
Chapter 43
Hari berikutnya di rumah kaca Keluarga Huang. Pemilik tubuh asli adalah penyuka ketenangan. Menyiram dan merawat tanaman bunga juga salah satu hal favoritnya. Tentunya Huang Yi Zhen juga tertular oleh kebiasaan ini.
"Tuan muda, mari kita sarapan." Bai Li Zhi datang dengan beberapa makanan manis dan teh.
Menatap krim gula yang penuh warna di atas kue mangkuk. Dirinya bukanlah penyuka hal manis, dirinya adalah penyuka ikan. Melihat begitu banyak makanan manis di depannya, Huang Yi Zhen yang seekor kucing siluman hanya berpikir makanan manis itu tidak sesuai dengan seleranya.
Tak jauh dari mereka ada sebuah kursi dan meja kecil, Bai Li Zhi meletakkan makanannya di atas meja itu. Huang Yi Zhen duduk untuk menelan sarapannya. Huang Yi Zhen hanya tertarik kepada hawa hangat yang keluar dari cangkir teh. Secara perlahan ia menyeruput air teh, tubuhnya ikut hangat terutama bagian perutnya.
Bai Li Zhi adalah pelayan pribadinya, dan tau segala hal tentang tuan mudanya. Tuan mudanya adalah penggila makanan manis. Di saat biasanya Tuang Mudanya akan memakan kue manis itu terlebih dulu. Huang Yi Zhen merasakan tatapan Bai Li Zhi, ia juga tau pemilik tubuh asli penggila manis, tapi dia bukan. Maka dengan segala keengganan Huang Yi Zhen menggigit kue yang penuh rasa manis itu.
Tidak buruk, seleranya mungkin saja berubah. Tiba-tiba rasa manis ini terasa lezat untuknya. Setelah menjalankan Sarapan, Huang Yi Zhen melanjutkan kesibukannya dengan para tanaman. Ia juga berpikir bagaimana agar Hu Lei mau mengatakan keberadaan Ibunya.
Misi besarnya di dunia keempat tentu masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Yakni menghabiskan dunia yang damai bersama Hu Lei, yang berbeda hanyalah misi sampingannya. Misi sampingannya adalah menemukan sang Ibu.
"Li Zhi... Apakah Ibu tiri di rumah?" Huang Yi Zhen bertanya dengan nada lirih.
Memikirkan nyonya yang baru datang kemarin, Bai Li Zhi menganggukkan kepalanya. "Nyonya sedang berada di ruang perpustakaan."
__ADS_1
Huang Yi Zhen melirik Bai Li Zhi yang mengikutinya seperti bayangan. Mana mungkin ada kesempatan bermain. Huang Yi Zhen merasa tidak bebas. Huang Yi Zhen juga merasakannya, setelah memasuki dunia ini mentalnya terus seperti anak-anak. Sejak kemarin sebenarnya Huang Yi Zhen selalu ingin berlari mengelilingi rumah.
Ia ingin menjelajahi setiap rumah diam-diam. Lalu mencari kenangan di rumah itu tentang Ibunya. Tidak mungkin tidak ada. Meski sejauh ini tidak pernah dilihat oleh pemilik tubuh asli. Setelah selesai mengurus tanaman hijau di rumah kaca, Huang Yi Zhen melangkahkan kakinya menuju Studio melukis. "Aku ingin melukis, jangan ganggu aku."
Huang Yi Zhen melakukan segalanya seperti yang pemilik tubuh asli lakukan. Bai Li Zhi melihat Tuan Mudanya memasuki Studio seperti biasa. Ia hanya mengangguk-angguk dan tidak mengikuti Huang Yi Zhen lebih jauh. Huang Yi Zhen mengintip Bai Li Zhi dari kaca kecil yang ada di pintu.
Bai Li Zhi tidak ada di manapun. Huang Yi Zhen pun melangkah keluar dari studio lalu melangkah ke area hutan, tak jauh di belakang rumah Besar keluarga Huang. Bai Li Zhi memang tidak ada di sekitar studio melukis, namun matanya tak pernah meninggalkan Huang Yi Zhen. Ia melihat Huang Yi Zhen melalui kamera pengawas.
Melihat Huang Yi Zhen pergi ke hutan, yang merupakan titik buta kamera, Bai Li Zhi tau ada yang salah dengan Tuan Mudanya. Ada rahasia di balik tingkah ini. Huang Yi Zhen juga tau kalau ini adalah titik buta kamera pengawas selain studio melukisnya. Huang Yi Zhen berubah menjadi kucing kecil setelah memasuki hutan.
