda juga bertanya.
Kucing kecil di meja tampak ragu. Sepasang cakarnya di ketukkan satu sama lain, telinganya turun, dan ekornya memeluk tubuhnya. Melihat tingkah aneh itu, Ayah Huang tau ada yang salah.
"Paman, Nenek, berhentilah bertanya. Biarkan sepupu kecil makan dulu. "
__ADS_1
"Ayo sepupu, kau pasti belum makan siang bukan?" Seorang kakak-kakak cantik dengan sepasang telinga kucing berwarna abu-abu berkata sambil mengusap kepala Huang Yi Zhen.
Huang Yi Zhen selalu menghindari tangan orang selain Nenek dan Ayahnya. Pemilik tubuh asli memiliki perasaan minder ke seluruh keluarga Ayahnya. Karna saat kecil yang lain lahir dalam bentuk kucing, lalu tumbuh menjadi manusia. Sedangkan ia sebaliknya lahir sebagai manusia, namun tidak bisa berubah menjadi kucing. Di tambah seluruh keluarga Ayahnya adalah kucing, membuat dia yang seorang manusia, merasa terkucilkan dan berbeda sendirian.
Seluruh keluarga salah mengartikannya sebagai malu. Karna bagi mereka, Huang Yi Zhen selalu yang paling muda. Bila usia yang lain telah memasuki ratusan tahun, maka Huang Yi Zhen yang bahkan belum sampai dua puluh tahun, adalah bayi di mata mereka.
Huang Yi Zhen mengendus aroma yang memikat di mangkuk. Lalu ia mulai makan makanan yang di buatkan Kakak cantik. Huang Yi Zhen menghabiskan makanannya. Namun perut kecilnya hanya mampu menghabiskan tiga mangkuk kecil. Sedangkan di meja masih ada puluhan masakan yang sengaja di buat untuknya.
"Sepupu! Mengapa tidak makan lagi?" Salah satu Kakak sepupunya bertanya.
Huang Yi Zhen merasa perutnya kini seberat batu bundar yang besar. Kini, ia bahkan tak mampu berdiri.
"Meong..."
"Yi Ran, ajak yang lain makan siang. Ibu ingin membawa cucu kecil Ibu untuk tidur siang."
Huang Yi Ran, atau yang kita kenal sebagai Ayah Huang segera memanggil yang lainnya untuk makan siang. Huang Yi Zhen di antarkan ke kamarnya oleh sang Nenek. Neneknya juga duduk di sisinya untuk menemaninya tidur.
Terpikir oleh Huang Yi Zhen keluarga angkatnya. Teringat olehnya betapa bahagianya Lu Xi Han saat Huang Yi Zhen mengikuti ritual. Serta betapa baiknya Yang Hua kepadanya.
Tanpa sadar kekhawatirannya mengubah Huang Yi Zhen kembali ke bentuk Manusia. Ia menatap senyum di wajah Neneknya. "Nenek, jika aku pergi meninggalkan orang yang begitu baik apakah itu sebuah kesalahan? Mereka sangat baik kepadaku, menganggapku sebagai keluarga mereka, sekarang aku hilang. Mereka pasti mencariku."
__ADS_1
Melihat kegusaran cucu termudanya. Nenek Huang hanya mengusap kepala Huang Yi Zhen. "Memangnya siapa mereka? Coba ceritakan kepada Nenek. "
"Aku akan bercerita dengan jujur. Tapi Nenek jangan marah." Huang Yi Zhen berkata dengan Nada memohon. Bagaimanapun Keluarga Pamannya tidak salah. Ia tak bisa menyalahkan mereka yang sebuah keluarga besar.
Nenek Huang sebenarnya adalah seorang pendendam. Untuk mengetahui luka kecil cucu termudanya, ia harus menganggukkan kepalanya. Huang Yi Zhen mulai bercerita. Sejak awal tangan Nenek Huang terus saja mengepal. Bahkan kuku-kukunya telah menembus tangannya. Sedikit darah telah merembes di tangannya. Meski begitu untuk cucu termudanya, Nenek Huang masih tetap tersenyum.
"Nenek mengerti, kamu tidur saja Nak. Nenek akan mengurus semuanya. " Nenek Huang mengusap kepala Huang Yi Zhen dengan tangan yang tidak terluka. Ia juga merapalkan sihir, agar Huang Yi Zhen tertidur cukup lama.
Dengan mengepalkan tangannya, api muncul dari dalam kepalannya dan membakar darah di tangannya. Wajahnya terlihat jelas seperti seorang jendral yang akan berperang. Ia berjalan dengan langkah yang di penuhi kekuatan. Seluruh anggota keluarga Huang paling takut kepadanya di hari biasa, apalagi sekarang. Menoleh saja mereka tidak berani, masing-masing dari mereka berpikir hal yang sama. Siapakah kiranya yang membuat Nenek Huang Marah?
Ayah Huang takut kalau Putra kecilnya lah yang membuat Ibunya marah. Huang Yi Ran segera pergi memasuki kamar Putranya. Selain wajah damai Huang Yi Zhen yang tertidur. Tidak ada yang salah. Setelah menghela nafas lega, Huang Yi Ran duduk untuk melihat Putra kecilnya. Bagi usia manusia, delapan belas tahun sudah memasuki usia dewasa. Di dunia siluman, Bahkan seratus tahun pun belum memasuki masa remaja. Itu sebabnya keluarga besar Huang menganggap Huang Yi Zhen sebagai seorang bayi yang harus di jaga.
Saat memperhatikan wajah putranya, Huang Yi Ran melihat sebuah benda dari tangan Huang Yi Zhen yang terjulur. Sebuah benang merah. Dan itu terikat oleh sesuatu. Bahkan jika usianya hampir delapan ratus, rasa keingintahuan alami dari kucing itu masih ada.
Ayah Huang mulai mengikuti benang merah. Benang itu sangat panjang dan lentur. Huang Yi Ran berhenti hingga ia sampai di depan pagar kerajaan dunia Siluman. Dengan ilmunya, Huang Yi Ran memasuki istana kerajaan. Kali ini dengan menyelundup, ia kembali mengikuti benang merah.
Huang Yi Ran bahkan lebih terkejut lagi saat melihat akhir benang merah. Yang mulia putri dunia Siluman memiliki benang merah di jarinya, sama seperti Huang Yi Zhen. Apa alasannya?
Huang Yi Ran tidak ingin Putra kecilnya terlibat dengan para anggota keluarga kerajaan. Jika suatu saat nanti, keluarga kerajaan memiliki konflik. Keluarga kerajaan memiliki kekuatan besar mereka, sedangkan Putra kecilnya? Bahkan ia bukan siluman murni.
Huang Yi Ran segera berlari kembali ke keluarganya. Ia hanya penjaga gerbang siluman. Sebaiknya tidak perlu berhubungan dengan keluarga kerajaan. Terutama dengan Yang Mulia putri Hu. Untuk bayi kucing yang manis seperti Putranya, Yang Mulia putri Hu yang sering memenangkan perang dengan kerajaan siluman dari gunung lain itu, terlalu keras dan sangar.
__ADS_1
Setidaknya jika ingin menikahkan Putranya ia harus mencari wanita yang lembut dan perhatian kepada Putra kecilnya. Huang Yi Ran segera berangkat menuju rumah untuk mengabari keluarga Huang. Lebih tepatnya mengabari Nenek Huang.