
Chapter 68
Selang beberapa tahun setelah itu, Pengaturan dunia telah menghidupi 'Adiknya' hingga ia dewasa dan memiliki suami yang sekiranya akan bertanggung jawab atas hidupnya. Pengaturan dunia belajar banyak dari perjalanan itu. Kesadarannya mulai menyentuh emosi manusia. Secara alami ia mulai mengerti bagaimana rasa sakit, sedih, marah dan sebagainya.
"Apa aku mengganggu kalian?" Itu adalah kalimat pertama yang ia katakan saat kembali.
Itu menginterupsi Huang Yi Zhen dan Hu Lei yang sedang bercumbu. Lebih tepatnya Hu Lei yang mencumbu Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen adalah seseorang dengan kulit tipis. Pemalu. Sehingga Hu Lei selalu membenci orang ketiga yang mengganggu kegiatan mereka. Dengan tatapan tidak menyenangkan yang di keluarkan Hu Lei, Huang Yi Zhen menyapa Pengaturan Dunia dengan hati yang terasa canggung.
"T-tentu tidak, lakukanlah apa yang seharusnya kau lakukan." Ujar Huang Yi Zhen.
Pengaturan Dunia hanya memberikan senyuman mengejek. Ia telah mengenal Kucing pemalu itu sejak lama. Sesekali ia melirik Rubah hitam yang menatapnya dengan kebencian. "Kalau begitu aku akan membawa kalian ke pusat 'Pengaturan Dunia'."
Mungkin karna keadaan mental Pengaturan Dunia telah berkembang, kemampuannya sedikit meningkat. Sehingga portal yang tercipta bukanlah portal menjijikan yang biasa di lihat Huang Yi Zhen. Portal itu berubah menjadi setenang genangan dan segelap langit malam.
Huang Yi Zhen tidak bisa tidak memuji. "Ini lebih baik dari sebelumnya."
"Aku telah banyak belajar." Pengaturan Dunia memberikan senyum angkuh.
Hu Lei benar-benar tidak ingin di tinggalkan lagi untuk yang ke dua kalinya. Dia segera memerangkap Huang Yi Zhen dengan tangan dan kakinya, membelitnya seperti gurita. Huang Yi Zhen mengetahui kekhawatirannya, ia hanya bisa diam-diam memeluk Hu Lei.
Lalu ketiga orang itu memasuki portal. Hal yang pertama kali Huang Yi Zhen lihat adalah pengunungan dan Padang bunga tempat dia sebelum memasuki tujuh dunia. "Seperti janjiku."
Pengaturan Dunia memiliki bola putih bercahaya di tangannya. Itu seharusnya adalah ingatan Huang Yi Zhen. Huang Yi Zhen secara alami mengambilnya. "Gunakan waktumu untuk menyerap ingatan. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi."
Huang Yi Zhen telah melihat dan merasakan dan ia tidak bisa mengabaikan segalanya. Pengaturan Dunia memiliki rasa Kesepian yang dingin yang membuat seseorang merasa sedih untuknya pada pandangan pertama. Huang Yi Zhen tidak terburu-buru.
"Seharusnya kau sudah mampu memiliki tubuh nyata bukan?"
Panggilan Huang Yi Zhen membuat Pengaturan Dunia yang akan pergi berbalik. "Untuk saat ini tidak."
__ADS_1
"Kalau begitu... Temuilah aku kapanpun. Meski aku tak dapat di andalkan, aku adalah seseorang yang pernah menjadi Ayahmu! Kau bisa bergantung kepadaku di masa depan!"
Huang Yi Zhen mengatakannya dengan penuh percaya diri. Tanpa mengetahui aura kematian perlahan membara di sisinya. Pengaturan Dunia menunjuk Hu Lei. Secara alami Huang Yi Zhen melirik Hu Lei.
"Apa ini... Kau menyatakan cinta?" Tanyanya dingin.
Huang Yi Zhen tak tau harus menjawab apa. Pengaturan Dunia adalah anak yang kesepian, bagaimana bisa ia merasa baik-baik saja setelah meninggalkannya. Hu Lei mengambil bola putih bercahaya di tangan Huang Yi Zhen, lalu memasukkannya secara paksa ke dalam mulut Huang Yi Zhen.
Bahkan jika itu ingatannya, Huang Yi Zhen masih batuk ringan saat bola berisi ingatannya memasuki tenggorokannya. Hu Lei dengan segera menarik kerah belakang Huang Yi Zhen dan berjalan ke suatu tempat.
Mereka membuka sepasang mata mereka di saat berikutnya. Huang Yi Zhen masih dalam proses menyerap ingatannya kembali hingga ia masih terlihat linglung. Berbeda dengan Hu Lei yang masih merasa cemburu. Setelah membawa Huang Yi Zhen turun dari bunga besar, ia mengambilnya dan melemparnya ke tempat yang sangat jauh.
Huang Yi Zhen "..."
'Ya ampun... Wanita ini begitu posesif hingga merasa cemburu hanya karna anak kecil? Ya terserah saja, selama ia senang maka aku senang.' Huang Yi Zhen membatin.