Karna warna bulunya hitam dan tubuhnya kecil, ia dengan mudah dapat menghindari setiap tangkapan kamera pengawas. Huang Yi Zhen memperhatikan perbedaan tubuh kucingnya sekarang dengan tubuh siluman aslinya. Jika tubuh kucing silumannya adalah kucing hitam legam, maka tubuh kucingnya sekarang memiliki warna putih di setiap cakarnya. Bulunya juga lebih pendek, tidak selebat bulu tubuh Silumannya.
Huang Yi Zhen berlarian di dalam rumah besar Huang. Menghabiskan waktu untuk berkeliling mencari kenangan tentang Ibunya. Karna terus berlari Huang Yi Zhen tidak sengaja menabrak kaki seseorang. Kucing kecil itu sedikit terpental.
Huang Yi Zhen menatap sosok tinggi yang ia tabrak. Sepatu hak tinggi khas milik perempuan, lalu gaun merah yang menjuntai menutupi sepasang kakinya. Benang merah bergantungan di tangannya. Huang Yi Zhen menatap Hu Lei dari bawah. Telinganya terlipat, bulunya mengembang, rasanya Hu Lei saat di lihat dari bawah sangat mengerikan.
"Aduh... Kucing siapa ini? Menggemaskan sekali...." Hu Lei menggendong kucing kecil yang tidak sengaja menabrak kakinya.
Mata hijau kucing kecil mengingatkannya kepada seseorang. Hu Lei menggendong kucing itu menuju kamar pribadinya. Dengan usapan oleh kuku-kuku berwarna merah di punggungnya, Huang Yi Zhen sangat gugup.
__ADS_1
Kamar khusus milik Hu Lei begitu gelap. Hu Lei menyalakan lampunya. Lalu meletakkan kucing di tempat tidurnya. Kemudian pergi ke tempat yang lain. Huang Yi Zhen hendak turun untuk mengikutinya. Namun Hu Lei menghentikannya dengan menyentuh pucuk hidungnya. "Diam di sini sebentar, aku tidak ingin kucing kecil sepertimu menghilang di ruangan ini."
Huang Yi Zhen menurut saja. Sekarang ia tau kamar Ibu tirinya, ia bisa menyusup kapan saja saat berada dalam bentuk kucing. Hu Lei tampak mencari sesuatu dalam tumpukan barang-barangnya. Karna bosan, Huang Yi Zhen merenggangkan tubuh kucingnya. Lalu mengelilingi tempat tidur besar Hu Lei.
Tak lama setelah itu Hu Lei datang dengan sebuah kertas foto di tangannya. Matannya bergulir di antara Huang Yi Zhen dan kertas foto. Huang Yi Zhen mendekat untuk melihat foto itu juga. "Begitu mirip rupanya, apakah kau anak Kak Mao?"
Mendengar kalimat samar Hu Lei, Huang Yi Zhen menjadi tertarik. Telinga kucing itu bergerak-gerak. Hu Lei menggendong kucing kecil lagi, lalu menjatuhkan kertas Foto. Huang Yi Zhen melirik kertas foto yang jatuh, ada foto kucing yang serupa dengan dirinya, hanya saja ukurannya lebih besar. "Coba kita lihat, apakah jantan atau betina...."
Huang Yi Zhen segera panik. Ia merenggangkan kedua cakar depannya untuk mencakar Hu Lei. Merasakan perih di tangannya, Hu Lei menjatuhkan kucing kecil. Mengambil kesempatan itu Huang Yi Zhen melarikan diri. Ke sisi lain ruangan dan bersembunyi.
"Aduh... Sensitif sekali... Aku hanya ingin lihat apakah jantan atau betina...." Hu Lei berjalan ke arah Huang Yi Zhen yang bersembunyi.
"Kau begitu mirip dengan seseorang yang ku kenal, kemarilah kucing kecil...." Huang Yi Zhen enggan untuk di tangkap oleh Hu Lei.
Huang Yi Zhen terus berlarian menghindari tangan Hu Lei yang mencoba menangkapnya. Saat ia hampir berhasil memasuki bagian bawah tempat tidur, tubuhnya tiba tiba berubah menjadi bentuk separuh kucing. Yang mana ada telinga dan ekor kucing di tambahkan ke tubuhnya.
Hu Lei cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya. Terutama saat sosok belakang pemuda itu terasa familiar di matanya. Huang Yi Zhen yang membelakangi Hu Lei menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Yi Zhen?"
__ADS_1