Sebagai seseorang yang berkerja keras siang dan malam untuk memikirkan cara membawa kembali Huang Yi Zhen, Mao Yun Zhi adalah yang pertama kali melihat pasangan Huang muda. Ia menjadi sedikit lebih sadar saat melihat Hu Lei melempar bunga besar karna kesal.
"Ya, siapa yang kau harapkan?" Ujar Hu Lei dengan senyum khasnya.
"Ugh... Semuanya terasa terlalu cepat. Tunggu aku beradaptasi dengan ingatanku secara keseluruhan..." Huang Yi Zhen bergumam saat Hu Lei membantunya berdiri.
"Tidak apa-apa kita kembali dulu bertemu Ayah dan Ibu Huang." Ujar Hu Lei.
Saat itu Huang Yi Zhen baru saja menyadari satu hal. Di ingatan terakhirnya Hu Lei masih hantu wanita berpakaian merah. Bagaimana mungkin kini menjadi manusia?
Huang Yi Zhen menatap bingung ke arah Hu Lei yang menatapnya juga. Huang Yi Zhen menarik pipi Hu Lei. Benar-benar kenyal dan nyata! Bahkan tidak ada sentuhan dingin yang biasa di miliki Hu Lei versi hantu.
"Kamu..."
__ADS_1
"Banyak yang terjadi selama kau tidur, ayo kita makan. Kau pasti lapar." Bujuk Hu Lei.
Dengan makanan sebagai bahan membujuk tentu saja Huang Yi Zhen akan setuju. Sudah sangat lama ia berada di dunia kecil, sehingga Huang Yi Zhen merindukan masakan di dunia nyata. "Ya."
Dengan ingatannya Huang Yi Zhen dapat dengan mudah menemukan kamarnya. Dengan meminta Hu Lei tetap di luar kamar, Huang Yi Zhen pergi mandi sebelumnya. Hu Lei kini bukanlah hantu yang bisa menggoda Huang Yi Zhen saat mandi lagi. Tapi ia masih senang karna ia bisa pergi kemanapun dengan Huang Yi zhen.
Ayah dan Ibu Huang juga tau tentang kembalinya pasangan muda itu. Mereka dengan tergesa-gesa menuju kamar Huang Yi Zhen. Gu Chu dan Mao Yun Zhi juga ingin mendengar apa yang terjadi. Paman Huo menambah keramaian dengan menyarankan. "Kita bisa menikahkan Tuan Muda dan Nyonya sekarang!"
Huang Yi Zhen yang baru saja selesai mandi keluar kamar untuk melihat keadaan, ia cukup terkejut dengan kalimat itu. Namun selain keterkejutan ada rasa senang dan suka yang ikut muncul. Ah, ia tak bisa terus membohongi hatinya.
"Pertama-tama untuk merayakan kembalinya kalian, mari kita makan malam yang enak." Ibu Huang adalah yang pertama kali memecah keheningan.
Huang Yi Zhen melihat kedua orang tuanya yang hidup dan nyata. Tanpa memiliki luka dan mereka bahkan memiliki bayangan. Wajar untuk merasa ingin tau, bagaimana pun juga Huang Yi Zhen telah lama tidak melihat orang tuanya. Ia mengelilingi Ayah dan Ibunya penuh rasa ingin tau.
Huang Yi Zhen adalah kucing, secara alami rasa ingin tahunya dapat tumbuh lebih besar dari pada dirinya sendiri. Huang Yi Zhen bahkan mengendus aroma Ayah dan Ibunya, takut bahwa yang ia alami hanyalah ilusi.
"Ada apa denganmu?" Hu Lei berkata.
"Kalian tampak nyata, seingatku kalian semua telah meninggal dunia. Aku takut... Takut kalau ini hanya ilusi. Begitu aku bangun aku hanya menemukan rumah kosong tua ini." Huang Yi Zhen berkata dengan suara serak. Ada kesedihan dan rasa kesepian yang di bawanya.
Hu Lei memeluknya dari belakang. "Mari kita makan dulu. Nanti semuanya akan bercerita apa yang terjadi selama kau tidur."
.....
Itu adalah Minggu ke dua sejak saat itu. Huang Yi Zhen sudah beradaptasi dengan ingatannya dan ia juga sudah mengingat segalanya. Tujuannya kembali ke desa adalah karna Hu Lei melemah. Siapa yang tau ia akan di tangkap oleh bunga setan dan semua ini akan terjadi. Dari yang Hu Lei ceritakan, ia tau kalau mereka mengadakan kebangkitan masal, Ayah dan Ibunya adalah salah satunya.
Huang Yi Zhen juga tidak bisa membohongi perasaannya lagi. Ia menguatkan hati dan melamar Hu Lei. Hu Lei dengan senang hati menerimanya. Dengan begitu Siluman Kucing dan Rubah duduk bersama dan hidup bersama dengan bahagia. Kata-kata yang paling membekas di hati Huang Yi Zhen adalah bisikan Hu Lei di malam pengantin mereka.
"Karna di kehidupan lalu kita hanya menjalin kasih dan tidak sampai ke tahap menikah, maka di kehidupan ini aku ingin memiliki enam anak!"
__ADS_1
~|Tamat|~